6 Rumah 1 Gereja di Sigi Sulteng Dibakar Teroris Ali Kalora, 4 Warga Tewas, 100 Polri TNI Dikerahkan

6 Rumah 1 Gereja di Sigi Sulteng Dibakar Teroris Ali Kalora, 4 Warga Tewas, 100 Polri TNI Dikerahkan

Tayang:
Editor: Tariden Turnip
facebook
6 Rumah 1 Gereja di Sigi Sulteng Dibakar Teroris Ali Kalora, 4 Warga Tewas, 100 Polri TNI Dikerahkan. Puing rumah warga yang dibakar kawanan teroris Ali Kalora di Desa Lembantongoa Sigi Sulteng. 

"Lima saksi yang diinterogasi menyatakan bahwa pelaku kurang ebih 10 orang tidak dikenal, 3 orang membawa senjata api (laras panjang 1 dan 2 senpi genggam)," kata Awi.

Setelah diperlihatkan DPO teroris MIT, Awi mengatakan para saksi yakin identitas tiga orang OTK tersebut adalah teroris kelompok Ali Ahmad alias Ali Kalora.

"Saat ini sudah ada back up kurang lebih 100 orang pasukan dari Satgas Tinombala, Brimob Polda Sulteng dan TNI untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok Ali Kalora tersebut," pungkas Awi.

Sementara Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Gomar Gultom meminta kasus pembunuhan satu keluarga di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), diusut tuntas oleh Kepolisian RI.

“Saya sangat prihatin dengan peristiwa kekerasan yang terjadi di Dusun Lewonu, Desa Lembantongoa, Sulteng, dimana rumah ibadah Bala Keselamatan dan 6 rumah dibakar, 4 warga dibunuh secara sadis.

Saya mengungkapkan belarasa kepada keluarga yang ditinggal dan umat Bala Keselamatan

Peristiwa yang sangat mengenaskan seperti ini mengingatkan kita akan beberapa kejadian berulang yang secara sporadis terjadi di daerah Sulawei Tengah.

Terkait dengan ini saya sangat memohon agar aparat keamanan menuntaskan sisa-sisa kombatan teroris, agar masyarakat bebas dari ancaman teror, khususnya di sekitaran Poso dan Sigi.

Kehadiran negara diperlukan di seluruh pelosok negeri untuk memulihkan rasa aman dalam diri masyarakat.

Saya mengimbau agar seluruh elemen masyarakat tak terpancing dengan kejadian ini dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan.

Saya juga mengimbau masyarakat, khususnya di lokasi kejadian, untuk tetap tenang dan menyerahkan penanganan masalah ini sepenuhnya kepada aparat. Marilah kita semua bahu membahu menciptakan keamanan dan kenyamanan bersama.”

International Christian Concern (ICC) juga mengomentasi pembakaran ini rumah ibadah dan penyerangan ini.

Gina Goh, Manajer Regional ICC untuk Asia Tenggara mengatakan, “ICC berduka atas kematian saudara-saudari Indonesia yang dibunuh secara brutal oleh tersangka teroris. Kami mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk meminta pertanggungjawabannya dan mengadili dia. Tindakan yang tidak masuk akal seperti itu tidak dapat ditoleransi di negara yang membanggakan 'Pancasila,' ideologi negara yang mempromosikan kerukunan dan toleransi beragama. ”

Sebelumnya dua terduga teroris jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dipimpin Ali Kalora; Bojes dan Aziz tewas dalam kontak senjata dengan Satgas Tinombala.

Kapolda Sulteng Irjen Pol Abdul Rakhman Baso mengatakan, kontak tembak itu terjadi di Desa Bolano Barat, Kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved