48 Hari Jelang Pilkada di Sumut
TST-an Bareng Warga di Jalan Utama, Akhyar Ingin Bangun Pusat Oleh-oleh Khas Medan
Bagi warga di sekitar Jalan Utama, Akhyar Nasution merupakan sosok yang sederhana, berpengalaman dan peduli Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Calon Wali Kota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution minum teh susu telur (TST ) di TST Ayang di Jalan Utama, Medan, Kamis (22/10/2020).
Akhyar menghabiskan waktunya untuk minum dan bercengkrama bersama warga sekitar.
Bagi warga di sekitar Jalan Utama, Akhyar Nasution merupakan sosok yang sederhana, berpengalaman dan peduli Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
"Pak Akhyar adalah sosok bersahabat. Kami sering ngobrol bersama dan semua pembicaraan tentang UMKM. Saya selaku pelaku usaha kecil sering terlibat langsung pembahasan mengenai usaha kecil di Kota Medan," sebut warga sekitar, Khairil Adi.
Menurut pria yang akrab disapa Adi itu, Akhyar dianggap sosok berpengalaman dan lebih mengenl karakter Kota Medan.
"Jadi nggak ada alasan kita sebagai masyarakat khususnya menengah ke bawah untuk memilih Akhyar," ucapnya.
Menyahuti aspirasi warga, Akhyar mengatakan, dalam program kerja dan sesuai rencana akan dibuat pusat oleh-oleh khas Kota Medan.
"Jadi ini sudah masuk dalam visi dan misi AMAN pengembangan UMKM yakni dengan membangun kerja sama dengan pihak swasta untuk membuat pusat oleh-oleh di Medan. Selain membuka lowongan kerja, ini juga merangsang wisatawan untuk berkunjung ke Kota Medan. Dengan banyaknya tamu akan meningkatkan sektor ekonomi di Kota Medan. Inilah yang mau kita tingkatkan pengembangan sektor UKM," katanya.
Baca juga: Kuasa Hukum Akhyar Nasution Sebut Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan Laporan Dugaan Pelanggaran Pemilu
Ia mengungkapkan, jika dirinya tengah diterpa isu dan hoax yang menyudutkannya. Salah satunya, dianggap sebagai sosok calon yang diremote, mengikuti keinginan pihak penguasa.
"Saya tegaskan di sini, kalau saya bukan calon yang diremote dari jauh hanya untuk memenuhi kepentingan pihak luar. Karena yang meremote saya nanti adalah bapak-bapak yang ada di sini," katanya.
Dia juga menegaskan, tidak ada sponsor dan pemodal dalam perjuangan dalam pemilihan Wali Kota Medan.
"Jadi setelah saya naik jadi wali kota maka saya tidak harus membalas budi. Karena saya memang murni bekerja untuk masyarakat Kota Medan," katanya.
Harapan dari masyarakat cukup sederhana, yaitu Akhyar menjadi orang yang amanah dan mendengarkan aspirasi masyarakat.
Menjawab hal itu, Akhyar pun mengungkapkan jika dirinya akan melakukan hal yang positif dan jauh dari praktik kotor. Karena dalam hidupnya, dirinya selalu diawasi dua wanita yang begitu berperan dan berjasa dan selalu mendampinginya.
"Kekuatan saya ada pada dua wanita yang begitu berjasa dan selalu mengingatkan saya jika salah, yakni ibu dan istri saya. Saya dari dulu sudah diajarkan bagaimana hidup jujur dan bekerja keras. Karena dari kecil saya sudah terbiasa ke pajak (pasar) bantu ibu saya berjualan. Karena kami hidup dari keluarga sederhana, kalau bapak saya seorang penjahit. Jadi ini yang mendasari saya untuk selalu berbuat untuk seluruh masyarakat," ujarnya. (yui/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/akhyar-tst-an-ke-warga.jpg)