Sudah Kalah Melawan Joe Biden di Pilpres AS 2020, Trump Malah Dikabarkan Akan Diceraikan Melania
Melania menghitung setiap menitnya sampai dia berhasil keluar dari Gedung Putih dan bercerai dengan Trump.
TRIBUN-MEDAN.COM - Seorang mantan pejabat Gedung Putih mengklaim bahwa Ibu Negara Amerika Serikat ( AS) Melania Trump berencana mengakhiri "pernikahan transaksional"-nya selama 15 tahun dengan Presiden AS Donald Trump usai kekalahan suaminya itu di ajang pilpres.
Trump dan Melania. (MANDEL NGAN / AFP)
Melansir Daily Mail, Melania menghitung setiap menitnya sampai dia berhasil keluar dari Gedung Putih dan bercerai dengan Trump.
Mantan Direktur Komunikasi Gedung Putih untuk Hubungan Publik, Omarosa Manigault Newman mengatakan bahwa alasan Melania enggan pergi selama Trump menjabat karena Trump dapat menemukan cara untuk bisa 'menghukumnya'.
Selain Daily Mail, media terkemuka seperti The Sunday Times juga mengangkat isu ini.
Terlepas dari rumor yang beredar itu dan momen 'dingin' keduanya di depan umum, Melania mengeklaim bahwa dia memiliki 'hubungan hebat' dengan suaminya.
Trump sendiri selalu menegaskan bahwa hubungannya dengan Melania bahkan tidak pernah diwarnai perselisihan.
Kembali pada pemilihan presiden 2016 silam, Melania Trump sempat terkenal dengan rumor yang mengatakan bahwa dia menangis ketika suaminya menang.
Seorang teman dekat Melania mengatakan tangisannya karena wanita itu berharap Trump tidak pernah memenangkan kursi kepresidenan.
Sebelum pindah ke Washington, Melania masih berada di New York selama 5 bulan, diduga karena putranya dengan Trump, Barron perlu menyelesaikan masa studi di sana.
Namun, dugaan itu berbeda dengan klaim mantan ajudan bernama Stephanie Wolkoff yang mengatakan bahwa Melania pada saat itu sedang merundingkan perjanjian pasca pernikahan untuk memberi Barron warisan yang setara dari kekayaan Trump.
Minta Terima Kekalahan Pilpres 2020
Sebelumnya, Mantan istri Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Ivana Trump mendesak agar mantan suaminya itu mau mengakui kemenangan Biden dan melanjutkan hidup.
Ivana adalah istri pertama presiden Trump sekaligus ibu dari 3 anak tertua Trump, Donald Trump Jr, Eric Trump dan Ivanka Trump.
Melansir People, Senin (9/11/2020), Ivana memberikan reaksinya terhadap sikap Trump yang enggan menerima hasil pemilihan dan menyerah.
"Dia bukan pecundang yang baik," kata Ivana soal Trump, "Dia tidak suka kalah jadi dia akan melawan, melawan dan terus melawan."
Ivana juga berharap Trump akan segera menghadapi kenyataan dan tidak mengambil tindakan hukum di negara-negara bagian medan pertempuran yang dimenangkan penantangnya, Joe Biden.
Ivana mengatakan, "Dia harus pergi dan mengakui kekalahannya," dia juga menambahkan, "Saya hanya ingin semua ini berakhir, bagaimanapun caranya, saya benar-benar tidak peduli."
Presiden Trump memang menolak untuk mengakui hasil kemenangan Biden dengan perolehan suara elektoral sebanyak 290, melebihi angka minimal 270 yang disyaratkan.
Trump menuduh tanpa dasar bahwa pihak Demokrat yang diwakili Biden melakukan tindakan penipuan dan kecurangan pemilihan.
Dia menuduh Demokrat 'telah mencuri' pemilihan darinya dan ribuan surat suara telah dipalsukan untuk mendukung Biden.
Ivana perkirakan karier Donald Trump di politik akan berakhir
Kalah pilpres bukan berarti menghentikan Trump untuk berkarier lebih lanjut di dunia politik, namun menurut mantan istrinya itu, karier Trump di dunia politik akan segera berakhir.
"Saya rasa dia tak punya pilihan," ujar Ivana, "Dia akan pergi ke Palm Beach dan bermain golf, menjalani kehidupan normal, sepertinya. Ini adalah pilihan terbaik baginya."
"Dia benci kalah, itu yang saya yakini. Tapi kan dia kalah, itu artinya ya dia kalah. Dia punya banyak uang, tempat untuk ditinggali dan menikmati hidupnya."
Adapun tentang ketiga anaknya yang dekat bersama Trump, Ivana merasa mereka baik-baik saja dan tak sabar melihat mereka keluar dari Gedung Putih bersama Trump.
"Saya pikir mereka menikmati [diri mereka] berada di sekitar Donald dan mengikuti pemilihan dan melihat apa yang akan terjadi, tapi sekarang, terima kasih Tuhan, sudah berakhir," kata Ivana.
"Saya tidak begitu yakin apa yang akan mereka lakukan. Saya hanya ingin mereka bisa menjalani kehidupan normal mereka. Bukan kehidupan Washington dan sebagainya, hanya di New York atau di mana pun mereka akan berada dan hanya menjalani kehidupan normal mereka," pungkas Ivana.
Ivana Zelnickova kelahiran Ceko menikah dengan Donald Trump pada tahun 1977 dan bercerai pada tahun 1992.
Trump kemudian menikah dengan Marla Maples, dan mereka bercerai pada tahun 1999. Enam tahun kemudian, Trump menikah dengan model kelahiran Slovenia Melania Knauss, ibu negara AS saat ini.
Melania Trump Bujuk Suaminya untuk Terima Kemenangan Joe Biden
Orang-orang di lingkaran Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai terpecah karena penolakan Trump terhadap hasil pemilihan presiden 2020.
Sebelumnya, Jared Kushner, menantu laki-laki presiden Trump sekaligus penasihat senior telah meminta Trump untuk menerima kemenangan Joe Biden-Kamala Harris.
Kini, melansir CNN, Senin (9/11/2020) Ibu Negara Melania Trump juga meminta suaminya untuk menerima hasil pemilihan presiden, yang artinya menerima kemenangan lawan.
Sayangnya, pendapat Kushner dan Melania berbeda dengan pendapat anak-anak laki-laki Trump yang sudah dewasa.
Semua anak laki-laki Trump mendukung ayahnya dan sekutu-sekutu mereka untuk terus melawan dan berjuang.
Dua putra Trump, Donald Trump Jr dan Eric, telah mendesak sekutu-sekutu mereka untuk terus melawan dan mendorong anggota Partai Republik serta para pendukung untuk menolak hasil pilpres di muka publik.
Tim kampanye Trump berencana melakukan serangan kilat, meski tidak didukung oleh bukti apa pun sampai saat ini, bahwa masa jabatan kedua Trump telah 'dicuri' darinya melalui penghitungan suara yang korup di negara-negara bagian medan pertempuran.
Setidaknya, kabar itu didapatkan oleh CNN dari 3 sumber anonim pada Minggu malam (8/11/2020).
Dua putra Trump memang terkenal sangat mendukung ayah mereka. Selain mendukung sang ayah, sebelumnya mereka juga terkenal telah menyebar sejumlah besar informasi sesat.
Sebelum pemilihan berlangsung, Twitter sempat membatasi akun Donald Trump Jr karena memberikan informasi yang salah terkait hidroksikloroquin.
Donald Trump Jr juga pernah mengatakan bahwa jumlah kematian akibat Covid-19 'hampir tidak ada'.
Di dalam wawancaranya bersama Fox News yang dikutip CNN misalnya, Trump Jr mengatakan, "Saya memeriksa data CDC karena saya terus mendengar adanya infeksi baru," dia lalu melanjutkan, "Tetapi saya seperti, 'Loh, kenapa mereka tidak berbicara soal angka kematian?' Oh, ternyata karena jumlahnya hampir tidak ada."
Ucapannya jelas suatu pernyataan atau informasi yang salah. Kenyataannya, lebih dari 240.000 orang di AS meninggal karena virus corona.
Seperti Trump Jr, Eric Trump juga membuat klaim palsu yang menyesatkan tentang beberapa topik. Satu di antaranya, Eric pernah menegaskan bahwa salah satu pencapaian sang ayah adalah menyelamatkan 'Kekristenan'.
Dia juga men-twit video yang secara keliru mengklaim bahwa Biden menggunakan teleprompter, alat bantu baca teks, selama wawancara dan mengklaim secara salah bahwa Barack Obama tidak pernah mengunjungi Chicago selama menjabat sebagai presiden.
Selain klaim-klaim tak berdasar itu, Eric Trump juga mengklaim bahwa banyak surat suara di New York telah dikirim ke pemilih yang diisi sebelumnya untuk memilih Biden.
(*)
Tautan Artikel Kompas.com:Mantan Istri Trump, Ivana Minta Presiden AS Itu Terima Kekalahannya di Pilpres Melania Trump Bujuk Suaminya untuk Terima Kemenangan Joe Biden dan Menantu Trump Dekati Mertuanya agar Mengakui Kemenangan Joe Biden dan Kalahh Pilpres AS, Trump Dirumorkan Akan Diceraikan Melania
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/melania-trump-saat-bersalaman-dengan-presiden-rusia-vladimir-putin_20180719_120439.jpg)