Terkait Calon Kapolri, Moeldoko: Kuncinya Ada di Presiden, Komisi III DPR: Rekam Jejak yang Bagus

Nama-nama calon Kapolri yang dipilih Presiden Jokowi memiliki rekam jejak yang bagus selama ini.

Editor: AbdiTumanggor
Capture YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Capture YouTube Sekretariat Presiden) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengatakan, pihaknya masih menunggu nama-nama calon Kapolri yang akan diajukan Presiden Joko Widodo untuk menggantikan posisi Kapolri Jenderal Idham Azis yang pensiun pada Januari 2021. 

Ia meyakini, nama-nama calon Kapolri yang dipilih Presiden Jokowi memiliki rekam jejak yang bagus. 

"Kita serahkan kepada presiden siapa yang akan terpilih nantinya, yang penting rekam jejak para calon semua orang-orang hebat Polri," kata Sahroni saat dihubungi, Selasa (1/12/2020).

Sahroni juga mengatakan, Komisi III siap melakukan uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri apabila Presiden Jokowi telah mengirimkan surat ke DPR RI.

"Komisi 3 siap menerima untuk lakukan Fit and Proper Test," ujarnya.

Secara terpisah, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat Didik Mukriyanto mengatakan, sosok Kapolri ke depannya akan menjadi strategis guna memastikan institusi Polri dapat mewujudkan harapan publik.

Oleh karenanya, menurut Didik, sosok calon Kapolri idealnya harus memiliki komitmen dalam penguatan kelembagaan dan kinerja, serta pelayanan kepada masyarakat.

"Memastikan posisi Polri sebagai sahabat masyarakat menjadi mutlak agar trust publik terhadap Polri bisa terbangun dengan baik," kata Didik saat dihubungi, Selasa (1/12/2020).

Didik juga mengatakan, calon Kapolri harus mampu memperkuat kerja sama antar lembaga, seperti dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Badan Intelijen Negara (BIN) dalam konteks memitigasi dan merespons ancaman dari dalam maupun luar negeri.

Tak hanya itu, calon Kapolri harus mampu mengayomi masyarakat serta menegakkan hukum yang manusiawi.

"Memegang teguh keadilan dan penegakan hukum yang manusiawi, persuasif dan humanis harus menjadi komitmen calon Kapolri ke depan," ucapnya.

Lebih lanjut, ia menilai, wajar jika ada nama-nama calon Kapolri yang sudah menjadi perbincangan publik.

Sebab, harapan dan spekulasi publik tersebut tak terlepas dari keinginan hadirnya sosok calon Kapolri yang berintegritas dan bertanggung jawab.

"Dan yang tidak kalah utama kami DPR akan mendapat keyakinan melalui uji kepatutan dan kelayakan sebelum memberikan persetujuan," pungkasnya.

Peluang para calon

Sebelumnya, Indonesia Police Watch (IPW) menilai terdapat lima dari 13 komisaris jenderal (komjen) atau jenderal polisi berbintang tiga yang berpeluang menjadi Kapolri pengganti Idham Azis.

Lima nama yang berpotensi besar, menurut Neta, adalah Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Kabaharkam Komjen Agus Andrianto, Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar, dan Inspektur Jenderal Kemenkumham Komjen Andap Budi Revianto.

Nama berikutnya adalah mantan ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Komjen Rycko Amelza Dahniel, yang kini menjabat sebagai Kabaintelkam.

Selanjutnya, bakal ada dua jenderal berbintang dua atau inspektur jenderal (irjen) yang berpotensi naik pangkat menjadi komjen sehingga turut memiliki peluang menjadi Kapolri.

Menurut Neta, sejumlah jenderal berbintang dua yang berpotensi mengisi dua jabatan itu antara lain Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dofiri, Kapolda Riau Irjen Agung Setia Imam Effendy, dan Koorsahli Kapolri Irjen Nana Sudjana.

Nana sebelumnya dicopot dari jabatan sebagai Kapolda Metro Jaya karena dinilai lalai dalam menegakkan protokol kesehatan Covid-19.

Meski begitu, Neta menilai Nana tetap memiliki peluang masuk dalam bursa calon Kapolri.

Presiden Jokowi Punya Kunci

Sementara itu, Kepala Staf Presiden Moeldoko menyebut, Presiden Joko Widodo punya kunci sendiri untuk menentukan calon Kapolri yang akan menggantikan Jenderal (Pol) Idham Azis pada awal 2021.

"Presiden juga punya kunci sendiri untuk menentukan siapa yang akan menjabat," kata Moeldoko di Kantor KSP, Jakarta, Selasa (1/12/2020).

Moeldoko tak mau menjawab secara pasti ihawal nama-nama yang dianggap potensial sebagai calon Kapolri.

Ia juga tak membenarkan ataupun membantah kabar yang menyebutkan bahwa Istana telah mengantongi tiga nama calon Kapolri.

Menurut Moeldoko, dirinya tak masalah jika masyarakat berspekulasi terkait hal ini. Ia menyebut, publik punya hak untuk berkalkulasi.

"Biarkan masyarakat berspekulasi, biarkan masyarakat berkalkulasi. Itu masyarakat punya hak untuk itu," kata dia.

Baca juga: Dari 13 Komjen, 5 di Antaranya Berpeluang Jadi Kapolri, Diutamakan Pernah Jadi Kapolda di Pulau Jawa

Baca juga: Irjen Napoleon Merasa Jadi Korban Bursa Calon Kapolri, Seret Nama Kabareskrim dan Azis Syamsuddin

Baca juga: Kriteria Calon Kapolri, Komisi III DPR Prediksi Satu Calon: Semua WNI Punya Hak Konstitusi dan HAM

Tautan Artikel:Pimpinan Komisi III: Rekam Jejak Calon Kapolri Harus Bagus

Calon Kapolri Diharapkan Tegas dan Tegakkan Hukum Berkeadilan Restoratif

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved