News Video
Peringati Hari AIDS Sedunia, Nawal Edy Rahmayadi Ikut Sosialisasi dan Apresiasi Penyandang HIV/AIDS
Medan Plus menggelar serangkaian acara dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia.
Peringati Hari AIDS Sedunia, Nawal Edy Rahmayadi Ikut Sosialisasi dan Apresiasi Penyandang HIV/AIDS
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember 2020 dirayakan oleh seluruh pegiat HIV/AIDS di dunia.
Sebuah Yayasan yang bergerak di bidang pendampingan penyandang HIV/AIDS di Medan, Medan Plus menggelar serangkaian acara dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia.
Beberapa kegiatan tersebut yakni sosialiasi pencegahan HIV/AIDS di beberapa ruas jalan, penyerahan penghargaan kepada para penyandang dan pemberian bantuan berupa sembako kepada peserta yang hadir.
Pendiri Yayasan Medan Plus, Eban Totonta Kaban mengatakan kegiatan hari ini bertemakan Saya Berani Saya Sehat.
Tema ini bertujuan untuk mendobrak stigma negatif yang ada di masyarakat mengenai virus HIV/AIDS serta penyandang penyakitnya.
"Kegiatan hari ini sebenarnya kegiatan yang juga dilakukan di seluruh dunia ya, untuk memperingati Hari AID Sedunia.
Di mana sesuai dengan tema yang kita angkat yaitu Saya Berani Saya Sehat diharapkan masyarakat kita masih mau membuka mata bahwa HIV/AIDS itu ada, yang mengidap nya itu ada.
Sehingga tidak lagi ada ketidakpedulian ataupun diskriminasi," ujar Toton ketika ditemui di Sekretariat Medan Plus, Jalan Pasar VII Padang Bulan, Medan, Selasa (1/12/2020).
Sejak didirikan pada tahun 2003, Toton mengaku yayasan yang ia dirikan ini masih memiliki visi yang sama sampai di 17 tahun berdirinya ini.
Visi yayasan tersebut, kata dia, merupakan harapan yang masih terus dipupuk di tiap Hari AIDS sedunia.
"Ya kalau ditanya apa harapan kami di Hari AIDS Sedunia ini, sebenarnya masih sama dengan visi Medan Plus didirikan.
Yaitu untuk menggugah kesadaran masyarakat, mengenai keberadaan HIV/AIDS yang masih harus menjadi perhatian," tuturnya.
Toton mengatakan kondisi HIV/AIDS di Indonesia masih sangat tinggi mendapatkan stigma di masyarakat.
Karenanya, angka pemeriksaan penderita HIV/AIDS juga masih sangat sedikit.
"Ketakutan itu berasal dari ketidaktahuan, makanya orang untuk periksa AIDS saja dia takut.
Dan yang sudah mengidap pun takut untuk melanjutkan hidup, keluarga nya takut, semuanya takut.
Tidak ada lagi dukungan secara psikologis, ini yang membuat penderita AIDS semakin sulit untuk bangkit," katanya.
Ketua Forum Peduli Anak dengan HIV/AIDS (ADHA) Saurma mengaku masih prihatin dengan kondisi dari tahun ke tahun jumlah ADHA masih terus meningkat di Indonesia khusus nya di Sumatera Utara.
"Untuk itu kita harapkan peran Pemerintah, lembaga dan seluruh stakeholder agar bisa mendukung mereka (ADHA) untuk tetap hidup dan mendapatkan hak-haknya sebagai anak," katanya.
Ia mengatakan, keberadaan ADHA di masyarakat harus mendapatkan pendampingan yang baik sehingga jauh dari diskriminasi hak-haknya.
"Ini merupakan tugas bersama, untuk menjamin hidup Anak dengan HIV/AIDS. Karena itu juga masuk ke dalam Undang Undang Perlindungan Anak," tuturnya.
Di lokasi acara, tampak istri Gubernur Sumatera Utara, Nawal Edy Rahmayadi ikut menghadiri acara.
Nawal menuturkan kehadirannya untuk memastikan fasilitas di Medan Plus terpenuhi dan memberikan bantuan kepada ADHA dan keluarga penyandang HIV/AIDS.
(cr14/tribun-medan.com)