Buntut Batu Melayang ke Hidung dan Kepala Kasat Sabhara, 7 Demonstran di Batubara Jadi Tersangka

Dalam aksi demo ricuh tersebut, Kasat Sabhara Polres Batubara AKP DP Sinaga menjadi korban.

Tayang:
HO
Kasat Sabhara Polres Batubara, AKP DP Sinaga terluka di bagian kepala saat melaksanakan pengamanan aksi tolak Omnibus Law di Gedung DPRD Batubara, Senin (12/10/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebanyak tujuh orang demonstran saat aksi ricuh tolak Omnibus Law di DPRD Kabupaten Batubara Senin (12/10/2020), ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam aksi demo ricuh tersebut, Kasat Sabhara Polres Batubara AKP DP Sinaga menjadi korban.

Ia mengalami luka akibat kena lemparan batu di bagian hidung dan kepala. 

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menyebutkan bahwa dari total 44 yang diamankan ada 7 yang dilanjutkan berkasnya.

"Ada 44 yang diamankan di Batubara, yang dilanjutkan kasusnya ada 7 orang, yang lainnya dipulangkan," jelasnya saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2020).

Ia menyebutkan bahwa para tersangka dijerat dengan tiga pasal berlapis.

"Dijerat dengan Pasal 212, 214, 216 KUHPidana tentang penyerangan terhadap petugas," jelas Tatan.

Baca juga: Faisal Harris Diam-diam Beri Jam Tangan Rp 1,2 Miliar ke Mantan Istri, Sarita Mukti: Maaf Ya Mbak

Baca juga: Gubernur Edy Rahmayadi Lompat Pagar Temui Demonstran, lalu Naik ke Mobil Komando Pendemo

Diketahui, aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja yang berlangsung di depan kantor DPRD Batubara, Senin (12/10/2020), berakhir ricuh.

Usai menyampaikan berbagai orasinya, puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Masyarakat Pemuda Pemudi Buruh Batubara kemudian meminta pimpinan DPRD Batubara untuk menemui massa, dan menyatakan sikap terkait UU Cipta Kerja Omnibus Law.

Namun, tak satu pun wakil rakyat dari DPRD Batubara yang datang menemui massa.

Hal ini membuat pendemo berupaya masuk ke dalam komplek kantor dewan tersebut.

Akhirnya terjadi aksi saling dorong antara pendemo dengan petugas di pintu gerbang.

Suasana makin memanas dan diwarnai lemparan batu.

Kasat Sabhara Polres Batubara, AKP DP Sinaga pun menjadi korban aksi anarkis lemparan batu tersebut.

Ia terkena lemparan batu di bagian hidung dan kepala.

Polisi kemudian terpaksa menembakkan gas air mata untuk memukul mundur para pendemo dari depan kantor DPRD Batubara.

Kapolres Batubara, AKBP Ikhwan menyebutkan petugas mengamankan puluhan orang yang terlibat dalam aksi anarkis tersebut.

"Sejumlah pendemo telah diamankan," kata Ikhwan, Senin.

Baca juga: Usai Temui Pendemo, Gubernur Edy Rahmayadi Dikejar dan Diteriaki Belasan Orang, Mana Bayaran Kami?

Terpisah, Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin membenarkan insiden ini.

Ia pun mengaku telah memerintahkan personel yang terluka tersebut untuk segera dievakuasi ke Medan.

"Benar AKP DP Sinaga luka benda tumpul di hidung dan kepala, saya sudah perintahkan untuk dievakuasi ke Medan untuk pemeriksaan kesehatannya," ungkapnya kepada Tribun.

Senada, Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menyebutkan Kasat Sabhara Polres Batubara mengalami luka karena terkena lemparan batu saat melaksanakan tugas pengamanan unjuk rasa.

"Ya benar, Kasat Sabhara Polres Batubara terluka kena lempar batu saat PAM Unras demo buruh di Gedung DPRD Batubara," katanya.

Tatan mengungkapkan AKP DP Sinaga sudah mendapat perawatan setelah dilarikan ke rumah sakit.

"Sudah mendapat perawatan tadi. Kondisinya sudah kembali membaik," ungkapnya.

(vic/tribunmedan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved