AS Dukung Asia dalam Melindungi Hak Kedaulatannya di Laut China Selatan yang Akan Dikuasai China

Filipina bulan lalu mengumumkan akan melanjutkan eksplorasi minyak dan gas di atau dekat Reed Bank Laut China Selatan

Editor: AbdiTumanggor

TRIBUN-MEDAN.com - Amerika Serikat (AS) mendukung Filipina dan negara-negara asia lainnya  dalam upayanya melindungi hak kedaulatannya di Laut China Selatan.

Dan, siap membantu sekutunya itu jika diserang di perairan yang disengketakan tersebut.

Khusus Filipina, bulan lalu mengumumkan akan melanjutkan eksplorasi minyak dan gas di atau dekat Reed Bank Laut China Selatan, yang terletak di lepas pantai Barat wilayah mereka yang juga diklaim oleh China.

“Itu milik orang Filipina."

"Itu bukan milik beberapa negara lain yang hanya karena mungkin lebih besar dari Filipina mereka dapat mengambil dan mengubah sumber daya orang Filipina."

"Itu salah," tegas Penasihat Keamanan Nasional Robert O'Brien, Senin (23/11/2020), seperti dikutip Channel News Asia.

O'Brien menyampaikan dukungan AS tersebut saat mewakili Presiden Donald Trump dalam acara Senin (23/11/2020) di Departemen Luar Negeri di Manila, tempat dia mengumumkan pemberian rudal dan bom ke militer Filipina.

Kapal induk AS USS Nimitz bersama 4 kapal pengawalnya bertolak ke Laut China Selatan
Kapal induk AS USS Nimitz bersama 4 kapal pengawalnya bertolak ke Laut China Selatan (twitter)

Kelanjutan perjanjian keamanan utama

Dia mengulangi pernyataan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo awal tahun ini: "setiap serangan bersenjata terhadap kapal perang atau kapal umum Filipina di Laut China Selatan akan memicu kewajiban pertahanan bersama kami".

AS dan Filipina memiliki perjanjian pertahanan timbal balik berusia 69 tahun.

Pada Juli lalu, Pompeo meningkatkan serangan Pemerintahan Trump terhadap China dengan menyatakan, Washington menganggap hampir semua klaim maritim Tiongkok di Laut China Selatan tidak sah.

China dengan marah bereaksi dengan menuduh AS menyebarkan perselisihan antara Beijing dan negara-negara tetangga Asia.

Hanya, O'Brien mengungkapkan harapan untuk kelanjutan perjanjian keamanan utama yang memungkinkan pasukan Amerika Serikat untuk berlatih dalam latihan tempur skala besar di Filipina.

Duterte membatalkan Perjanjian Kunjungan Pasukan dengan AS awal tahun ini, tetapi kemudian menunda efektivitas keputusannya itu hingga tahun depan, sebuah langkah yang O'Brien sambut baik. (*)

Karang Subi (Subi Reef), salah satu pulau yang ingin direbut China di Laut China Selatan
Karang Subi (Subi Reef), salah satu pulau yang ingin direbut China di Laut China Selatan (ISTIMEWA)

Baca juga: Amerika Kembali Kirimkan Pasukan Militer ke Laut China Selatan, Jenderal AL AS Diam-diam ke Taiwan

Baca juga: Mencurigakan, Jenderal Bintang Dua Angkatan Laut Amerika Diam-diam ke Taiwan, AS dan Taiwan Bungkam

Artikel ini pernah tayang di Kontan.co.id dengan judul 'China bisa berang, AS dukung Filipina lindungi kedaulatan di Laut China Selatan'

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved