News Video
Medan Zoo Mendapatkan Sumbangan Puluhan Love Bird Pemberian Lions Club
Belum lama ini Medan Zoo kedatangan satwa baru, yakni burung cinta atau lebih sering disebut Love Bird
TRIBUN-MEDAN.COM - Belum lama ini Medan Zoo kedatangan satwa baru, yakni burung cinta atau lebih sering disebut Love Bird.
Hal tersebut diungkapkan oleh Dokter Hewan Medan Zoo, Drh Yona Dumaica Natasya kepada Tribun Medan, Jumat (30/10/2020).
Dikatakannya, burung dengan nama ilmiah Agapornis tersebut merupakan hasil pemberian dari Lions Club.
"Kemarin kita dapat sumbangan Love Bird sebanyak 40 ekor, pemberian dari Lions Club," katanya.
Pantauan Tribun Medan, Love Bird tersebut diletakkan di bagian depan jalur masuk Medan Zoo.
Tampak burung tersebut memiliki perpaduan warna yang cerah seperti hijau dan merah, dari segi ukuran, burung tersebut cukup kecil hanya berkisar 13 sampai 17 cm saja.
Yona mengatakan untuk satu burung diperkirakan hanya memiliki berat 40 hingga 60 gram saja.
Meski demikian, suara burung tersebut terbilang cukup nyaring, pengunjung yang datang dapat langsung mendengar kicauannya sejak dari pintu masuk.
"Nama burung cinta itu berasal dari kelakuan yang umum diamati, sepasang burung cinta biasanya akan duduk berdekatan dan saling menyayangi. Sifat pasangan burung cinta ini adalah monogami. Umur hidup rata-rata burung ini 10 sampai 15 tahun," katanya.
Sementara itu, untuk hewan lainnya kata Yona tidak ada penambahan, namun lanjutnya pihak Medan Zoo telah melakukan upaya perkawinan harimau, namun belum diketahui bagaimana hasil dari perkawinan tersebut.
"Tapi untuk penambahan lainnya ada juga kita ada program breeding tapi kita belum tau hasilnya, hasilny bisa lihat tahun depan, kita tengah menunggu seperti apa perkembangan fisiknya positif apa enggak," katanya.
Selama pandemi Covid-19 berlangsung di kota Medan katanya tidak ada hewan yang mati di Medan Zoo.
Dikatakannya selama pandemi pihak Medan Zoo rutin melakukan pembersihan kandang hewan, selain itu untuk gajah yang biasanya bisa dinaiki kini hanya diperbolehkan berfoto saja.
"Kondisi Alhamdulillah terbilang masih aman, kita memang ada peningkatan untuk disinfeksi kandang, pembersihan disinfektan dan pembersihan rutin setiap hari. Lalu beberapa satwa juga kita beri penambahan vitamin yang biasa seminggu sekali jadi dua kali seminggu. Dan kita tetap menjaga pola makannya," katanya.
Selain itu katakannya selama pandemi, tidak ada hewan yang sakit.
Bahkan hewan yang sakit ditemui saat Medan Zoo dibuka kembali bulan Juli lalu karena diberi makan sembarangan oleh pengunjung.
"Selama pandemi nggak ada yang mati, kalau sakit ada yang pertama kita buka kemarin, mungkin ada pengunjung yang ngasih makan atau apa ya sempat diare juga kalau sekarang sudah tidak masalah," katanya.
Ia mengatakan memang tidak jarang hewan terkena diare karena diberi makan oleh pengunjung, meski di setiap kandang sudah dicantumkan larangan pemberian makanan.
"Terus terang selama kita tutup kita lebih amannya, kadang pengunjung kan mungkin karena rasa ingin tahu berlebih, penasaran mau nggak makan jajanan gitu. Ada sih kita menemukan beberapa kasus seperti itu terutama primata, karena kan mereka seperti manusia dikasih makanan apa itu mereka mau aja gitu tapi kan tidak semua makanan itu bisa mereka terima," katanya.
Untuk kontrol kesehatan hewan katanya dilaporkan setiap harinya oleh para perawat hewan.
"Kontrol kesehatan itu setiap hari, kita memang selalu memperhatikan tingkah laku satwa jadi setiap perawat biasanya memberi laporan ke saya dan saya juga tetap keliling ke kandang masing-masing, kita melihat seperti apa ya makannya, tingkah lakunya sehari-hari, kita juga mengecek seperti apa kotorannya atau sisa makanannya seperti itu yang untuk rutin, kalau yang tahunan juga ada pemeriksaan darah dan lainnya," pungkasnya.
(cr21/tribun-medan.com)