Asahan Terkini

Rentan Penyelundupan, Satpol Air Perketat Patroli di Sekitar Perairan Asahan

Satpolair Polres Tanjungbalai memperketat patroli laut di sekitar perairan Asahan untuk mencegah masuknya barang illegal.

TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
BARANG SELUNDUPAN - Petugas satpolair Polres Tanjungbalai memeriksa sejumlah kapal di sekitar perairan Asahan yang menjadi salah satu areal kerap keluar dan masuknya barang selundupan. 

TRIBUN-MEDAN.com, TANJUNGBALAI – Satuan Polisi Air (satpolair) Polres Tanjungbalai memperketat patroli laut di sekitar perairan Asahan untuk mencegah masuknya barang illegal dan narkotika ke Indonesia.

Patroli ini dilakukan secara rutin utuk mengantisipasi jalur perairan Asahan yang merap dijadikan pintu masuknya barang-barang illegal dan naroba ke Indonesia.

Selain itu, perairan ini juga menjadi jalur favorit bagi penyelundupan narkotika, bal pakaian bekas atau monza, hingga penyelundupan orang. Hal ini terjadi karena perairan Asahan menjadi batas akhir dan berdekatan dengan Malaysia melalui jalur laut.

Kasi Humas Polres Tanjungbalai, IPDA Muhammad Ruslan mengaku, Satpolair Polres Tanjungbalai melakukan patroli hingga ke pesisir pantai untuk memastikan tidak adanya barang-barang illegal dan manusia yang diselundupkan ke Indonesia tanpa prosedur.

“Kita ketahui bersama, bahwa perairan Asahan adalah salah satu pintu masuknya penyelundupan hingga tindak perdagangan manusia. Sehingga, kami melakukan patroli rutin di sekitar perairan Asahan,” kata Kasi Humas Polres Asahan, IPDA Muhammad Ruslan, Kamis (9/4/2026).

Katanya, selama patroli dilakukan, belum ditemukan adanya barang illegal yang coba diselundupkan ke Indonesia melalui jalur Kota Tanjungbalai.

“Kapal-kapal yang mencurigakan kami periksa dengan mengecek keseluruhan kapal, kapal yang tanpa nama, hingga kapal-kapal nelayan kecil kami lakukan pemeriksaan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Ia mengaku, selain melakukan patroli, Petugas juga menghimbau kepada para nelayan agar tidak menerima tawaran membawa barang-barang illegal serta narkotika.

“Keluarga nelayan juga kami sambangi untuk menasihati para tulang punggung keluarga agar tidak mencoba-coba membawa barang illegal masuk ke Indonesia. Sebab, hukuman sudah ada di depan mata,” jelasnya.

(cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved