News Video
VIRAL Rentenir Coret Dinding Rumah Konsumen Karena Tak Bayar Utang
Sang rentenir mencoreti dinding rumah konsumen dengan menuliskan kata "bayar koperasimu ok," tertulis di dinding rumah konsumen.
Penulis: M.Andimaz Kahfi | Editor: M.Andimaz Kahfi
VIRAL Rentenir Coret Dinding Rumah Konsumen Karena Tak Bayar Utang
TRIBUN-MEDAN.com - Viral aksi seorang rentenir menagih utang dengan cara yang tidak biasa.
Dalam video amatir durasi 5 menit 26 detik yang diupload lewat akun TikTok @mariosinaga17, terlihat sang rentenir membawa cat semprot.
Cat semprot yang dia bawa ternyata untuk membuat konsumen jera dan mau membayar utang.
Sang rentenir mencoreti dinding rumah konsumen dengan menuliskan kata "bayar koperasimu ok," tertulis di dinding rumah konsumen.
Aksinya ini direkam oleh salah seorang rekannya yang sudah siaga merekam video.
Tak hanya satu tulisan besar di dinding menggunakan cat semprot warna hitam, rentenir ini juga menuliskan tulisan serupa di beberapa bagian dinding lainnya.
Tak lama berselang, konsumen atau debitur yang memiliki utang pulang kerumah.
Betapa terkejutnya dia saat mendapati rumahnya sudah dicoret oleh tulisan-tulisan sindirian agar membayar utang.
"Kan bisa telepon aku apa gimana, entah WhatsApp. Enggak kayak gitu deh caranya," kata konsumen.
Sang debt collector pun memberikan jawaban mengapa dirinya berani mencoreti dinding rumah konsumen tersebut.
"Nah semenjak aku coret keluar ibu kan. Jadi harus kayak gini caranya buk," kata sang rentenir yang mengenakan helm itu.
"Situ kan punya nomor HP ku tinggal WA atau gimana. Situ kok kayak gitu caranya," ujar konsumen.
"Cemana mau WA, aku titip surat enggak pernah ibu openin. Aku titip ke tetangga juga tidak ada jawaban," sebut rentenir.
"Surat mana, enggak pernah sampai samaku surat sama sekali," sebut konsumen.
"Ibu bilang enggak pernah, satu bulan aku kesini tiap hari ngasih surat ibu bilang enggak pernah. Jadi selama ini kemana ibu," katanya.
"Enggak pernah om," jawab konsumen.
Lebih lanjut, rentenir kemudian bertanya dari hati ke hati agar utang bisa diselesaikan.
"Ku tanya dulu kalau memang ada niat baik ibu," sebutnya.
"Kalau ini aku mau bayar om, tapi enggak kayak gini caranya. Tak panggilin Pak Lurah," katanya mengancam.
"Panggil, kalau ada kata-kata kasar disini panggil. Sekarang gini aja kalau ibu bayar ini saya hapus. Sekejap bisa saya hapus," jawab rentenir.
"Iya saya mau di cat pakai cat yang itu," kata konsumen.
"Iya gampang, bayarlah," tantangnya.
"Tak panggilin suamiku dulu, situ disini ya" kata perempuan mengenakan kaos cokelat tersebut.
Namun, tiba-tiba si konsumen yang menyebutkan ingin memanggil suaminya menghentikan langkahnya sejenak.
"Aku bukannya apa om, HP dipegang buat anakku sekolah om," katanya.
"Ya setidaknya ibu kabari samaku, bang, om entah apa. Saya lagi sakit entah enggak ada duit. Ini enggak satu bulan ibu diam-diam saja," tutur si rentenir.
"Tapi kan saya enggak tahu siapa nama oom," jawab konsumen.
"Tapi ibu tahu tadi telepon saya. Semenjak saya pilox tahu ibu nelepon saya. Jadi selama ini ibu kemana. Jangan karena sudah ada ini, ibu kelihatan," kata si rentenir menerangkan.
"Tapi enggak kayak gitu caranya om," kata konsumen.
"Saya hanya mengingatkan ibu bayar utang. Terkecuali saya bikin kata-kata kasar," kata rentenir.
"Tapi enggak gini caranya om. Ini kalau tak viralin oom yang kena," tantangnya.
"Sudah viral itu, saya masukkan kemana-mana biar tahu ibu," katanya lagi.
"Ya sudah tungguin aja ya," kata si konsumen seraya pergi memanggil suaminya.
"Kalau memang mau ibu lunaskan bayar saya buat bagus ini. Sebentar ini saya hapuskan," sebut si rentenir memberikan iming-iming.
"Tapi itu pencemaran nama baik. Kayak gitu semua orang tahu. Seharusnya situ kan," ucap konsumen.
Namun, ucapannya buru-buru dipotong salah seorang rekan rentenir yang merekam video.
"Sekarang bayar dulu aja. Saya cari polisi," kata rekan rentenir.
"Up to you om, up to you om," kata si wanita sambil menggerakkan kedua tangan menandakan terserah.
Rentenir yang mencoret dinding, kemudian merekam video suasana rumah konsumen.
"Ya guys kita masuki lagi rumahnya guys. Mari kita sambut tamu kita ini," katanya.
Tak lama berselang, si konsumen datang dari arah belakang dan membuka gembok pintu rumahnya dengan wajah sebel.
Setelah masuk ke dalam rumah si rentenir mulai menjelaskan mengapa dia tega mencoreti dinding rumah konsumen itu.
"Enggak pernah kita jahat atau makan orang enggak pernah. Kalau ibu bagus kita ngomong kan enak," tuturnya.
"Aku terus terang aja mungkin situ dengar om Ari ya, aku dengar kabar rumahku mau dibakar siapa yang enggak takut," kata si konsumen.
"Siapa yang bilang mau dibakar," tanya rentenir.
"Ada nyampe ke telingaku rumahku mau dibakar. Anakku kecil-kecil," sebut konsumen menatap rentenir.
"Bilang sama dia coba kalau dia berani bakar. Si Limbad aja enggak berani bakar rumah," katanya.
Seorang debt collector lainnya kemudian coba menjadi penengah agar kedua belah pihak menemui titik terang untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut.
"Kita buk sistemnya belum ada ibu angsur ya ditemui. Jadi kalau ditemui kan ada solusinya," kata rekan rentenir.
"Kita di kantor banyak tekanan buk. Bukan cuma ibu yang mau dipikirkan, anak istri lagi. Biar tahu ibu," jelasnya.
Belum diketahui pasti di mana lokasi kejadian ini.
Namun bila merujuk dari kendaraan sepeda motor matik yang berada di sekitar lokasi, tertulis plat nomor BE yang merupakan kode plat nomor daerah Lampung.
Semoga kedua belah pihak bisa menyelesaikan permasalahan dan menemui solusi terbaik.
(mak/tribun-medan.com)