Penanganan Covid

Kesadaran Masyarakat Tes Swab Masih Minim, Sampel di Sumut Masih di Bawah Syarat WHO

Sebab, ia menilai masih kurang seriusnya stakeholder di 33 kabupaten/kota untuk melakukan pencarian masyarakat yang akan di-swab. 

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Petugas medis melayani warga swab test di BTKLPP Kelas I Medan, Senin (2/11/2020). BTKLPP Medan menggelar swab test gratis dengan pendaftaran via online sebanyak 75 orang tiap Senin, guna mempersempit penyebaran Covid-19. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi pada Senin (30/11/2020) menggelar pertemuan dengan sejumlah pimpinan rumah sakit dan tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman, Medan.

Dalam pertemuan itu akhirnya terungkap bahwa kesadaran masyarakat untuk melakukan tes swab masih minim. Diketahui di Sumut hanya mampu menyediakan sampel swab rata-rata 1.200.

Edy menilai angka itu masih dibawah standar WHO yang mensyaratkan sampel swab sebanyak 2.100 orang. Terlebih saat ini di Sumut sudah memiliki 21 laboratorium PCR untuk mengecek sampel spesimen swab.

"Sebenarnya sudah 21 laboratorium kita punya. Bayangin kalau 21 laboratorium itu, tiap-tiap laboratorium itu 100 sampel saja, berarti sudah lengkap semua," kata Edy, Senin.

Untuk itu, Edy mengajak para stakeholder untuk kembali melakukan koordinasi agar kesadaran masyarakat melakukan tes swab menjadi meningkat.

Karena Sumut sebenarnya mampu mengecek spesimen sebanyak 2.800.

Menurut Edy, di samping keengganan masyarakat, petugas yang akan melakukan uji swab dinilai juga belum terorganisir dengan baik. 

Sehingga aparat yang bertugas harus kembali intens memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

"Sekarang laboratorium kita sudah mampu. Tapi justru sampel yang susah. Jadi ini perlu ada koordinasi secara utuh dan bagaimama menyelesaikannya. Ke depan mudah-mudahan ini bisa tercapai," ujar Edy.

Anggota Bidang Penanganan Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, dr Restuti Hidayani Saragih, mengusulkan agar dilakukan lebih masif tracing maupun testing terhadap masyarakat untuk peningkatan jumlah swab.

Sebab, ia menilai masih kurang seriusnya stakeholder di 33 kabupaten/kota untuk melakukan pencarian masyarakat yang akan di-swab. 

Bahkan menurutnya orang tanpa gejala yang seharusnya turut di swab juga sulit dilakukan. "Dan kontak erat pasien positif covid, harusnya di-swab, tapi itu tidak optimal dilakukan," ujar Restuti.

Sementara Direktur Utama RSUP Adam Malik Medan, dr Zainal Safri, mengatakan bahwa pihaknya siap melaksanakan peningkatan pemeriksaan sampel swab. 

Hal senada juga disampaikan Direktur RS USU, Dewi Indah Sari, serta anggota Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Handoyo Harsono.

Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus corona.

Mari cegah dan perangi persebaran Covid-19. Tribun Medan mengajak seluruh Tribuners untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat Pesan Ibu: Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga jarak

(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved