UPDATE Joe Biden Dinyatakan Pemenang Pemilu Presiden Amerika, Donald Trump Mengancam
Media pemberitaan di Amerika Serikat ini kompak menyatakan capres dari Partai Demokrat tersebut sebagai pemenang dalam pemilu kali ini.
UPDATE Joe Biden Dinyatakan Pemenang Pemilu Presiden Amerika, Donald Trump Mengancam
TRIBUN-MEDAN.com - Prahara siapa Presiden Amerika Serikat akhirnya terjawab juga pada Sabtu (7/11/2020) ini.
Setelah melalui drama yang menyita perhatian, akhinya Joe Biden dinyatakan sebagai pemenangnya.
Baca juga: SELAIN Corona, Flu Burung Muncul Lagi Menyebar di Jepang dan Korea Selatan, Kemungkinan ke Indonesia
Hal ini dikemukakan oleh beberapa pihak yakni Associated press (AP), NBC, dan CNN.
Ketiga media pemberitaan di Amerika Serikat ini kompak menyatakan capres dari Partai Demokrat tersebut sebagai pemenang dalam pemilu kali ini.
Baca juga: ANCAMAN Rizieq Shihab Dijawab Mahfud MD, Rizieq Dijadwalkan Pulang ke Indonesia 10 November
Kesimpulan tersebut diambil setelah penghitungan quick count di negara bagian Pennsylvania menunjukkan tanda-tanda Biden menang.
Pernyataan ini disampaikan melalui akun media sosial mereka berikut:
Baca juga: ANCAMAN Rizieq Shihab Dijawab Mahfud MD, Rizieq Dijadwalkan Pulang ke Indonesia 10 November
Melalui penghitungan di Pennsylvania tersebut, total Biden mendapatkan 279 electoral votes atau melampaui syarat minimal 270 votes untuk menjadi presiden Amerika Serikat.
Donald Trump Mengancam
Calon presiden Partai Demokrat, Joe Biden melakukan pidato di Wilmington, Delaware pada Jumat (7/11/2020) tengah malam waktu AS atau Sabtu pagi di Indonesia.
Baca juga: AKHIRNYA Polisi Cek Video Mirip Gisel yang Beredar di Medsos, Beda Laporan Gisel Video Syur 2019
Dia membahas tentang suara yang masih dihitung di beberapa negara bagian utama dan pemenang pemilihan yang belum diumumkan.
Baca juga: Debat Perdana, Akhyar-Salman Beber Program Unggulan, Medan Berkarakter hingga Medan Sejahtera
"Rekan-rekan Amerika saya, kami belum memiliki deklarasi kemenangan akhir, tapi angka-angka memberitahu kami bahwa itu jelas."
"Ceritakan kepada kami cerita yang jelas dan meyakinkan. Kami akan memenangkan perlombaan ini," kata Biden, dikutip dari CNN.com.
Kamala Harris mendampingi capres ini disamping, dekat penggung.
Biden menegaskan bahwa dia sekarang memimpin Trump di Pennsylvania.
Biden tampak percaya diri di depan pedukungnya.
Baca juga: Legenda Inggris Dennis Wise Dilibatkan, 26 Pemain Lolos Garuda Select III, Perwakilan Klub Liga 1
Mantan Wakil Presiden AS ini yakin jalannya menuju Gedung Putih semakin dekat, meskipun banyak suara masih dihitung.
"Lihat saja apa yang telah terjadi sejak kemarin. Dua puluh empat jam kami tertinggal di Georgia, sekarang kami unggul, dan kami akan memenangkan negara bagian itu," kata penantang presiden petahana, Donald Trump ini.
Baca juga: JAM TAYANG MotoGP| Link Live Streaming MotoGP, Klasemen MotoGP Posisi Atas Joan MIR dan Quartararo
"Dua puluh empat jam yang lalu kami tertinggal dalam Pennsylvania, dan kami akan memenangkan Pennsylvania."
"Dan sekarang kami unggul, tetapi kami menang di Arizona, kami menang di Nevada, dan pada kenyataannya keunggulan kami hanya dua kali lipat di Nevada."
"Kami berada di jalur untuk mendapatkan lebih dari 300 suara elektoral , pemilihan pemilih perguruan tinggi. Dan lihat angka nasional. Kami akan memenangkan perlombaan ini dengan mayoritas yang jelas, dengan bangsa di belakang kami," tambah Biden.
Biden makin unggul di negara bagian utama, Pennsylvania malam ini waktu AS.
Biden saat ini memimpin Presiden dengan 253 hingga 213 suara elektoral, proyek CNN.
Sedangkan menurut Associated Press, Biden unggul dengan 264 suara elektoral.
Berbanding jauh dengan Trump yang mengantongi 214 suara.
Biden hanya butuh 6 suara lagi untuk memenangkan pertandingan ini.
Baca juga: Debat Perdana, Akhyar-Salman Beber Program Unggulan, Medan Berkarakter hingga Medan Sejahtera
Untuk Pertama Kalinya Joe Biden Salip Trump di Pennsylvania
Calon presiden Demokrat, Joe Biden unggul tipis di atas Presiden Donald Trump di negara bagian utama, Pennsylvania.
Untuk pertama kalinya, Biden berhasil menyalip popular votes Trump di Pennsylvania pada Jumat (6/11/2020).
Dilansir USA Today, momen ini merupakan kabar bahagia bagi Biden.
Baca juga: Aktor Johnny Depp Mundur dari Fantastic Beats usai Kalah Dalam Persidangan Lawan The Sun
Karena jalannya untuk mendapat angka 270 suara elektoral sebagai syarat merebut kursi kepresidenan makin dekat.
Biden memimpin perolehan suara presiden dengan 5.594 suara pada Jumat pagi, selisih 0,1%.
Meski demikian, suara masih dihitung dan Biden belum diumumkan sebagai pemenang di Negara Bagian Keystone ini.
Di sisi lain, Partai Republik berpendapat setidaknya beberapa dari surat suara yang beredar akan memilih Trump.
Tapi momentum dan matematika semakin tampak berada di pihak Biden.
Pennsylvania, dengan 20 suara elektoralnya, adalah bagian dari "tembok biru".
Negara bagian utama ini telah membawa Partai Demokrat ke Gedung Putih hingga 2016.
Dua negara bagian lainnya, Michigan dan Wisconsin, ditetapkan untuk Biden pada hari Rabu.
Trump unggul awal di Pennsylvania pada hari Selasa (3/11/2020), tetapi Biden telah menutup kesenjangan sejak jumlah surat suara yang masuk dihitung.
Baca juga: MALAM INI Everton vs Manchester United, Jam Tayang Big Match Manchester City vs Liverpool
Baca juga: Lisa BLACKPINK Akui Gong Yoo Sebagai Tipe Pria Ideal, Sang Aktor Goblin Beri Reaksi Ini
Trump Ngotot Tak Keluar Gedung Putih
Presiden Donald Trump dikabarkan bakal membentengi diri dan menolak keluar dari Gedung Putih jika Joe Biden menang Pemilu AS.
Dengan keunggulan Biden yang semakin jauh, di mana beberapa lembaga memproyeksikan dia sudah merebut 270 suara elektoral, Trump menuding bahwa dia dicurangi.
Petahana mengeklaim tanpa bukti keunggulan yang dia dapatkan sudah direnggut, sehingga dia berencana untuk menggugat ke mahkamah agung.
Baca juga: Diduga Sosok Pria di Video Syur Mirip Gisel, Pernah Foto Bareng dengan Kekasihnya Wijaya Saputra
Daripada mengakui kekalahan seperti yang dilakukan pendahulunya, petahana mengindikasikan dia akan bertarung untuk bertahan di Gedung Putih.
Berdasarkan laporan CNN, presiden berusia 74 tahun itu tidak mempersiapkan pernyataan berisi mengakui kemenangan saingannya dari Partai Demokrat itu.
Bahkan berdasarkan pengakuan sumber terdekat Trump, sang presiden dalam beberapa hari terakhir tak menyiratkan mengakui kekalahan.
Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows dilaporkan tidak berusaha untuk memberi tahu presiden mengenai realitas yang sudah terjadi.
Tim kampanye presiden sendiri dilaporkan berusaha menggalanag dana 60 juta dollar AS 9Rp 953,2 miliar) untuk biaya gugatan ke pengadilan.
Sumber internal presiden menuturkan, sejumlah pembantunya membeberkan ide agar presiden dari Partai Republik itu agar tetap diam.
Baca juga: KRONOLOGI LENGKAP PEMBUNUHAN Reval, Sudah 4 Kali Beraksi, Sempat Kabur dan 2 Tersangka Mau Menikah
Alasannya, menyebut Pemilu AS curang selain menghancurkan bisnisnya, juga bisa memupuskan apa pun ambisi politiknya d masa depan.
"Pemerintah AS tentu punya kemampuan mumpuni untuk menyeret keluar adanya orang yang masuk tanpa izin di Gedung Putih," kata Bates.
Dilansir Daily Mirror Sabtu (7/11/2020), Trump sebelumnya sudah mengumandangkan kemenangan setlah beberapa negara bagian kunci menunjukkan merah, warga Republik.
Baca juga: JADWAL TAYANG MOTOGP November, Peluang Juara MotoGP 2020, Fabio Quartararo dan Andrea Dovizioso
Namun begitu surat suara dari pos didatangkan dan dihitung, seketika keunggulan berbalik menjadi milik Biden, seperti di Pennsylvania saat ini.
Saat ini berdasarkan proyeksi dari lembaga survei Decision Desk HQ, Biden sudah merebut Pennsylvania dan mendapatkan 20 suara elektoral.
Dengan demikian, mantan senator Delaware tesebut menjadi presiden ke-46 karena melewati angka 270 seperti yang disyaratkan untuk melenggang ke Gedung Putih.
Baca juga: Status Boleh Bercerai tapi Hati Saling Sayang, Kisah Eks Pasutri Ini sontak Viral bikin Netter Haru
Kemenangan Joe Biden
Ketidakpastian hasil pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) 2020 yang molor selama tiga hari akhirnya berakhir dengan keunggulan Joe Biden.
Setidaknya, ini berdasarkan proyeksi dari Decision Desk HQ yang berkeyakinan 99 persen untuk hitungannya.
Dengan proyeksi hasil akhir ini, calon presiden (capres) dari Partai Demokrat Joe Biden menjadi calon presiden terpilih AS hasil akhir Pilpres AS 2020.
Mantan Wakil Presiden era Barack Obama itu telah mengalahkan lawannya petahana Republik Donald Trump sekaligus menyudahi empat tahun kepresidenan taipan real estat itu.
Kemenangan Biden dipastikan pada Jumat (06/11/2020) pukul 9:30 pagi waktu bagian timur AS.
Decision Desk HQ memproyeksikan kemenangan Biden di negara bagian Pennsylvania yang memberikannya 273 electoral votes. Diperlukan minimal 270 electoral votes untuk memenangkan Pilpres AS.
Associated Press belum memproyeksikan kemenangan Biden walau hampir dipastikan tinggal menunggu waktu.
Proyeksi Associated Press akan memberikan 284 electoral votes kepada Biden ditambah dengan negara bagian Arizona.

Rust Belt menangkan Biden
Biden layak berterimakasih kepada pendukungnya di trio swing states Rust Belt yang menjadi kunci krusial kemenangannya.
Politisi kawakan dari Delaware itu berhasil merebut dan merestorasi kembali “Blue Firewall” dari tangan Trump.
“Blue Firewall” merujuk ke tiga negara bagian Rust Belt, Pennsylvania, Wisconsin, dan Michigan, yang selalu kompak memilih capres Demokrat sejak pilpres 1992 hingga pilpres 2012.
Tiga negara bagian industrial yang berlokasi di Midwestern AS itu adalah benteng pertahanan electoral college Partai Demokrat, yang identik dengan warna biru
Trump berhasil mengalahkan Hillary Clinton pada pilpres 2016 setelah secara mengejutkan merobohkan keperkasaan Demokrat selama dua dekade di trio swing states yang didominasi pekerja pria berkerah biru tanpa pendidikan universitas itu.
Joe Biden dan istrinya Jill Tracy (Instagram/drbiden)
Walau Trump tetap didukung blok pemilih industrial berkulit putih ini, Biden berhasil memotong mayoritas Trump dengan raihan suara yang lebih baik dibanding Clinton.
Awalnya Demokrat optimis Biden dapat meraih kemenangan cepat. Namun kegagalan Biden memenangkan Florida, swing state krusial di Sun Belt, menunda kemenangannya.
Suami Jill Biden itu tak berdaya di Sunshine State karena rendahnya dukungan dari pemilih Hispanik. Hal ini sangat mengejutkan karena blok pemilih Hispanik adalah demografi yang loyal memilih Demokrat.

Peta Electoral College hasil terbaru Pilpres AS 2020, Jumat (06/11/2020) yang menunjukan calon presiden (capres) Partai Demokrat Joe Biden telah mengalahkan Presiden petahana Donald Trump. Kemenangan Biden dipastikan setelah dia dinyatakan unggul di Pennsylvania yang memberikannya 284 electoral votes.
Namun hasil memilukan Biden di Florida tidak merambat ke swing states Sun Belt Lain.
Biden dipastikan menang di Arizona dan berpeluang besar membirukan Georgia. Kedua negara bagian ini adalah swing states baru.
Dikenal sebagai basis kuat pendukung Partai Republik selama puluhan tahun, Arizona dan Georgia perlahan tapi pasti semakin kompetitif karena perubahan demografi.
Georgia dan Arizona terakhir dimenangkan capres Demokrat, ketika itu, Bill Clinton masing-masing pada pilpres 1992 dan 1996.
Secara demografi nasional, kunci kemenangan Biden terletak pada meningkatnya dukungan dari pemilih kulit putih terhadapnya terutama dari blok pemilih suburban dan blok pemilih wanita khususnya yang berpendidikan universitas.
Blok pemilih suburban yang dikenal adalah pendukung tradisional Partai Republik mengalihkan dukungannya ke Demokrat, melanjutkan tren perubahan peta politik AS yang terjadi sejak hasil pemilu sela (midterm) 2018.
Pemilih suburban yang tersebar mulai dari suburb Milwaukee di Wisconsin hingga suburb Atlanta di Georgia gerah dengan kontroversi dan kekacauan pemerintahan Trump.
Mereka adalah blok penyangga kemenangan besar Demokrat pada pemilu House of Representatives (DPR AS) pada pemilu sela 2018.
Isu-isu yang menjadi fokus perhatian pemilih suburban adalah isu kesehatan terutama jaminan asuransi kesehatan (Obamacare), penanganan pandemi Covid-19, dan hubungan ras.
Trump telah berupaya menakut-nakuti pemilih suburban jika mereka memilih Biden, maka daerah tempat tinggal mereka akan rusuh seperti yang terjadi di Minneapolis dan Kenosha.
Upayanya gagal dan memastikan percepatan perpindahan dukungan demografi pemilih suburban dari Republik ke Demokrat.
Sementara itu blok pemilih wanita juga meninggalkan Trump terutama di tengah ancaman terhadap hak aborsi wanita AS, setelah dikonfirmasinya Hakim berhaluan konservatif yang dekat dengan Partai Republik, Amy Comey Barrett sebagai Hakim baru Mahkamah Agung AS.
Blok pemilih minoritas yaitu Hispanik dan Afro-Amerika yang selama ini adalah basis kuat Demokrat tanpa diduga mengalihkan dukungan mereka kepada Trump.
Perpindahan suara ini tidaklah besar namun cukup untuk membuat hasil pilpres lebih ketat dari prediksi.
Tanpa dukungan kuat pemilih suburban dan anjloknya dukungan dari pemilih minoritas, Biden hampir pasti akan kalah atau bahkan meraih hasil lebih buruk dari Clinton.
Masa depan Trump dan Trumpisme
Donald Trump dan Melania Trump (Reuters)
Keberhasilannya kembali tampil jauh lebih baik dari prediksi lembaga survei mempertegas sosok Trump sebagai politisi unik dan cemerlang yang telah berhasil mengubah peta politik AS dalam hal blok pemilih dan ideologi Partai Republik.
Ini adalah sinyal politik kuat bahwa Partai Republik telah resmi menjadi Partai Trump.
Kota-kota kecil dan daerah rural pertanian menyempurnakan transformasi mereka menjadi basis kuat pendukung Trump.
Walau Trump diguncang sejumlah skandal, dimakzulkan DPR, hingga dikecam karena gagal mengendalikan penyebaran virus corona, mayoritas pendukungnya tidak berpaling sedikitpun.
Mereka juga merekrut lebih banyak lagi teman-teman mereka untuk mendukung Trump.
Walau Biden menang pilpres, Demokrat tampil buruk di pemilu DPR dan Senat AS, faktor utama adalah karena termotivasinya pendukung Trump untuk memilih pada pilpres ini.
Ideologi politik Trumpism yang populis nasionalis hampir dipastikan akan bertahan di partai berlambang gajah ini.

Joe Biden berbicara dalam kampanye di Bandara Burke-Lakefront Cleveland, pada 2 November 2020.
Jangan kaget jika capres Republik berikutnya memiliki gaya dan ideologi politik yang sama dengan Trump.
Apakah Trump akan mengakhiri karir politiknya.
Secara usia presiden berusia 74 tahun ini tidaklah lagi muda.
Namun secara politik, dia masih dapat kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada pilpres berikutnya pada tahun 2024.
Suami Melania Trump ini juga dapat kembali fokus pada kerajaaan bisnisnya atau menayangkan program televisi dengan menggunakan namanya.
Jika Trump memilih pensiun dengan tidak lagi mencalonkan diri untuk jabatan publik, bukan berarti nama Trump akan menghilang begitu saja dari kancah politik negeri “Paman Sam”
Trump diyakini tidak akan menghilang dari panggung politik nasional AS setelah kekalahannya.
Dia dipercaya tetap akan lantang bersuara melalui kicauan Twitternya.
Warisan politiknya juga dapat diteruskan oleh putra-putrinya terutama Ivanka Trump dan Donald Trump, Jr yang memberi sinyal ketertarikan untuk terjun ke politik praktis.
Pengamanan Paspampres Diperketat
Pasukan Pengamanan Presiden Amerika Serikat atau Secret Service memperketat pengamanan pada Joe Biden, karena sudah bisa dipastikan capres dari Partai Demokrat itu memenangi pilpres AS 2020.
Paspampres mengirim regu tambahan ke markas besar kampanye Biden di Wilmington, Delaware, menurut laporan The Washington Post pada Jumat (6/11/2020).
Capres berusia 77 tahun itu juga diperkirakan akan mengumumkan kemenangannya Jumat siang waktu setempat (Sabtu waktu Indonesia) karena terus memperlebar selisih suara dengan Donald Trump di pemilu AS.
Secret Service yang merupakan badan di bawah naungan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, bertanggung jawab untuk melindungi Gedung Putih dan pejabat senior pemerintah, pejabat tinggi yang berkunjung, dan lain-lainnya.
Mereka sebelumnya sudah mengerahkan beberapa personel untuk melindung Biden sekitar awal Juli, setelah dia menang dalam pemilihan pendahuluan (primary) Partai Demokrat.
Sebagai mantan wakil presiden Biden sebenarnya bisa meminta perlindungan Paspampres sebelum itu, tapi kabarnya dia tidak melakukannya.
Kemudian jika Biden menjadi presiden setelah menang pemilu Amerika, perlindungan Secret Service akan ditingkatkan ke level tertinggi. (*)
Potret masa lalau Kamala Harris yang kini menjadi Wapres Amerika Serikat 2020 mendampingi Joe Biden. (Instagram/kamalaharris)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Welcome President Joe Biden" Tribunnews/Ika Nur Cahyani)
Baca juga: ANCAMAN Rizieq Shihab Dijawab Mahfud MD, Rizieq Dijadwalkan Pulang ke Indonesia 10 November
Baca juga: SELAIN Corona, Flu Burung Muncul Lagi Menyebar di Jepang dan Korea Selatan, Kemungkinan ke Indonesia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/joe-biden-dinyatakan-pemenang-pemilu-presiden-amerika-serikat.jpg)