BEREDAR Rumor Donald Trump Ceraikan Istri Melania Gara-gara Kalah Pemilihan Presiden Amerika
Donald Trump harus lengser dari kursi Kepresidenan usai dirinya kalah telak dari Joseph Robinette Biden Jr. atau Joe Biden.
BEREDAR Rumor Donald Trump Ceraikan Istri Melania Gara-gara Kalah Pemilihan Presiden Amerika
TRIBUN-MEDAN.com -
Saat ini sosok Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memang tengah menjadi sorotan usai dirinya kalah dalam Pilpres AS 2020.
Trump harus lengser dari kursi Kepresidenan usai dirinya kalah telak dari Joseph Robinette Biden Jr. atau Joe Biden.
Kekalahannya terjadi lantaran Biden mendapatkan suara sekitar 290 dan Trump hanya mendapatkan 214 suara.
Baca juga: SAMSUNG TERBARU Hari Ini, Bocoran Galaxy M21s Versi Baru, Lihat Harga dan Bedanya dengan M21
Tidak hanya lantaran kekalahannya di Pilpres AS kini Trump disoroti kembali lantaran di rumorkan akan menceraikan sang istri.
Baca Juga: Habib Rizieq Dikabarkan Kembali ke Indonesia, Pihak Soetta: Kami Harap Penjemputan dalam Batas Wajar
Rumor ini beredar usai seorang mantan pejabat Gedung Putih mengeklaim bahwa Ibu Negara Amerika Serikat ( AS) Melania Trump berencana mengakhiri "pernikahan transaksional"-nya.
Padahal pernikahan tersebut telah dibangun selama 15 tahun dengan Presiden AS Donald Trump usai kekalahan suaminya itu di ajang pilpres.
Melansir Daily Mail, Melania menghitung setiap menitnya sampai dia berhasil keluar dari Gedung Putih dan bercerai dengan Trump.
Baca juga: Akhirnya Letkol Dwison Evianto Dicopot dari Jabatan Dandim, Dilaporkan Ayu Intan, Merasa Terhina
Baca juga: Curhat Seorang Wanita, Karyawati Dilecehkan Bos Malam Hari, Istri dan Anak Pelaku Tinggal Serumah
Mantan Direktur Komunikasi Gedung Putih untuk Hubungan Publik, Omarosa Manigault Newman mengatakan bahwa alasan Melania enggan pergi selama Trump menjabat karena Trump dapat menemukan cara untuk bisa 'menghukumnya'.
Selain Daily Mail, media terkemuka seperti The Sunday Times juga mengangkat isu ini.
Terlepas dari rumor yang beredar itu dan momen 'dingin' keduanya di depan umum, Melania mengeklaim bahwa dia memiliki 'hubungan hebat' dengan suaminya.
Trump sendiri selalu menegaskan bahwa hubungannya dengan Melania bahkan tidak pernah diwarnai perselisihan.
Kembali pada pemilihan presiden 2016 silam, Melania Trump sempat terkenal dengan rumor yang mengatakan bahwa dia menangis ketika suaminya menang.
Seorang teman dekat Melania mengatakan tangisannya karena wanita itu berharap Trump tidak pernah memenangkan kursi kepresidenan.
Sebelum pindah ke Washington, Melania masih berada di New York selama 5 bulan, diduga karena putranya dengan Trump, Barron perlu menyelesaikan masa studi di sana.
Namun, dugaan itu berbeda dengan klaim mantan ajudan bernama Stephanie Wolkoff yang mengatakan bahwa Melania pada saat itu sedang merundingkan perjanjian pasca pernikahan untuk memberi Barron warisan yang setara dari kekayaan Trump.
Baca juga: Akhirnya Letkol Dwison Evianto Dicopot dari Jabatan Dandim, Dilaporkan Ayu Intan, Merasa Terhina
Baca juga: SAMSUNG TERBARU Hari Ini, Bocoran Galaxy M21s Versi Baru, Lihat Harga dan Bedanya dengan M21
5 Program Joe Biden, Termasuk Legalisasi Ganja
Kalahkan suara Donald Trump, Joe Biden terpilih jadi Presiden Amerika Serikat (AS).
Kalahnya Donald Trump dan terpilihnya menjadi Presiden AS, kini janji-janji Joe Biden pun harus ditepati untuk rakyatnya.
Salah satu dari janji-janji Joe Biden lainnya, yakni Joe Biden melegalkan ganja hingga Joe Biden melindungi kaum LGBT.
Dikutip dari BBC, berikut 5 poin penting soal program Joe Biden:
1. Tes Masal Virus Corona
Joe Biden siap menggelar tes masal Virus Corona secara gratis di AS.
Cara ini, meniru China, dianggap paling efektif untuk memutus peredaran Corona di AS yang memang cukup parah.
2. Naikkan Upah Minimum
Joe Biden akan menerapkan cara yang juga dilakukan pemerintah Indonesia untuk mengangkat ekonomi setelah dihantam pandemi Corona.
Caranya, dengan meminjamkan dana segar ke pelaku UMKM dan bantuan tunai langsung ke keluarga.
Joe Biden juga mengaku mendukung penuh usulan menaikkan upah minumum di AS, menjadi 15 dolar AS per jam, kebijakan yang tentu disukai oleh kalangan muda di AS.
3. Lawan Rasisme
Joe Biden memanfaatkan isu yang tengah dihadapi Trump saat ini : rasisme.
Ya, Donald Trump dimusuhi lantaran tak tegas dengan banyaknya insiden rasialis di AS saat ini.
Joe Biden mengakui rasisme masih ada di AS.
Untuk mengatasinya, ia berjanji pemerintah akan menyediakan program peningkatan ekonomi bagi warga minoritas.
Baca juga: Kabid Dishub Pemko Binjai Dilaporkan ke Bawaslu
Baca juga: Peringati HKN Ke-56, Dinkes Sumut Kampanye 3M dan Cek Kesehatan Gratis di Lapangan Merdeka
Ia menjanjikan adakan lahan bisnis dan ladang pekerjaan bagi para warga minoritas dan kaum imigran.
Dalam 100 hari pertama, ia berjanji akan menghapus program Donald Trump soal perbatasan Meksiko.
Serta, larangan masuk untuk warga negara dari sejumlah negara mayoritas muslim.
4. Lindungi LGBT, Legalisasi Ganja
Satu hal dari program Joe Biden adalah peniadaan diskriminasi, alias menyamaratakan hal semua warga negara tanpa kecuali.
Di sini, Joe Biden menegaskan posisinya juga untuk kaum LGBT.
Joe Biden menyatakan mendukung persamaan hak semua kalangan, termasuk sama rata sama hal bagi kaum LGBT.
Joe Biden juga menjanjikan untuk menghapus hukum terhadap ganja sebelumnya, serta meniadakan hukuman mati.
Pendekatan Biden untuk LGBT ini tentu saja strateginya untuk mengalahkan Trump.
Dilansir New York Times, isu bahwa Trump kerap menyudutkan hak kaum LGBT, sudah menjadi rahasia umum di Amerika Serikat.
5. Memperbaiki Hubungan Luar Negeri
Joe Biden mengatakan akan fokus untuk memperbaiki masalah dalam negeri AS terlebih dulu.
Tapi, dia menyatakan, Amerika Serikat akan memperbaiki hubungan dengan NATO, yang dirusak oleh arogansi dan kesombongan Donald Trump.
Presiden Jokowi Beri Selamat
Kemenangan Joe Biden sebagai presiden Amerika baru membuat para pemimpin negara mengucapkan selamat, termasuk Presiden Jokowi dan PM Benyamin Netanyahu.
Presiden Joko Widodo mengucapkan selamat kepada Joe Biden dan Kamala Harris yang resmi memenangkan Pilpres Amerika Serikat (AS).
Jokowi menyampaikan ucapan selamat lewat akun media sosialnya, Minggu (8/11/2020).
"Selamat Joe Biden dan Kamala Harris atas pemilu yang bersejarah. Perubahan besar ini adalah refleksi dari harapan terhadap demokrasi," tulis Jokowi.
Jokowi pun berharap kerja sama antara Indonesia dan AS semakin erat ke depannya dan dapat membawa manfaat besar bagi rakyat Indonesia dan AS.
"Tak sabar untuk bekerja sama dengan kalian dalam rangka memperkuat kerja sama Indonesia-Amerika Serikat di sektor ekonomi, demokrasi dan multilateralisme, untuk kemaslahatan bagi rakyat Indonesia dan Amerika Serikat," lanjut Jokowi.
Joe Biden dipastikan melenggang ke Gedung Putih dengan 290 suara elektoral yang diraihnya sejauh ini di pilpres AS (pemilihan presiden Amerika Serikat), mengakhiri kepemimpinan 4 tahun Donald Trump.
Kemenangan Joe Biden diberitakan oleh media-media ternama AS seperti CNN, NBC News, dan CBS News.
Dengan hasil ini Joe Biden menjadi presiden tertua di AS.
Eks wapres Barack Obama selama 2 periode itu bakal berusia 78 tahun saat dilantik tahun depan.
Kemudian Kamala Harris yang merupakan senator dan mantan jaksa agung California, akan mengukir sejarah sebagai wanita kulit hitam pertama yang duduk di kursi nomor 2 Gedung Putih.
Ucapan selamat dari PM Israel
Dikutip Wartakota dari Twitter, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menunggu 12 jam sebelum memberi selamat kepada Biden dan Harris atas kemenangan mereka, menunjuk pada hubungan pribadinya yang panjang dan hangat dengan presiden terpilih dan menggambarkannya sebagai "teman baik Israel."
Segera setelah itu, dia berterima kasih kepada presiden yang akan keluar Donald Trump "atas persahabatan yang Anda tunjukkan pada negara Israel dan saya secara pribadi, karena mengakui Yerusalem dan Golan, untuk membela Iran, untuk perjanjian perdamaian bersejarah dan untuk membawa aliansi Amerika-Israel. ke ketinggian yang belum pernah terjadi sebelumnya. "
Perdana Menteri pengganti Benny Gantz memberi selamat kepada Biden dan Harris sebelumnya di Twitter, sambil juga berterima kasih kepada Trump atas kepemimpinannya yang berani di Timur Tengah.
Baca juga: BOCOR Video Tak Pantas Kapten Timnas Rusia Artem Dzyuba dan Sontak Viral
"Saat hasil pemilihan menjadi final, saya menyampaikan ucapan selamat yang tulus kepada Joe Biden, pendukung lama dan teman Israel, dan pasangannya Kamala Harris, yang telah mengukir sejarah sebagai wanita pertama yang terpilih sebagai Wakil Presiden," tulis Gantz.
"Saya berharap dapat terus memperdalam ikatan yang kokoh dan ikatan pertahanan yang kuat antara rakyat kami, sebagai sekutu dalam upaya memperkuat demokrasi, stabilitas, dan perdamaian di seluruh dunia."
"Saya juga ingin berterima kasih kepada Donald Trump, mitra berharga Negara Israel, yang berkomitmen untuk keamanannya dan berinvestasi di masa depan," kata Gantz, seraya menambahkan bahwa "Timur Tengah telah mengambil langkah besar ke depan berkat kepemimpinan presiden yang berani. empat tahun ini, dan untuk itu kami sangat berterima kasih. "
Presiden Reuven Rivlin juga berterima kasih kepada Donald Trump dan mengirimkan "restunya" kepada Joe Biden dan Kamala Harris, dengan mengatakan: "Tuan Presiden terpilih, sebagai teman lama Israel, Anda sekarang adalah pemimpin dunia dan negara bebas sekutu terdekat dan terpenting Israel."
Baca juga: Akhirnya Joe Biden Pidato, Calon Presiden Amerika Muncul Siap Masuk Gedung Putih,Donald Trump Ngotot
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul "Benarkah Joe Biden Lebih Baik dari Trump? Ini 5 Janjinya, Salah Satunya Melindungi Kaum LGBT" dan di Kompas.com dengan judul "Presiden Jokowi Ucapkan Selamat kepada Joe Biden dan Kamala Harris"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/presiden-as-donald-trump-dan-ibu-negara-melania-trump-tribun-medan_20170224_110014.jpg)