Liga Rencana Digelar Februari 2021, Gomes Desak Manajemen Segera Kumpulkan Pemain

Pelatih berkebangsaan Brasil ini mengaku rindu untuk turun ke Stadion Kebun Bunga melatih Ferdinad Sinaga cs.

Penulis: Chandra Simarmata | Editor: Tommy Simatupang
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Pelatih PSMS Medan Gomes de Oliveira memberikan arahan kepada anak asuhnya sebelum pertandingan uji coba melawan Bintang Kuala FC di Lapangan TGM, Medan, Rabu (30/9/2020). Hasil akhir uji cob tersebut, PSMS Medan berhasil mengalahkan lawannya dengan skor cukup telak 8-0. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gomes de Oliveira sudah merasakan jenuh selama masa libur latihan. Pelatih berkebangsaan Brasil ini mengaku rindu untuk turun ke Stadion Kebun Bunga melatih Ferdinad Sinaga cs. Ia menilai kondisi fisik pemain pasti sudah mengalami penurunan. Ia mengharapkan segera kumpul dengan seluruh pemain awal Desember ini.

Pelatih PSMS Gomes Oliveira mengatakan memang ingin segera tim berjuluk Ayam Kinantan berkumpul kembali. Ia menyatakan jika melihat jadwal Liga 2 yang bakal digulirkan pada bulan Februari 2021, maka timnya masih punya waktu untuk melakoni persiapan.

"Untung saja masih ada waktu untuk perbaiki lagi. Saya selalu bilang kalau yang PSMS butuh diperbaiki pasti kita mau perbaiki. Kita akan bikin PSMS semakin kuat," ujarnya, Senin (23/11).
Mantan pelatih Madura United ini mengatakan masih perlu membenahi skuat PSMS sebelum liga dimulai. Masa libur yang cukup panjang akibat liga ditunda tentu membuat performa skuat berjuluk Ayam Kinantan itu baik secara individu maupun tim turun.

Karena itu jika nantinya skuat PSMS sudah mulai kembali berlatih pada bulan Desember, Gomes mengatakan merancang program yang ekstra. Ia akan menggeber latihan. Gomes mengharapkan anak didiknya tidak kehilangan semangat olahragawan.

"Libur tapi tetap harus terjaga kondisinya. Mereka harus bisa mengatur diri masing-masing,"ujarnya.
Gomes tidak terlalu mempersoalkan apakah para penggawa PSMS selalu rutin mengirimkan video latihan atau tidak. Meski manajemen PSMS mewajibkan para pemain membuat dan mengirimkan video latihan kepada pelatih.

Ia yakin seluruh pemain merupakan pesepakbola profesional tentu akan bisa mengatur dirinya sendiri. Sebab dengan kondisi para pemain dan pelatih yang masih berada di daerahnya masing-masing tentu tidak bisa dikontrol seluruhnya mulai dari aktivitas sehari-hari hingga makanan yang dikonsumsi. (can)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved