Rudal Balistik Terbesar di Dunia Dipamerkan Korea Utara, Amerika Mulai Panik, Inilah Fakta-faktanya

Hwasong-15 yang merupakan rudal balistik antar benua terbaik Korut saat ini digerakkan oleh TEL sepanjang 18 roda.

Editor: AbdiTumanggor
Yonhap
Rudal balistik terbaru Korea Utara yang diyakini terbesar di dunia saat ini. 

Amerika Serikat sedang berkonsultasi dengan sekutunya di Asia untuk menganalisis rudal terbaru Korea Utara ini.

"Kami mengetahui laporan yang terkait dengan parade tersebut," kata John Supple, juru bicara Departemen Pertahanan AS, kepada Kantor Berita Yonhap.

"Analisis kami sedang berlangsung dan kami sedang berkonsultasi dengan sekutu kami di kawasan itu," tambahnya.

Pejabat senior Amerika Serikat mengatakan negaranya "kecewa" setelah Korea Utara terus memprioritaskan pengembangan senjata nuklirnya dan negara komunis itu untuk kembali ke meja perundingan denuklirisasi.

Media pemerintah Korea Utara mendesak Amerika Serikat mencabut sanksi yang dijatuhkan sebagai iktikad baik atas langkah-langkah yang sudah dilakukan Pyongyang.

Rudal antara benua milik Korea Utara yang dipamerkan dalam parade militer di Pyongyang. (KCNA/via REUTERS)

"Sangat mengecewakan melihat Korea Utara terus memprioritaskan program rudal nuklir dan balistik yang dilarang," kata pejabat itu kepada Kantor Berita Yonhap.

Selain ICBM, Korea Utara juga memamerkan rudal balistik diluncurkan dari kapal selam (SLBM), yang diberi nama Pukguksong-4.

Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un mengenakan setelan abu-abu terang memberi hormat kepada tentara yang berbaris dan melambai dengan senyum lebar.

Kim Jong-un berjanji terus memperkuat pencegahan perang dengan memamerkan ICBM terbaru dan senjata lainnya selama parade militer.

Ia juga berharap Korea Selatan cepat pulih dari pandemi virus corona dalam pesan rekonsiliasi ke Seoul, mengungkapkan harapan bahwa hari itu akan segera tiba bagi kedua Korea untuk "bergandengan tangan" setelah krisis kesehatan saat ini berakhir.

"Kami akan terus memperkuat pencegahan perang untuk pertahanan diri untuk mencegah, mengendalikan dan mengelola semua upaya berbahaya dan tindakan yang mengancam, termasuk ancaman nuklir yang terus berkembang, dari pasukan musuh," kata Kim Jong-un. 

Pencegahan perang biasanya dianggap mengacu pada senjata nuklir.

Kim Jong-un  menekankan bahwa pencegahan perang adalah murni untuk pertahanan diri, dan "tidak akan pernah disalahgunakan atau digunakan pertama kali dalam keadaan apapun."

"Tetapi jika ada orang yang merusak keamanan nasional kami dan memobilisasi kekuatan militer melawan kami, saya akan membalas dengan menggunakan kekuatan ofensif terkuat yang kami miliki dan dengan cara preemptive," tambahnya.

Namun Kim Jong-un  tidak menyebutkan Amerika Serikat selama pidatonya. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved