Uang Raib Rp 120 Juta, Korban Investasi Bodong Tak Pulang ke Rumah, Ikut Dikejar-kejar Member Lain
Pimpinan investasi bodong Bintang Maha Wijaya (BMW) Cash membawa kabur uang anggota senilai Rp 60 miliar. Rumah Orangtua pelaku nyarus dibakar
TRIBUN-MEDAN.com,KISARAN-Mursalan Hidayah geram tak karuan.
Uang Rp 120 juta miliknya raib dibawa Sugianto alias Anto, pimpinan investasi bodong Bintang Maha Wijaya (BMW) Cash.
Gegara masalah ini, Hidayah mengaku tak berani pulang ke rumahnya di Kota Siantar.
Dia mengaku turut dikejar-kejar member lain yang sudah menyetorkan uang kepada dirinya.
Baca juga: Keluarga Sugianto, Pemilik Investasi BMW Cash Mendadak Hilang
"Yang bikin meriang itu kami diadu domba. Mereka bilang bahwa leader ada menerima uang," kata Hidayah, di kediaman Anto yang berada di Dusun VII, Desa Punggulan, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan, Jumat (13/11/2020) dinihari.
Hidayah mengatakan, dalam kasus investasi bodong ini, dia sempat menjadi leader.
Adapun tugas leader mencari calon anggota lain.
Saat pertama kali bergabung, Hidayah tak curiga dengan Anto.
Dia mengira bahwa investasi ini akan membawa keuntungan bagi dirinya dan anggota lain.
Baca juga: Akhirnya Istri Polisi Jadi Tersangka Arisan Bodong,17 Emak-emak Melapor Penipuan Investasi Bodong
"Banyak member kami yang susah. Bahkan sampai ada yang jual rumah, jual mobil dan meminjam ke bank," kata Hidayah.
Jika dikalkulasikan, sambung Hidayah, uang yang digondol Anto mencapai Rp 60 miliar.
Maka dari itu, dia bersama korban lain ramai-ramai mendatangi rumah orangtua Anto di Dusun VII, Desa Punggulan, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan.
Mereka berharap Anto bisa bertanggungjawab.
"Dia (Anto) mengiming-imingi kami keuntungan satu persen.
Namanya manusia, pasti kan mau untung," kata Hidayah.
Baca juga: Korban Investasi Bodong Modus Arisan Melapor ke Polrestabes Medan, Kerugian Ratusan Juta
Sialnya, bukannya malah mendapat untung, para anggota malah buntung.
"Kami datang mau mencari dia (Anto)," kata Hidayah.
Sementara itu, para korban yang merasa geram nyaris membakar rumah orangtua Anto, Jumat (13/11/2020) dinihari.
Mereka sempat menyiramkan bensin dari botol bekas air mineral yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
Karena Anto tidak berada di rumah, ibunya bernama Suarti (60) jadi pelampiasan korban.
Suarti yang sudah uzur sempat disenggak-senggak.
Para korban ngotot minta Suarti menghadirkan Anto.
Baca juga: Investasi Bodong Berkedok Tawarkan Sembako dan Gula Dibongkar Polisi, Sempat Raih Omzet Rp 15,6 M
"Dia (Anto) enggak ada di rumah," kata Suarti gemetaran. Pada dinihari itu, polisi yang mendapat informasi lantas menyambangi lokasi kejadian.
Polisi sempat mengajak korban bernegosiasi.
Keluarga Jadi Jaminan
Aksi amuk korban penipuan investasi bodong BMW Cash di rumah orangtua terduga pelaku Sugianto alias Anto akhirnya mereda.
Polisi yang datang ke lokasi berhasil mengajak para korban bernegosiasi.
Pada Jumat (13/11/2020) dinihari itu, polisi menyarankan warga agar membuat laporan.
Baca juga: Jebolan Indonesia Idol Ayla Zumella Dilaporkan Investasi Bodong Modus Arisan, Ini Penjelasannya
"Kami mau keluarganya membuat jaminan. Kalau tidak ada jaminan, kami tidak akan pergi," kata sejumlah korban.
Mendengar tuntutan itu, keluarga pelaku akhirnya setuju.
Mereka menjadi penjamin bagi Sugianto alias Anto.
Adapun yang menjaminkan Anto adalah Supri (66) dan Suarti (60), keduanya ayah dan ibu kandung pelaku.
Lalu Lina (42) dan Ira (38), kakak dan adik kandung pelaku.
Baca juga: TERBARU Investasi Bodong MeMiles, Polisi Jadwal Periksa Keluarga Cendana,Kapolda Bilang Dapat Reward
"Kalau dia (Anto) datang dan memberikan kami Rp 1 miliar, sebenarnya selesai masalah ini.
Tapi dia malah tidak muncul dan menghilang," kata salah satu korban.
Dalam kasus ini, ada 1.000 anggota yang tertipu.
Mereka menyetorkan uang dengan nilai bervariasi.(cr2/ind)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mursalan-hidayah-warga-pematangsiantar-korban-bmw.jpg)