TRIBUN-MEDAN-WIKI: Feisal Edno Tanjung, Tokoh Militer Kelahiran Tarutung, Sumatera Utara

Feisal Edno Tanjung merupakan tokoh militer asal Sumatera Utara yang lahir di Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, 17 Juni 1939.

Editor: Juang Naibaho
Kompas.com
Feisal Tanjung 

Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar

TRIBUN-MEDAN-WIKI.com - Feisal Edno Tanjung merupakan tokoh militer asal Sumatera Utara.

Ia dikenal dengan nama Feisal Tanjung, lahir di Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, 17 Juni 1939.

Feisal Tanjung meninggal 18 Februari 2013 di Jakarta, pada usia 73 tahun.

Feisal Tanjung merupakan putra kelima dari pasangan Amin Husin Abdul Mun’in Tanjung dengan Siti Rawani Hutagalung.

Ia adalah anak kelima dari sepuluh bersaudara, dan menjadi satu-satunya anak yang lahir di Tarutung, sedangkan saudaranya yang lain lahir di Sibolga.

Sejak kanak-kanak, Feisal sudah bercita-cita menjadi tentara, sebagaimana keinginan anak-anak Sibolga pada umumnya yang dalam kesehariannya akrab dengan pantai, dan sering bertemu dengan prajurit Angkatan Laut.

Awalnya, ia berminat menjadi tentara AL. Keinginan itu pun tumbuh seiring dengan seringnya ia membaca tentang tokoh pelaku perjuangan serta kisah pertempuran yang heroik.

Peperangan pasca kemerdekaan yang dialaminya waktu kecil, membuat Feisal remaja makin tertarik pada dunia kemiliteran.

Ketika duduk di kelas tiga SMP Feisal diam-diam pernah mendaftarkan diri menjadi aspiran kadet Akademi Angkatan Laut (AAL), tanpa sepengetahuan orang tuanya.

Ketika itu AAL menerima tamatan SMP untuk menjadi aspiran kadet, dan tamatan SMA menjadi kadet.

Menurut perhitungan Feisal, jika diterima menjadi aspiran kadet, maka dua tahun kemudian dapat menjadi kadet, sehingga memperoleh keuntungan waktu satu tahun lebih cepat.

Sebab, jika ia ingin menjadi kadet, ia harus menunggu tiga tahun lagi setelah tamat SMA.

Namun, harapan Feisal itu buayr. Ia ditolak karena tidak memenuhi syarat usia minimal yang ditetapkan yaitu 16 tahun. Ketika itu ia baru berusia 15 tahun

Selepas tamat SMA, ia mendaftar ke AAL dan juga mengisi formulir pendaftaran masuk Akademi Militer Nasional (AMN) tanpa sepengetahuan ayahnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved