FAKTA-FAKTA Supriyadi Bunuh dan Perkosa Ponakan Sendiri yang Masih Siswi SMK, Intip Korban Mandi
Ratusan warga menyoraki pelaku pembunuh siswi SMK MJ, Supriyadi, saat digotong ke lokasi TKP
TRIBUN-MEDAN.com -- Ratusan warga menyoraki pelaku pembunuh siswi SMK MJ, Supriyadi, saat digotong ke lokasi TKP di rumah korban Jalan Tanjung Selamat, Sunggal, Deliserdang, Jumat (23/10/2020).
Pengamatan wartawan Tribunmedan.id pukul 15.09 WIB pelaku dihadirkan di lokasi.
Pelaku Supriyadi digotong 2 pelaku lainnya.
"Mati aja kau, biadab kau, enggak ada otak kau, patahkan aja kakinya, pukulkan aja kepalanya," teriak ratusan warga di lokasi.
Bahkan seorang gadis yang merupakan teman korban, teriak agar kemaluan pelaku dipotong dan diberikan kepada binatang.
"Potong aja itu burungnya, bakar saja kasihkan sama burung. Enggak ada lagi itu gunanya," teriak gadis tersebut.
Pelaku tampak terus tertunduk saat melakoni 21 adegan yang dilakukannya, ia juga merintih kesakitan.
Sementara warga terus meneriaki korban setiap kali melakoni adegan.
Seperti diketahui, siswi SMK tewas secara tragis di tangan pamannya sendiri bernama Supriyadi.
Bahkan pelaku juga tega mencabuli korban pada Kamis (15/10/2020) malam.
7 saksi dihadirkan, yaitu teman-teman korban MJ yang sempat bermain TikTok dengan korban sebelum meninggal.
Prarekonstruksi dipimpin langsung Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi dan didampingi Kanit Reskrim Polsek Sunggal AKP Budiman Simanjuntak.
Pelaku sempat intip korban mandi
Pada adegan prarekonstruksi ketiga, ternyata pelaku sempat mengintip MJ.
Bukan itu saja, tersangka Supri melakukan onani sambil melihat korban di kamar mandi.
"Pelaku merangkak masuk ke loteng rumah korban dan mengintip aktivitas korban dari atas loteng. Tersangka sempat melakukan onani," tutur Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi, Jumat.
Adegan selanjutnya pelaku sempat mengusir teman-teman korban yang berada di samping rumah yang tak berpenghuni.
Kemudian pelaku masuk ke rumah korban melalui loteng rumah sebelah yang kosong.
Informasi yang dihimpun, dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terdapat 21 adegan yang akan dilakukan.
Warga yang terdiri dari anak-anak hingga orang tua ini tampak standby dengan kameranya masing-masing mengabadikan prarekonstruksi tersebut.
Tampak 7 saksi dihadirkan yaitu teman-teman korban MJ yang sempat bermain TikTok dengan korban sebelum meninggal.
Keluarga korban juga berada di lokasi tersebut. Serta boneka perempuan pengganti korban juga sudah dipersiapkan tim.
Prarekonstruksi dipimpin langsung Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi dan didampingi Kanit Reskrim Polsek Sunggal AKP Budiman Simanjuntak.
Sebelumnya, tersangka mengatakan membunuh korban dengan menggunakan bantal.
Ia juga mengakui telah rudapaksa keponakannya tersebut.
Dalih pelaku, saat itu dalam pengaruh narkoba.
"Sekali saja pak (rudapaksa) jadi dia teriak-teriak ngambil uang mamaknya. Jadi saya bekap pakai bantal. Lagi pengaruh sabu narkoba," tutur Supri, Jumat (16/10/2020) di Mapolsek Sunggal.
Terancam Penjara Seumur Hidup
Dari pemeriksaan polisi, pelaku mengaku membunuh korban karena ingin merampas barang berharganya akibat terlilit utang.
Pada Kamis sekitar pukul 16.00 WIB, pelaku mengetahui korban sendirian di rumah.
Mengetahui hal itu, pelaku kemudian menyelinap masuk dan memaksa korban untuk menunjukkan tempat penyimpanan uang milik ibunya.
Karena korban saat itu mengaku tidak tahu tempat persembunyiannya, oleh pelaku lalu diperkosa dan dicekik hingga tewas.
Usai melakukan aksi kejinya itu, pelaku lalu pergi dengan membawa kabur empat handphone dan satu laptop milik korban untuk dijual kepada rekannya.
Kondisi korban Seorang gadis siswi SMK berinisial MJ (15) ditemukan tewas di kamar rumahnya di Jalan Tanjung Selamat Perumahan Griya Tanjung Selamat blok E Deliserdang, Kamis (15/10/2020) malam. (Victory / Tribun Medan)
Baca juga: Inilah Fakta-fakta Kematian Sejumlah Tahanan Polisi, Mulai dari Pelaku Pembunuhan hingga Pemerkosaan
Meninggal dengan tangan terikat
Malam harinya atau sekitar pukul 19.00 WIB, ibu korban yang pulang ke rumah usai bekerja sempat curiga, karena rumahnya terkunci dari dalam dan lampunya dalam keadaan mati.
Karena itu, sang ibu meminta tolong saudaranya untuk mendobrak pintu.
Saat masuk ke rumah, sang ibu terkejut karena mendapati putrinya sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar.
"Ketika masuk di dalam rumah didapati anaknya yang masih berusia 15 tahun sudah tergeletak di kasur dengan kondisi tangan terikat di belakang," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, Jumat (16/10/2020).
Mendapat laporan itu, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara untuk melakukan penyelidikan.
Supriyono, pelaku pembunuhan, perampokan, dan pemerkosaan terhadap keponakannya sendiri yang masih berusia 15 tahun, di Mapolsek Sunggal, Jumat (16/10/2020). (Tribun-Medan.com/Victory Hutauruk)
Pelaku ditangkap
Dalam waktu 17 jam setelah kasus tersebut terungkap, polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku.
Menurut Riko, pelaku SP saat itu ditangkap di sebuah rumah kosong di Medan Selayang.
"Di sini ada 3 tersangka yang diamankan yaitu saudara SP dan 2 rekannya, MH dan SH rekannya berperan menjual hasil kejahatan yang dilakukan saudara SP," katanya.
Akibat perbuatan yang dilakukan itu, SP dijerat dengan Pasal 339 subsider 338 subsider 365 KUHPidana.
"Ancaman hukumannya, maksimal seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun," katanya.
(vic/tribun-medan.com)
Baca juga: SOSOK Paman Pemerkosa Siswi di Deliserdang, Status Adik Ibu Korban Terpengaruh Sabu, Nekat Membunuh
Baca juga: Siswi SMA Bunuh Diri, Kerap Mengeluh Sulitnya Akses Internet di Kampungnya dan Tugas Daring Menumpuk
Baca juga: Fakta-fakta Polisi Tangkap Pria yang Doyan Meremas Payudara Wanita di Jalanan Kota Medan
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kronologi Seorang Paman Perkosa dan Bunuh Keponakan, Pelaku Terancam Hukuman Seumur Hidup"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/prarekonstruksi-pembunuhan-siswi.jpg)