Breaking News

16 Hari Jelang Pilkada Kota Medan

Akhyar-Bobby Saling Cecar soal Anggaran, Pengamat Ekonomi: Realisasi APBD Rendah, Bobby Tak Salah

Menyikapi persoalan anggaran yang mencuat dalam debat publik kedua, pengamat ekonomi dari USU menilai realisasi APBD Kota Medan sangat rendah.

Penulis: Liska Rahayu | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Pengendara melintas tepat di samping baliho unik Debat Panas Pilkada 2020 yang terpasang di Jalan Sudirman, Medan, Sabtu (21/11/2020). Baliho yang bertuliskan Debat Panas Jelang Pilkada Lawak-lawak, dengan dua sosok yang bernama Akhyar dan Bobi. 

TRIBUN-MEDAN.Com, MEDAN - Menyikapi persoalan anggaran yang mencuat dalam debat publik kedua Pilkada Kota Medan 2020 pada Sabtu (21/11/2020), pengamat ekonomi dari Universitas Sumatera Utara (USU) menilai realisasi APBD Kota Medan sangat rendah.

Wahyu Pratomo mengatakan, persoalan anggaran Kota Medan yang mencuat dalam debat publik kedua kemarin, Bobby Nasution tidak salah.

"Tiap tahun, anggaran ditetapkan dalam APBD nilainya Rp 5 triliun lebih, namun realisasinya rendah. Yang optimal hanya untuk belanja rutin saja. Padahal Kota Medan itu banyak sekali layanan publiknya, tapi anggaran juga tidak mampu diserap dengan optimal," kata Wahyu, Senin (23/11/2020).

Kegagalan Pemko Medan mendapat bantuan dari pemerintah pusat, tegasnya, tentunya merupakan kegagalan pemerintah daerah, apalagi jika itu permasalahan penting.

"Jika proposal dibuat ala kadarnya, maka akan kalah oleh daerah lain yang membuat proposal lebih baik. Namanya juga tiap daerah bersaing mendapat dana pusat yang terbatas," katanya.

Dari penampilan dua pasang calon, sambung Wahyu, terlihat berbeda. Paslon nomor urut 1 terlihat elegan menunjukkan birokrat formal.

Sedangkan paslon nomor urut 2, lebih santai yang menunjukkan gaya anak muda yang energik dan tidak menonjolkan formalitas.

Wahyu juga menilai, Medan adalah kota yang perkembangannya sudah jauh tertinggal dibandingkan kota lainnya.

"Sebutan Kota Medan adalah kota terbesar nomor 3 di Indonesia, rasanya sudah tidak benar lagi. Karena secara ekonomi, Kota Medan memiliki PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) yang menunjukkan skala ekonomi Kota Medan nomor 9 saat ini, dibawah 5 kota di DKI, Surabaya, Bekasi, dan Bandung," terangnya.

(yui/TRIBUN-MEDAN.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved