Tebingtinggi Tenggelam
Dampak Banjir Kota Tebingtinggi, 100-an Warga Mengungsi
BPBD pun telah membangun dapur umum untuk warga memasak makanan sementara waktu.
Penulis: Alija Magribi | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, TEBINGTINGGI - Kepala BPBD Tebingtinggi Wahid Sitorus mengatakan, banjir yang terjadi di Kota Tebingtinggi sejak Sabtu (28/11/2020) dini hari merendam ribuan rumah.
BPBD pun telah membangun dapur umum untuk warga memasak makanan sementara waktu.
Dari data BPBD, ada 46 Lingkungan yang terendam banjir dengan total rumah yang terendam ada 4590 unit.
"Ada 6138 Kepala Keluarga dengan jumlah 25.297 jiwa. Kemudian Pengungsi ada 100 yang tersebar di 56 posko di tiap tiap kelurahan," ujar Wahid dari pesan WhatsApp.
Baca juga: Banjir di Sebagian Wilayah Tebingtinggi, Jalur Medan-Tebingtinggi Macet Sejauh 4 Km
Terkait korban jiwa, Wahid menyebut Belum ada laporan termasuk berapa kerugian materil akibat banjir yang diperkirakan.
"Korban tidak ada, materil masih dihitung," ujar Wahid.
Akibat banjir ini, beberapa minimarket, rumah makan, bank, puluhan pertokoan di sepanjang Jalan Sudirman menghentikan sementara aktivitas jual belinya.
Banjir juga merendam beberapa sekolah seperti di SMA Negeri 4 dan SMP Negeri 6 Kota Tebingtinggi dan kantor pemerintahan di Tanjung Marulak, Kelurahan Rambutan, Kota Tebingtinggi.
Satu titik banjir terparah terlihat di Kampung Semut, Kelurahan Bandar Utama, yang mana permukaan air mencapai ketinggian dua meter lebih. Lokasi rawan banjir ini kebetulan berada di bibir Sungai Padang yang meluap.
Pada banjir kali ini juga, Kompleks Perumahan BP7, Kelurahan Tanjung Marulak yang dikenal sangat langka diterjang banjir, justru turut digenangi air.(alj/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/banjir-ngungsi.jpg)