Proyek Revitalisasi Dipertanyakan, Orang Tak Bertanggungjawab Rusak Stadion Sangnauwaluh Siantar
Kusdianto mengakui ada kerusakan akibat tangan jahil sejumlah orang tak bertanggung jawab. Namun ia tak bisa mengomentari lebih jauh.
Penulis: Alija Magribi | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Proyek revitalisasi Stadion Sangnawaluh yang berlokasi di Jalan KS Tubun, Kelurahan Suka Dame, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar menuai tanda tanya.
Beberapa fasilitas stadion tampak rusak dengan beragam puing puing berserakan.
Sebagian kaca pecah, plafon runtuh, cat mengelupas dan beberapa kusen terlihat hilang dari tempatnya.
Belum lagi kondisi lapangan yang kian memprihatinkan, karena diselimuti rerumputan semak yang meninggi.
Tak terlihat ada aktivitas pembangunan maupun pengawasan atas Stadion Sangnauwaluh, selain ada suara-suara dari beberapa pemuda tak berkepentingan di tribun penonton.
Kusdianto selaku Kepala Dinas Pariwisata Kota Pematangsiantar mengakui, sebelumnya Stadion Sangnawaluh merupakan tanggungjawabnya. Namun karena proses pengerjaan, status stadion sudah wewenang Dinas Pekerjaaan Umum (PU) Kota Pematangsiantar.
"Itu sekarang sudah ranahnya Dinas PU. Memang kita udah terima juga laporan dari Brimob ada pengrusakan. Tapi kan, udah ranahnya Dinas PU. Bisa ditanyakan ke PU aja ya," ujar Kusdianto, Selasa (20/10/2020).
Kusdianto mengakui ada kerusakan akibat tangan jahil sejumlah orang tak bertanggung jawab. Namun ia tak bisa mengomentari lebih jauh lantaran sudah alih wewenang.
Baca juga: Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Maruf Disebutkan 52,5 Persen Tak Puas dan 45,2 Persen Puas, Kok Bisa?
Sementara Kepala Dinas PU Kota Pematangsiantar Renward Simanjuntak belum memberikan tanggapan atas kerusakan stadion saat ini. Adapun pesan WhatsApp yang dikirimkan, dan panggilan telepon ditolak.
Di sisi lain, Ketua KONI Pematangsiantar Jayadi Sagala menaruh harapan agar stadion Sangnauwaluh dapat dibangun sesegera mungkin, guna menunjang kebutuhan atlet berbagai cabang olahraga.
Jayadi enggan mengomentari progres pembangunan, selain berharap fasilitas yang ada, nantinya sesuai standar profesional atlet.
"Kiita mendorong Stadion Sangnauwaluh ini bisa dirampungkan oleh pemerintah untuk menunjang kebutuhan atlet kita. Kita nggak bisa komentari proyek, karena bukan ranah kita," ujar Jayadi sembari menduga alasan refocusing anggaran menjadi penyebab Pemko Pematangsiantar tak mampu merampungkan revitalisasi stadion.
"kita mengimbau partisipasi masyarakat agar stadion ini bisa dijaga. Jangan karena terbengkalai pembangunannya, terus dirusak," katanya.
Baca juga: Raffi Ahmad Ingin Berbisnis di Bidang Olahraga, Ingin Cari Bakat Baru dan Bangun Stadion
Jayadi menyampaikan, KONI Pematangsiantar siap memindahkan kantor dan menetap di Stadion Sangnauwaluh untuk menjaga stadion dari tangan-tangan jahil atau yang ingin menjadikan stadion lapak kejahatan.
"Biar masyarakat atau orang melihat ada aktifitas di dalam stadion. Biar enggak sembarangan," terang Jayadi.
Sesuai rencana, Stadion Sangnawaluh dibangun dengan konsep stadion madya yang ditandai dengan lintasan atletik. Adapun Pemko Pematangsiantar mengucurkan dana sebesar Rp 9,9 miliar pada tahun 2017.
Namun kenyataannya hingga kini, stadion belum bisa dimanfaatkan untuk aktivitas olahraga para atlet Kota Pematangsiantar.
"Bisa olahraga atletik, sepakbola, badminton dan lain-lain. Biar semua multigunalah, nggak ada olahraga yang nggak bisa bermain," pungkasnya.(alj/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sang-nawaluh-dirusak.jpg)