Banjir Rendam Tiga Desa di Asahan, Sejumlah Anak Berenang dan Main Sampan, Warga Sebut Sudah Biasa

Tingginya intensitas hujan yang terjadi di Kabupaten Asahan mengakibatkan tiga desa di Kecamatan Tinggiraja, Kabupaten Asahan, terendam banjir.

TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI HARAHAP
Tiga orang anak bermain di lokasi banjir di Kecamatan Tinggiraja, Kabupaten Asahan, Senin (23/11/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Tingginya intensitas hujan yang terjadi di Kabupaten Asahan mengakibatkan tiga desa di Kecamatan Tinggiraja, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, terendam banjir.

Desa yang terendam banjir yakni Desa Piasa Ulu, Desa Terusan Tengah, dan Desa Tinggiraja.

Ketiganya terendam dengan ketinggian air yang berbeda.

Camat Tinggiraja, Ahmad Syaiful Pasaribu menjelaskan banjir terjadi pada Minggu (22/11/2020) dikarenakan hujan lebat yang terjadi.

Kenaikan genangan luapan air terjadi secara variatif wilayah Desa Piasa Ulu, dan di Desa Piasa Ulu, Desa Terusan Tengah dan Desa Tinggi Raja.

Dengan ketinggian air bervariatif sekitar 50 cm sampai 120 cm di atas permukaan tanah dan sekitar 50 cm di dalam rumah.

Namun, hal itu tak dianggap pusing orang sebagian warga. Terlihat beberapa orang warga tengah asyik berenang dan tak menghiraukan rumahnya yang sudah terendam.

Ada pula seorang wanita yang sengaja membawa ban dalam bekas untuk bermain di tengah banjir.

Beda dengan wanita tersebut, seorang warga bernama Anto membuat sampan-sampanan dari pelepah daun sawit untuk anaknya.

"Udah biasa gini, udah sering banjir, jadi diambil pusing lagi," kata Anto yang memangku anaknya.

Lanjutnya lagi, banjir ini dianggapnya sudah seperti tempat wisata yang rutin dikunjungi orang banyak.

"Kalau orang datangi tempat wisata, ini tempat wisata yang datangi kami," ujarnya.

Kasiyem (56) juga merasakan hal serupa dikarenakan rumahnya terendam air hingga selutut orang dewasa. Ia pun ikut memutuskan untuk berendam di perkarangan rumahnya.

Ia duduk sendirian sembari memperhatikan arus air mengalir melintasi badannya.

"Udah basah, ya sekalian ajalah," katanya.

Ia juga mengaku sudah tak mengambil pusing untuk banjir tersebut. Namun ia berharap kepada calon Bupati yang terpilih nantinya agar lebih memperhatikan desanya.

"Kami di sini berharaplah nanti bapak Bupati yang terpilih bisa memperhatikan kami. Kami disini sudah jadi langganan banjir," tutupnya.

(cr2/TRIBUN-MEDAN.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved