UPDATE SISWA SMP Gantung Diri, Diduga Penyebabnya Tugas Sekolah Daring Menumpuk
Kabar mengejutkan seorang siswa SMP tewas gantung diri jadi sorotan. Diduga korban stres akibat banyaknya tugas dari sekolah.
UPDATE SISWA SMP Gantung Diri, Diduga Penyebabnya Tugas Sekolah Daring Menumpuk
TRIBUN-MEDAN.com - Kabar mengejutkan seorang siswa SMP tewas gantung diri jadi sorotan. Diduga korban stres akibat banyaknya tugas dari sekolah.
Peristiwa ini bisa jadi pertimbangan sekaligus evaluasi bahan penugasan dari sekolah.
//
Siswa SMP di Tarakan, Kalimantan Utara tewas bunuh diri, diduga karena tertekan gara-gara tugas yang menumpuk saat sekolah daring.
Nasib pilu dialami seorang siswa SMP yang nekat menghabisi nyawanya sendiri.
Baca juga: VIRAL VIDEO Polisi Tendang Pengendara Motor, Diduga Pelaku Pencurian | Video Durasi 32 Detik
Baca juga: JAM TAYANG Manchester United vs Arsenal | Prediksi Pertandingan MU vs Arsenal
Rupanya kejadian siswa sekolah yang bunuh diri selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) berlangsung bukan kali pertama terjadi.
Baca juga: VIRAL VIDEO Polisi Tendang Pengendara Motor, Diduga Pelaku Pencurian | Video Durasi 32 Detik
Baca juga: KLASEMEN LIGA ITALIA, Hasil Inter Milan vs Parma 2-2, Crotone vs Atalanta 1-2
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang pendidikan, Retno Listyarti, menuturkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) oleh sekolah di masa pandemi Covid-19 ini kembali memicu depresi dan membuat seorang siswa nekat bunuh diri.
Kasus ketiga meninggalnya siswa karena PJJ, terjadi di salah satu SMP di Tarakan, Kalimantan Utara.
Seorang siswa SMP berusia 15 tahun ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi tempat tinggalnya.
"Ini adalah kasus ketiga siswa meninggal dengan faktor utama penyebabnya karena beratnya menjalani PJJ. Yang pertama siswi SD berusia 8 tahun, dan kedua siswi SMA di Gowa yang bunuh diri dengan menengak racun," kata Retno kepada Warta Kota, Jumat (30/10/2020).
Komisi Perlindungan Anak Indonesia, kata Retno, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya seorang siswa di salah satu SMP di Tarakan itu.
"Tewasnya siswa yang berusia 15 tahun tersebut mengejutkan kita semua, apalagi pemicu korban bunuh diri adalah banyaknya tugas sekolah daring yang menumpuk yang belum dikerjakan korban sejak tahun ajaran baru. Padahal syarat mengikuti ujian akhir semester adalah mengumpulkan seluruh tugas tersebut," kata Retno.
"Melainkan adanya akumulasi dan rentetan panjang yang dialami individu tersebut dan dia tidak kuat menanggungnya sendirian," tambah Retno.
Sebenarnya, menurut Retno, kondisi pembelajaran jarak jauh (PJJ) sudah berlangsung lama. Artinya, sudah banyak yang mulai bisa beradaptasi.
"Namun, ada juga yang justru makin terbebani. Salah satunya adalah siswa SMP di Tarakan, Kalimantan Utara ini," ujarnya.
Menurut Reno, ia sudah mendengarkan langsung penjelasan rinci dari ibunda korban dalam suatu dialog interaktif di salah satu TV Nasional pada 29 Oktober 2020 lalu.
Ibunda korban katanya menjelaskan bahwa ananda memang pendiam dan memiliki masalah dengan pembelajaran daring.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/gantung-diri-penemuan-mayat.jpg)