Penanganan Covid
Gencar Informasikan Covid-19, Jubir Satgas Covid Sumut dr Aris Sempat Tidak Berniat Jadi Dokter
Aris berpendapat jika menjadi orang dengan pekerjaan biasa tidak akan memikirkan hal-hal rumit, bahkan ia berpikir untuk menjadi ekonom.
Tri bun-Medan.com, Medan - Juru Bicara (Jubis) Satgas Covid Sumut, dr Aris Yudhariansyah tak pernah berpikir sebelumnya untuk terjun ke dunia kesehatan terlebih menjadi garda terdepan memberikan informasi terkait perkembangan Covid-19.
Selain menjadi Jubir Satgas Covid Sumut, Aris juga memegang amanah sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut sejak tahun 2011.
Pada tahun 2017, Aris ditugaskan ke Asahan selama tiga tahun, dan kembali ke Dinas Kesehatan Sumut pada tahun 2020 hingga sekarang.
Aris sendiri anak kedua dari tiga bersaudara. Dengan latar orangtua PNS dan tidak berkaitan dengan bidang kesehatan, Aris mengungkapkan bahwa sebelum akhirnya memilih untuk masuk ke dunia kedokteran, ia justru hanya ingin menjadi pegawai biasa.
"Dulu tidak pernah berpikir di bidang kesehatan. Malah cita-cita saya malah bukan jd dokter, ya saya mau jadi orang biasa-biasa saja ya kan, yang hidupnya kalau dibilang nggak serba berkecukupan tapi ada. Seperti itu aja mimpinya tapi takdirnya menjadi dokter," ungkap Aris kepada Tribun-Medan.com, Senin (12/10/2020).
Aris sendiri mengungkapkan alasannya. Ia berpendapat jika menjadi orang dengan pekerjaan biasa tidak akan memikirkan hal-hal rumit, bahkan ia berpikir untuk menjadi ekonom.
"Saya itu tidak mau berpikir yang berat-berat. Saya tuh simple saja. Dulu saya gak ingin jadi dokter ataupun jadi di bidang teknik. Ya saya malah pengen jadi ekonom saja yang berpikirnya gak berat-berat ya ringan saja yakan," ujarnya.
Hal ini sempat dibuktikannya dengan mengikuti tes seleksi masuk universitas dengan mengambil jurusan ekonomi sebelum akhirnya ia menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara.
"Dulu saya kuliah di Fakultas Kedokteran di UISU. Bahkan dulu saya pernah ikut testing di Universitas di Yogyakarta Fakultas Ekonomi malah waktu itu. Saya tamat SMA tahun 1989.
Nah di tahun 1989 itu saya di Jogja, karena mungkin takdir itu tadi di tahun 1990 saya kembali ke Medan untuk kuliah di Fakultas Kedokteran," ujarnya.
Hingga saat ini, sebagai Jubir Satgas Covid Sumut, Aris dan tim terus berusaha memberikan informasi dan edukasi terkait perkembangan Covid-19. Tak lelah pula, ia selalu menggaungkan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak) kepada masyarakat luas.(cr13/tri bun-medan.com)
Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus corona.
Mari cegah dan perangi persebaran Covid-19. Tribun Medan mengajak seluruh Tribuners untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat Pesan Ibu: Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga jarak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jubir-satuan-gugus-percepatan-penanganan-covid-19-sumatera-utara-dr-aris-yudhariansyah.jpg)