Mengenal Sosok Vivi Ferdiah Ningsih, Mahasiswi Unimed yang Terpilih Jadi Duta GenRe 2020

Vivi Ferdiah Ningsih atau akrab dipanggil Vivi terpilih sebagai Duta GenRe 2020 pada pemilihan yang digelar Oktober 2020 lalu.

HO / TRIBUN MEDAN
Vivi Ferdiah Ningsih 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Vivi Ferdiah Ningsih atau akrab dipanggil Vivi terpilih sebagai Duta GenRe 2020 pada pemilihan yang digelar Oktober 2020 lalu.

Program GenRe adalah program dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk remaja agar remaja di Indonesia termasuk Sumatera Utara memiliki hidup yang berkualitas dengan perencanaan yang baik. 

GenRe merupakan wadah untuk mengembangkan karakter bangsa karena mengajarkan remaja untuk menjauhi Pernikahan Dini, Seks Pra Nikah dan NAPZA guna menjadi remaja tangguh dan dapat berkontribusi dalam pembangunan serta berguna bagi nusa dan bangsa. 

"Duta GenRe yang terpilih akan bergabung di Forum GenRe Sumatera Utara. Program yang dijalankan seputar sosialisasi. Tapi karena saya terpilih sebagai juara 1, saat ini tengah persiapan untuk mengikuti ajang nasional," kata Vivi, Sabtu (14/11/2020). 

Sebelum mendaftar Duta GenRe, ia dan peserta lainnya diminta untuk membuat program. Program yang ditawarkan akan direalisasikan saat terpilih menjadi Duta GenRe.

"Jadi setelah dipilih, kami menjalankan program yang sudah kami tawarkan sebelumnya. Untuk nasional ini saya membawa dua program yaitu Genrangers Collaboration dan Tak Terbatas," katanya. 

Genrangers Collaboration adalah program yang dibuat dimana ia akan mengajak komunitas lain untuk berkolaborasi dengan GenRe untuk menyebarkan virus-virus GenRe supaya lebih cepat ditangkap oleh banyak kalangan. 

"Tiga isu (Pernikahan Dini, Seks Pra Nikah dan NAPZA )yang kita kembangkan sangat penting apalagi sebentar lagi kita akan menerima bonus demografi. Kalau misalnya kita sebagai generasi muda enggak menyiapkan diri dari sekarang, nantinya malah jadi bencana demografi bukan bonus demografi. Kehadiran GenRe untuk membantu mempersiapkan itu semua sehingga nantinya terwujud Generasi Emas Indonesia 2045," katanya.

Sedangkan Tak Terbatas merupakan program yang dihadirkan Vivi untuk memberikan pemahaman kepada difabel seluruh usia bahwa kreativitas itu tanpa batas. 

"Disable is able. Melalui Tak Terbatas, kita berbagi motivasi bahwa kita semua sama, punya hak yang sama. Jadi disabilitas itu sebenarnya bukan sebuah halangan untuk kita bisa berkreativitas," katanya.

Selain itu nantinya akan ada kegiatan juga seperti podcast dengan orang-orang difabel, bersama-sama menceritakan perjalanan kehidupan mereka dan hal-hal yang membuat mereka bertahan.

Harapannya podcast ini bisa menjadi inspirasi juga untuk orang-orang yang mendengarkan. 

Ia mengatakan kedua program ini sedang berjalan. Ia menerima respon yang baik dan beberapa komunitas sudah mau bergabung. 

"Aku ikut GenRe karena aku memang tertarik dengan kegiatan sosial. Aku pikir jika ingin menyampaikan pesan pada seseorang, sebaiknya kita juga sudah harus melakukannya terlebih dulu dan menjadi Duta GenRe adalah salah satu cara supaya kita didengar," katanya. 

Ia mengatakan pemilihan Duta GenRe ini melewati babak panjang. Pertama saat dilakukan audisi langsung ada sekitar 200 peserta. Ada juga dari perwakilan kabupaten/kota. Dari sana terpilih lah 50 finalis menjadi 25 pasang putra dan putri.

"Kemudian kami di karantina. Kami diberikan materi kepribadian, Public Relation, penilaian bakat, dan sebagainya. Pada hari puncaknya kita masuk Top 10 lalu Top 5 dan terpilih jadi Duta GenRe," katanya. 

"Jujur saat terpilih masuk lima besar bersama peserta lainnya aku lihat mereka benar-benar keren dan berkualitas. Sempat lihat social media peserta lain juga, aku lihat memang mereka 'bukan kaleng-kaleng' lah kalau istilah orang Medan. Tapi itu jadi penguat diri sendiri juga gimana caranya memberikan yang terbaik karena yang berjuang bukan aku sendiri," katanya. 

Setelah terpilih mahasiswi jurusan Bahasa Jerman di Universitas Negeri Medan ini mengatakan senang karena ini merupakan persiapan yang sudah dilakukannya selama dua tahun. Vivi mengikuti ajang ini untuk kedua kalinya. Sebelumnya ia sudah mengikuti ajang serupa pada 2019. 

"Perjuangan selama dua tahun itu akhirnya bisa dibalas dengan hasil yang sangat maksimal. Tentunya senang, tapi ada perasaan yang juga jadi aku memikul tanggungjawab yang besar yang akan dijalankan satu tahun ke depan termasuk mewakili Sumut ke ajang nasional. Ini sedang genting persiapan bahkan belum sempat euforia tapi ya dinikmati saja semua," imbuhnya sambil tertawa. 

Untuk ke ajang nasional, ia mempersiapkan diri dengan menjalankan program-program yang sudah diunggulkan. Ia juga mengikuti pelatihan dan mengisi diri dengan banyak membaca untuk menambah pengetahuan. 

"Ke depannya aku akan fokus untuk kegiatan GenRe, ikut pemilihan ini bukan hanya sekadar untuk mencari selempang terus pulang. Enggak gitu, kita akan terus melakukan kegiatan yang memberikan kontribusi positif kepada Sumut," katanya. 

Ia berpesan agar para remaja bisa menyusun rencana hidup dan punya tujuan yang akan dicapai. Vivi berharap anak muda jangan bertahan hanya di zona nyaman. 

"Jangan asal-asalan untuk sesuatu yang menyangkut hidup kita. Jadi kita buat tujuan lalu direncanakan bagaimana mencapai tujuan itu. Jangan kelamaan di zona nyaman, memang enak sih kuliah pulang, kuliah pulang. Tapi ikut kegiatan itu penting untuk branding diri kita dan juga ikutan kegiatan diluar kampus itu seru, bisa punya kenal orang baru, teman baru, dan waktu kita lebih bermanfaat," katanya.

Hidup Seimbang

Vivi mengatakan sangat penting bagi remaja untuk punya sikap mudah menyesuaikan diri dan bisa membagi waktu dengan skala prioritas. Anak muda harusnya bisa membagi waktu dan menyeimbangkan antara kuliah, aktif kegiatan di luar kampus, dan istirahat. 

"Sebenarnya kalau kuliah saja juga enggak ada salahnya tapi bagus untuk kita bisa berkegiatan di luar untuk menambah pengalaman dan melatih diri untuk kehidupan kita selanjutnya. Karena sangat penting bagi anak muda bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan. Tapi semuanya harus seimbang," katanya

Kata Vivi dengan banyak bertemu orang baru juga menjadi salah satu cara agar bisa mengenali potensi diri. Menurutnya dengan punya banyak teman kita bisa dapat masukan dari orang-orang yang mengenal dan bisa menilai diri kita.

"Memang rata-rata kita adalah orang yang malas untuk masuk ke lingkungan baru kadang juga karena malu, enggak berani bicara. Tapi caranya untuk bisa ya berlatih karena enggak ada yang instan di dunia ini. Kita latihan mengenali diri passion kita apa, bisanya apa, aktif di berbagai kegiatan jadi saat yang tepat untuk mengenal diri kita," katanya.

Ia berpesan buatlah hidup kita berharga dengan berencana. Jadilah muda yang bahagia dan tua yang sejahtera. 

"Tak dipungkiri memang godaan di luar sana pasti ada, misalnya teman-teman yang mengajak main-main, nongkrong, jalan sana sini. Saat kita punya keinginan untuk lebih baik, kita harus berani menolak godaan-godaan," katanya. 

Bukan hanya godaan, perasaan insecure yang jadi alasan untuk hanya melihat keterbatasan dan kekurangan juga harus dilawan. 

"Melihat orang yang sepertinya lebih baik, kita merasa jadi kecil sendiri. Padahal seharusnya orang-orang itu jadi motivasi untuk kita jadi berusaha lebih untuk diri kita sendiri, bukan malah membuat kita merasa down. Jadi kita harus coba biar kita tahu," pungkasnya.

(sep/tribun-medan.com)

Biofile

Nama : Vivi Ferdiah Ningsih
TTL: Rantau Prapat. 06 Agustus 1999
Pendidikan: Fakultas Bahasa dan Seni, Jurusan Bahasa Asing Prodi Pendidikan Bahasa Jerman Unimed
Prestasi:
- Finalis Duta GenRe Sumut 2019
- Finalis Duta Bahasa Sumut 2018 
- Konigin Oktoberfest Unimed 2017
- Duta Wisata III Kabupaten Labuhan Batu Utara
- Dokter Remaja Kecamatan Merbau
- Juara 1 Puisi Jambore TTG Sumut
- Juara 1 Pidato Dokter Remaja Labuhan Batu Utara
- Juara 1 Puisi Karang Taruna Labura 
- Juara 3 Paduan Suara Mars Labura
Orang tua: Sunarto dan Ponisa.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved