Breaking News

Kisah Alfredo Reinaldo, Tentara Sakit Hati Timor Leste, Rasis Berujung Nekat Tembak Presidennya

Reinaldo adalah mayor angkatan bersenjata Timor Leste, FDTL yang ikut berjuang memberikan kemerdekaan bagi Timor Leste.

Grid.ID
Alfredo Reinaldo kanan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Timor Leste pada awalnya adalah salah satu wilayah Indonesia yang pada akhirnya memilih melepaskan diri.

Timor Leste memerdekakan diri pada tahun 2002, dan setelah itu negara tersebut berdiri sendiri sebagai sebuah negara.

Namun, tampaknya mendirikan sebuah negara tak semudah yang dipikirkan.

Usai merdeka, tak lantas membuat Timor Leste bisa berkebang sendiri sebagai sebuah negara yang maju.

Baca juga: Sosok dan Permintaan Mantan Istri Chef Juna, Ikhlas Cerai 11 Tahun Silam, Pernah Niat Ingin Pulang

Justru negara itu dirundung masalah besar dan pada awal kemerdekaanya saja pernah dikacaukan hanya oleh satu orang.

Mengutip Grid.ID ( Tribunmedan.com grup ), orang yang sanggup mengacaukan Timor Leste tersebut adalah Alfredo Reinaldo.

Reinaldo adalah mayor angkatan bersenjata Timor Leste, FDTL yang ikut berjuang memberikan kemerdekaan bagi Timor Leste.

Dia seorang nasionalis, bumi Lorosar yang ingin Timor Leste bebas dari Indonesia pada waktu itu.

Baca juga: Nasib Artis Jadi Suami Selalu Ditinggal Istri Wafat, Punya Putri Semata Wayang yang Cantik dan Lucu

Keahliannya di bidang militer juga tidak kaleng-kaleng, berpangkat mayor di FDTL.

Reinaldo adalah orang yang sangat mahir di bidangnya.

Dia juga pernah mengenyam pendidikan militer di Australia, hingga membuatnya menjadi sosok berbahaya di FDTL.

Padahal para perwira di FDTL adalah mantan akombatan Fretlin yang pernah berhadapan dengan ABRI semasa konfrontasi dengan Indonesia.

Sayangnya pendidikan militer yang mentereng itu tak membuat Reinaldo memiliki masa depan yang baik di Timor Leste.

Dia justru didiskriminasi oleh Panglima FDTL Brigjen Taur Matan Ruak, dan berakhir didiskriminasi.

Reinaldo diperlakukan rasis karena dia berasal dari daerah Timor Leste bagian timur.

Baca juga: Video Lawasnya Viral, Terjawab Alasan Ira Koesno dan Arief Suditomo Tak Bisa Tahan Tawa saat Live

Karena itu, dia sakit hati lalu marah pada Ruak, pada Mei 2006 bersama 600 anggita FDTL melakukan desersi sebagai protes atas perlakukan itu.

Ruak yang geram justru memecat semua anggota yang melakukan protes massal.

Kemarahan makin memuncak, Reinaldo melakukan aksi rusuh dan membuat satu negara porak poranda.

Baca juga: 4 Zodiak Ini Harus Diwaspadai Tahun 2021, Zodiak ke-3 Masuk Dalam Daftar Tukang Selingkuh 2021

Reinaldo melakukan taktik gerilya mirip Fretlin ketika menyerang FDTL, sama dengan yang dilakukan ketika melawan Indonesia.

Lama-lama Timor Leste dirundung kerusuhan dan pertikaian antar etnis terjadi.

Ratusan rumah dibakar dijarah 100.000 warga Timor Leste mengungsi ke perbatasan Indonesia di NTT untuk mencari perlindungan.

Karena situasi makin gawat, militer Indonesia lagi-lagi ikut berjaga-jaga di perbatasan.

Baca juga: Banyak yang Kaget, Ternyata El Rumi Kenal Irwan Mussry dari Ahmad Dhani, Bukan dari Ibu Kandungnya

Ramos Horta sempat krisis setelah peristiwa penembakan, untung nyawanya dapat diselamatkan
Youtube/Journeyman pictures
Ramos Horta sempat krisis setelah peristiwa penembakan, untung nyawanya dapat diselamatkan

Keadaan semakin kacau dan pemerintah tak bisa mengendalikannya.

Mereka sampai minta bantuan ke Australia, Portugal, Selandia Baru dan Malaysia.

Sebanyak 150 militer Australia dikerahkan.

Tak lama setelah pasukan Australia datang.

Baca juga: 2 Alasan Cerdas BJ Habibie saat Ambil Keputusan Lepaskan Timor Leste (Timor Timur) 20 Tahun Silam

Rumah Menteri Dalam Negeri Regeria Lobato dibakar, istri dan lima anaknya tewas.

Tentara resmi kebingungan dan menembaki markas polisi padahal ada personel PBB di dalamnya.

Puncaknya 11 Februari 2008, Reinaldo menyerang presiden Ramos Horta dan Perdana Menteri Xanana Gusmao di rumahnya.

Ramos Horta tertembak dan nyaris mati, sementara Xanana selamat.

Reinaldo tewas tertembak oleh tentara FDTL, yang menjaga rumah Ramos Horta, PBB turun tangan dan butuh waktu 6 bulan untuk memulihkan situasi Timor Leste.

Afif Khoirul M

(*)

SUMBER : INTISARI

Baca juga: Cintanya Berbalas Diporoti, Jennifer Jill Bongkar Ancaman Anak-anaknya Untuk Ajun Perwira: Bunuh!

Baca juga: Celaka Pasutri Nyetir Sambil Bercinta, Mobil Tabrak & Rusak Sawah Warga, Bahaya Bercinta di Mobil

Baca juga: Kisah Joppye Onesimus Wayangkau, Kuli Bangunan yang Nasibnya Berubah Usai Baca Brosur di Etalase

Baca juga: Ramalan Bill Gates Tahun 2021: Pandemi Covid-19 Makin Buruk, Dunia Sibuk Ciptakan Vaksin Baru

Sumber: Grid.ID
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved