15 Hari Jelang Pilkada Kota Medan
Pengamat Politik: Rendahnya Legitimasi Kepemimpinan Berdampak Pada Pembangunan
Performa para kandidat di pilkada juga menentukan tingkat partisipasi pemilih.
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Juang Naibaho
"Dari usia, usia mudanya itu bisa memberi pengharapan. Kalau saya melihatnya, kalau muda itu kan biasanya progresif, belum terlalu tercemar. Energinya juga masih kuat untuk memperbaiki kota," ujarnya.
Dari akses politiknya pun hubungan Bobby dengan presiden bisa dianggap menguntungkan Kota Medan. Ia mengatakan, akses Bobby bisa menguntungkan, misalnya mempermudah lobi-lobi anggaran.
"Karena kita tahu jatah APBD kota itu terbatas untuk membangun kota. Tetapi untuk membangun kota lebih bagus lagi itu kan membutuhkan dana tambahan. Dana tambahan ini membutuhkan perhatian pusat yang lebih. Dalam hal ini, hubungan Bobby dengan presiden kita bisa anggap menguntungkan. Bisa mempermudah misalnya anggaran-anggaran untuk proyek-proyek nasional yang bisa ditaruh di kota," ucapnya.
Misalnya, kata Faisal, bisa dibandingkan dengan Palembang atau Denpasar, di mana proyek-proyek nasional, bangunan-bangunan prestisius bisa dibangun di Palembang.
"Karena hubungan pemerintah daerah dengan pemerintah pusat itu baik. Dan itu tidak terjadi dalam beberapa periode di Kota Medan," katanya.
(yui/TRIBUN-MEDAN.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/akademisi-uinsu-faisal-riza-1.jpg)