Panen Sorgum dan Penanaman Perdana Tanaman Kelapa Sawit PSR di Sergai

dengan adanya peningkatan dari permintaan sorgum ini otomatis para petani akan menanam sorgum tersebut

Editor: Eti Wahyuni
Tribun Medan
Panen sorgum di Kebun Mendaris B, Kabupaten Serdang Bedagai dan penanaman perdana tanaman kelapa sawit di Kebun Laut Tador, Paya Pinang Group, Kabupaten Batubara Sumatera Utara, Minggu (22/11/2020). Penanaman perdana tersebut merupakan bagian Program Sawit Rakyat (PSR).(TRIBUN MEDAN/HO) 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Paya Pinang Group melaksanakan panen sorgum di Kebun Mendaris B, Kabupaten Serdang Bedagai dan penanaman perdana tanaman kelapa sawit di Kebun Laut Tador, Paya Pinang Group, Kabupaten Batubara Sumatera Utara, Minggu (22/11/2020). Penanaman perdana tersebut merupakan bagian Program Sawit Rakyat (PSR).

Presiden Direktur Paya Pinang Group Kacuk Sumarto mengatakan bahwa perlu adanya upaya pemerintah untuk mempromosikan sorgum sebagai bagian dari alternatif pangan nasional.

"Dengan adanya promosi seperti ini maka sorgum banyak dikenal oleh masyarakat dari kemudian bisa dikonsumsi dan demand atau permintaan terhadap sorgum ini meningkat," ujar Sumarto kepada Tribun Medan, Senin (23/11/2020).

Baca juga: Kebutuhan Sawit Dalam Negeri Meningkat, Harga TBS di Petani Rp 2.000 Per Kilogram

Ia mengaku dengan adanya peningkatan dari permintaan sorgum ini otomatis para petani akan menanam sorgum tersebut karena sudah pasti ada hasil dan pembelinya.

"Panen sorgum dan jagung tersebut diantara peremajaan sawit," ujarnya.

Ia menjelaskan, sorgum dan jagung tersebut untuk memberikan terobosan ketahanan pangan bagi para petani pada saat peremajaan kelapa sawit.

Dengan demikian, di daerah Serdang Bedagai atau mungkin juga di tempat lain tanaman sorgum dan tanaman jagung ini bisa memberikan nilai ekonomi yang sangat baik.

"Yang ditanam adalah tanaman semusim yang mempunyai nilai jual di sekitar lokasi peremajaan kelapa sawit rakyat tersebut," ujarnya.

Ia mengaku kegiatan panen sorgum dan jagung yang dilakukan oleh Paya Pinang ini merupakan bentuk atau fasilitasi yang bisa dipakai para petani untuk belajar menanam sorgum dan untuk mencari bukti bahwa penanaman tanaman sela semusim ini bisa menguntungkan petani dari sisi ekonomi maupun dari sisi teknis budidayanya. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputi II (Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis), Ir. Musdhalifah Machmud, MT, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) R Sabrina, Ketua Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH) Fitrian Ardiansyah dan perusahaan pelaku sawit di Sumut.

"Anggota dan pengurus Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumut juga hadir pada acara itu. Tamu undangan  melakukan panen sorgum dan juga panen jagung sekaligus," katanya.

Diakui Sumarto, pendapat dari beberapa ahli, diantaranya Deputi II Musdhalifah Machmud, MT, menyambut baik inisiatif kerjasama Paya Pinang Group, Gapki Sumut dan BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) dalam mencari upaya untuk mendapatkan ketahanan pangan bagi para petani dan peserta PSR (Program Sawit Rakyat).

Dari sisi para peneliti, menyatakan bahwa penanaman sorgun dan juga penanaman jagung  disarankan untuk sebagai tanaman sela di dalam peremajaan kelapa sawit untuk generasi kedua, ketiga dan seterusnya.

Dari sisi Gapki Sumut menyampaikan pendapat bahwa Gapki sangat mendukung upaya mencari terobosan ini dan akan melakukan kerjasama penelitian untuk pengembangan ketahanan pangan bagi para petani kelapa sawit pada saat peremajaan tidak hanya komoditi jagung maupun sorgum tapi komoditi lainnya seperti halnya singkong, ubi jalar, kedelai dan tanaman semusim lainnya.

Komisaris Utama Paya Pinang Group Nur Asmara Diah juga sangat mendukung upaya upaya di dalam mencari terobosan ketahanan pangan khususnya untuk para petani kelapa sawit di Indonesia.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved