Saluran Air Amblas, Tiga Lokasi Persawahan di Habinsaran Terancam Gagal Tanam

Akibat longsor, air yang sebelumnya mengalir lancar ke lahan persawahan kini terhambat.

TRIBUN MEDAN/MAURITS
KONDISI tali air sepanjang 30 meter terputus akibat longsor, Senin (30/11/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Para petani terlihat lemas saat mengetahui bahwa irigasi di kawasan sawah mereka di Kecamatan Habinsaran mengalami gangguan.

Terlihat di lokasi, saluran air longsor dengan kedalaman sekitar 50 meter.

Akibat longsor, air yang sebelumnya mengalir lancar ke lahan persawahan kini terhambat. Bahkan para petani sudah was-was tak akan bisa lagi menanam padi pada musim tanam.

Menurut Jenton Pardosi selaku Lurah Parsoburan Barat, Kecamatan Habinsaran, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan agar segera menanggulangi longsor tersebut.

Menurutnya, longsor terjadi akibat curah hujan tinggi yang melanda lokasi longsor.

Bahkan, pohon pinus yang tumbuh di samping saluran air tersebut ikut tercabut dan terbawa longsor.

"Memang longsor karena hujan sangat deras akhir-akhir bulan ini sehingga terjadi longsor pada hari Sabtu (21/11/2020) sekitar malam longsor sekitar 30 meter," ungkap Jenton Pardosi, Senin (30/11/2020).

Dikatakan Jenton, pihaknya juga telah lakukan koordinasi dengan pihak kecamatan terkait penanggulangan hal tersebut.

"Setelah kita ketahui, menurut pengairan terus kita tindak lanjuti lalu buat permohonan sama Pak Camat," sambungnya.

Menurutnya, Camat Habinsaran langsung menyampaikan ke Dinas PU Kabupaten Toba agar segera menurunkan alat berat ke lokasi longsor.

"Dan Pak Camat menindaklanjuti ke Dinas PU bagian pengairan, lalu hari Kamis (26/11/2020), Kabid PU Pengairan sudah meninjau dan segera diturunkan alat," katanya.

Akibat longsor tersebut, tiga lokasi persawahan yang dikelola lebih dari 700 Kepala Keluarga potensial mengalami gagal tanam.

"Pemilik sawah sekitar ada tiga tempat, Lobusihandangon, Sileangleang, dan Sabahuala. Kalau tidak ditangani segera, maka masyarakat terkendala dalam penanaman padi di tiga tempat tersebut. Makanya kami mohon kepada pemerintah agar secepatnya ditangani," katanya.

Baca juga: Saluran Air Terputus Akibat Longsor, Petani Kecamatan Habinsaran Terancam Gagal Tanam Padi

Setelah melihat lokasi persawahan, pembibitan yang tengah berlangsung pun mengalami gangguan.

Padi yang berada dalam penyemaian terlihat kering dan penanaman tidak akan dilanjutkan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved