12 Hari Jelang Pilkada Kota Medan

Bobby Nasution Kaget Ada Warga Medan Hidup Berdampingan dengan Kubangan Hampir 5 Tahun

Calon Wali Kota Medan nomor urut dua Bobby Nasution kaget saat mengetahui fakta warga Jalan Panglima Denai, hidup dekat kubangan selama lima tahun.

Tayang:
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN / HO
Calon Wali Kota Medan nomor urut dua Bobby Nasution blusukan ke Jalan Panglima Denai, Gg Tempirai, Ling 6, Medan Amplas, Jumat (27/11/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Calon Wali Kota Medan nomor urut dua Bobby Nasution kaget saat mengetahui fakta warga Jalan Panglima Denai, Gg Tempirai, Ling 6, Medan Amplas, hidup dekat kubangan selama lima tahun.

Bobby yang blusukan didampingi Ketua Umum Relawan Bobby Nasution (Re-Born) meninjau daerah tersebut dan bertanya kepada warga.

Warga pun langsung mengeluhkan tentang banjir di daerah rumah mereka yang sudah berlangsung lama.

"Banjir Pak Bobby, itulah yang kami keluhkan di sini," kata para ibu-ibu, Jumat (27/11/2020).

Dari situ, Bobby melanjutkan perjalanan. Sampai di ujung gang, kekagetan Bobby datang. Sebab di sana terdapat kubangan bercampur lumpur.

Kondisi kubangan itu berada di depan rumah warga. Dengan memakai sepatu jenis boots, Bobby yang maju di Pilkada Medan dengan pendamping Aulia Rachman, menyusuri jalan.

Kubangan itu memiliki kedalaman semata kaki orang dewasa. Di sisi kirinya terdapat kubangan yang airnya sudah menghijau. Berlumut. Di samping kanannya terdapat rumah kontrakan.

Menurut Amri Daulay, warga setempat, kondisi kubangan itu sudah dirasakan warga kurang lebih hampir 5 tahunan.

Ditambahkannya, ada tiga rumah di gang tersebut yang tak kunjung dihuni karena kondisi kubangan itu.

"Beginilah kondisinya Pak Bobby. Warga harus beraktifitas berdampingan dengan kubangan ini setiap harinya. Penyebabnya karena paret utama di jalan depan itu gak jalan, jadi paret di sini gak bisa ngalir. Alhasil airnya ya seperti ini," ungkap Amri.

Baca juga: Kronologi Ketua FPI Galang Dapat Foto Megawati Gendong Jokowi Hingga Dipenjara, Ini Motifnya

Baca juga: Kenapa Kalian Bunuh Bapakku Itu? Jerit Tangis Anak Rianto Simbolon Pecah Saat Rekonstruksi di Polres

Amri juga mengucapkan terima kasih kepada Bobby yang telah hadir di lingkungan mereka. Masyarakat berharap bila nantinya Bobby Nasution terpilih, bisa segera menyelesaikan permasalahan tersebut.

Bobby melanjutkan perjalanan ke Gg Silian. Kondisi jalan yang berlumpur dan penuh becek juga didapati Bobby ketika blusukan di lokasi ini.

Sampai di depan gang, Bobby mengecek kondisi paret utama. Benar saja, paret di tempat itu tumpat. Airnya tak jalan. Sampah mendominasi permukaan parit.

Setelah itu, calon wali kota nomor urut 2 tersebut meneruskan perjalanan ke Gg Ambai. Kondisi paret yang tersumbat juga didapati Bobby di lokasi ini.

Baca juga: Inilah Sosok Canti Tachril, Calon Istri Adipati Dolken, Ternyata Putri Seorang Konglomerat

Baca juga: Mantan Pacar Maradona Menangis, Tak Diizinkan Melihat Jenazah Sang Legend, Diperlakukan Seperti Fans

Setelah blusukan ke tiga gang tersebut, kepada warga, Bobby menegaskan akan memprioritaskan perbaikan paret di kawasan ini begitu dirinya terpilih jadi Wali Kota Medan.

"Saya janji, kalau amanah menjadi wali kota dipercayakan kepada saya, begitu saya dilantik kawasan ini akan jadi prioritas untuk dibenahi," tegas menantu Presiden Joko Widodo tersebut.

Sementara itu Ketum Re-Born Suwarno, mengungkapkan kondisi lingkungan yang berkubangan tersebut didapati ketika Re-Born mengadakan fogging di kawasan tersebut, Rabu (25/11/2020).

Masih dikatakan Suwarno, beberapa warga menyebut kubangan itu tak pernah kering selama kurang lebih 5 tahun. Bila kondisi ini terus dibiarkan, tentunya akan berdampak pada kesehatan masyarakat, terlebih penyakit kulit.

"Kubangan seperi ini membuat risiko berkembangnya penyakit. Mulai dari penyakit kulit, pernapasan hingga DBD," ujar Suwarno didampingi Bendahara Umum Re-Born M Harahap, Kordinator Wilayah Abu Bakar Nasution, Wakil Sekretaris Umum Siswarno, Ketua DPC Re-Born Medan Amplas Haris dan jajaran pengurus Re-Born lainnya.

Suwarno melanjutkan warga di Gg Tempirai sampai urunan untuk membangun paret supaya air bisa mengalir hingga menimbun jalan. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Agar kondisi seperti ini bisa dibenahi, lanjut Suwarno, ia mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih pada 9 Desember mendatang.

"Jangan golput, mari datang ke TPS. Coblos nomor 2 supaya pembenahan di Medan bisa dilakukan agar berkah kotanya dan sejahtera warganya," pungkas Suwarno.

Jalan Ditutup Gara-gara Sampah

Di tempat terpisah, Bobby Nasution juga menampung keluhan warga di Jalan Masjid Pukat 5, Kelurahan Bantan Timur, Medan Tembung.

Usai menunaikan salat Jumat di Masjid Al Ishlah di Jalan Masjid Pukat 5, warga mengeluhkan gara-gara sampah, ada jalan ditutup di Gang Rambutan yang tak jauh dari masjid tersebut.

Mengetahui hal itu, Bobby Nasution ditemani warga dan relawan Dunsanak, berjalan kaki ke lokasi yang disebutkan oleh warga.

Di situ, calon Wali Kota Medan nomor urut 2 ini melihat, jalan dalam gang ditutup dengan membentangkan seng disangga kayu.

Di sana juga, tampak sampah menumpuk dan mengeluarkan aroma tak sedap. Lalat terlihat beterbangan di sekitar lokasi.

Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution menampung aspirasi masyarakat di Jalan Masjid Pukat 5, Kelurahan Bantan Timur, Medan Tembung, Jumat (27/11/2020).
Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution menampung aspirasi masyarakat di Jalan Masjid Pukat 5, Kelurahan Bantan Timur, Medan Tembung, Jumat (27/11/2020). (TRIBUN MEDAN / HO)

Ustaz Affan Sihite, tokoh agama dan masyarakat sekitar menuturkan, jalan di gang tersebut ditutup sejak tiga bulan terakhir.

"Kita tidak tahu pasti siapa yang menutup jalan ini. Cuma informasinya jalan ini ditutup karena warga atau pengendara motor sengaja melintas di situ hanya untuk membuang sampah," ungkapnya.

Dia mewakili warga, berharap ada solusi dari Bobby Nasution bila nanti diamanahkan menjabat sebagai Wali Kota Medan.

Menjawab itu, Bobby Nasution menyatakan akan kembali melanjutkan program Medan Clean Track yang dihentikan oleh Pemerintah Kota Medan.

"Medan Clean Track ini adalah program pelacakan truk sampah yang dapat diketahui secara real time. Dan dapat mengecek rute apakah truk membawa sampah hingga ke tempat pembuangan akhir.

Program ini pernah ada namun dihentikan oleh Pemko Medan, dan kita tidak tau apa alasannya. Nah, nanti program ini akan kita lanjutkan bila diamanahkan untuk memimpin Medan," terang Bobby Nasution yang berpasangan dengan Aulia Rachman di Pilkada Medan 2020.

(yui/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved