52 Hari Jelang Pilkada di Sumut
Tensi Pilkada Medan Mulai Memanas, Marak Kampanye Hitam di Medsos, Ini Kata Tim Pemenangan Paslon
Tensi Pilkada Medan 2020 mulai memanas. Kampanye hitam mulai menyerang masyarakat baik melalui aplikasi chat seperti WhatsApp maupun medsos lainnya
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribun Medan/Liska Rahayu
TRIBUN-MEDAN.Com, MEDAN - Tensi Pilkada Medan 2020 mulai memanas. Kampanye hitam mulai menyerang masyarakat baik melalui aplikasi chat seperti WhatsApp maupun media sosial seperti Twitter.
Jika mengetikkan tagar #medan di Twitter, Minggu (18/10/2020), akan muncul akun-akun yang mencuitkan ujaran menyerang pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan nomor urut satu Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi.
Akun-akun tersebut memasang ava atau avatar berupa perempuan-perempuan cantik dan mendukung paslon nomor urut dua Bobby Nasution dan Aulia Rachman.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Tim Pemenangan pasangan Akhyar-Salman (AMAN) Wasis Waseso mengaku sudah sering melihat postingan-postingan seperti itu.
Dia dengan tegas mengatakan, postingan tersebut adalah cara-cara yang dilakukan komunis untuk memecah-belah.
"Sering lihat. Jadi kami sering lihat dan kami menganggap cara-cara itu cara-cara yang dilakukan oleh komunis untuk memecah-belah. Memfitnah dan saling tuduh. Jadi kita gak terlalu terpengaruh dengan hal itu," katanya saat dihubungi tribun-medan.com, Minggu (18/10/2020).
Ia mengarakan, pihaknya selalu mewanti-wanti atau mengingatkan tim maupun relawan agar tidak terpancing dan berbalas pantun dengan hal-hal seperti itu.
"Jadi kami fokus aja pada kampanye positif menyampaikan program visi misi Akhyar agar bisa diterima oleh masyarakat Kota Medan," katanya.
Wasis mengatakan sampai saat ini belum melaporkan hal-hal tersebut kepada Bawaslu. Dikatakannya, pihaknya cukup membentengi diri agar tidak terpancing.
"Namanya itu media elektronik ya, media elektronik dilaporin yang satu, akan timbul yang lain. Jadi kita cukup membentengi diri aja. Masyarakat perlu tahu aja bahwa cara-cara itu adalah cara-cara yang dilakukan oleh komunis," katanya.
Wasis menyebutkan, postingan tersebut bisa saja bukan dari pihak manapun, melainkan dari pihak-pihak yang memang menginginkan agar pilkada berlangsung tidak aman.
Sekretaris Tim Pemenangan pasangan Bobby-Aulia, Alween Ong mengatakan, postingan tersebut bukan berasal dari timnya.
"Dari kita enggak ada. Boleh diceklah. Kita kalau datang ke posko, boleh dilihat apa yang dilakukan adik-adik. Kemudian teknik kreativitas kita seperti apa," katanya.
Ia pun mengatakan, silakan melaporkan hal tersebut. Karena masing-masing memiliki panwaslu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-kampanye-hitam.jpg)