UNIK, Sekolah Ini Terapkan Sistem Belajar Drive Thru, Siswa Berada di Mobil, Begini Penampakannya
Pandemi Covid-19 membuat instansi pendidikan harus mengubah sistem pembelajaran agar dapat tetap belajar tanpa ada potensi penularan virus Covid-19.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pandemi Covid-19 membuat instansi pendidikan harus mengubah sistem pembelajaran agar dapat tetap belajar tanpa ada potensi penularan virus Covid-19.
Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) berinovasi dengan mengusung pembelajaran secara drive thru di area parkiran sekolah.
Hal ini tampak saat beberapa mobil secara antre memasuki area YPSA disambut oleh guru-guru TK YPSA di area parkiran depan YPSA.
Menurut Kepala TK YPSA, Yulisna Ilyas mengungkapkan bahwa pelaksanaan secara drive thru ini sangat menekankan protokol kesehatan, di antaranya wajib menggunakan masker dan face shield.
Ia menuturkan bahwa pembelajar model seperti ini dapat lebih bervariasi dan mengobati rasa rindu siswa belajar secara langsung tanpa harus berpotensi menularkan.
"Selama kegiatan berlangsung semuanya wajib mematuhi protokol Covid-19. Baik siswa dan guru diharuskan menggunakan masker dan faceshield. Kegiatan ini diharapkan dapat membuat pembelajaran lebih bervariasi dan menyenangkan.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat membayar rasa rindu siswa terhadap guru, teman dan sekolah," ungkap Yulisna, Senin (19/10/2020).
Menurut Yulisna, konsep drive thru memastikan selama berkegiatan siswa tetap berada di dalam mobil dan tidak ada kontak fisik dengan guru.
Kegiatan ini dibuat dalam tiga stage, siswa harus melakukan kegiatan secara berurutan mulai dari stage 1-3.
"Dalam setiap stage ada kegiatan berbeda yang akan disajikan, seperti Stage 1 Greeting. Pada stage ini, guru akan menyapa anak, berdoa, bernyanyi serta siswa menentukan pilihan activity yang akan dilakukannya dari 3 activity yang disajikan oleh guru. Activity tersebut adalah Finger painting, Membuat puppet, dan Eksperimen ubur-ubur," ujar Yulisna.
Kemudian, Yulisna menjelaskan bahwa dalam stage dua, siswa akan memulai pembelajaran inti di bawah bimbingan guru dengan didampingi orang tua di dalam mobil.
Hingga di tahap ketiga, murid dan guru akan melakukan evaluasi berupa tanya jawab.
"Stage 2 yaitu Main activity, yakni siswa mulai melakukan main activity yang telah dipilihnya di bawah bimbingan guru dan didampingi oleh orang tua/wali. Selanjutnya Stage 3 adalah Evaluation.
Kegiatan Q and A antara guru dan anak tentang kegiatan yang telah dilakukan, kemudian memberikan penilaian dan memberikan reward bintang untuk anak," tuturnya.
Kegiatan diakhiri dengan pengambilan photo siswa dengan menggunakan bingkai photobooth portable di tempat yang telah disediakan.
(cr13/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/anak-tk-drive-thru-1.jpg)