Arogannya Pilot China saat Dicegat Jet Tempur Taiwan, Habiskan Rp 13 Triliun Mengusir Penyusup
Militer Taiwan menghabiskan uang hampir 900 juta dollar AS (Rp 13,3 triliun) tahun ini untuk mengusir pesawat China yang masuk ke ruang udaranya.
Kementerian Pertahanan Taiwan sebelumnya telah mengakui ketegangan yang ditimbulkan oleh latihan berulang China yang menargetkan pertahanan Taiwan.
Saat ini, Yen mengungkapkan bahwa pihaknya sedang dalam proses pembenahan armada tempurnya.
Amerika Serikat tahun lalu menyetujui penjualan jet tempur F-16 senilai 8 miliar dollar AS (Rp 117,9 triliun) ke Taiwan, kesepakatan yang akan membuat jumlah total pesawat di pulau itu menjadi lebih dari 200.
Ini artinya Taiwan menjadi negara terbesar pemilik F-16 di Asia.
Penambahan belanja pertahanan Taiwan meningkat pesat hingga 1,25 miliar dollar AS (Rp 18 triliun), namun dinilai masih kurang tangguh untuk menghadapi ancaman dari China.
Hal itu diungkapkan oleh seorang pejabat senior Amerika Serikat sebagaimana dilansir dari Reuters, Rabu (7/10/2020).
Pada Agustus, kabinet Taiwan mengusulkan anggaran senilai 15,24 miliar dollar AS (Rp 224 triliun) untuk kebutuhan militer tahun depan.
Usulan tersebut meningkat dibandingkan anggaran tahun lalu yakni senilai 13,99 miliar dollar AS (Rp 206 triliun) untuk kebutuhan militer tahun ini.
Usulan tersebut merupakan tanggapan karena China semakin meningkatkan aktivitas militernya di dekat Taiwan.
Asisten menteri pertahanan AS untuk Asia Timur, David Helvey, mengatakan bahwa tindakan militer China adalah ujian bagi kemampuan dan kesiapan Taiwan untuk menanggapi “paksaan”.
Dia mengatakan hal tersebut dalam konferensi industri pertahanan yang diselenggarakan oleh Dewan Bisnis AS-Taiwan secara online.
Dia menambahkan di samping aksi Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China yang berbahaya, PLA memang tidak terkalahkan.
“Taiwan bisa, melalui investasi yang cerdas, mengirimkan sinyal yang jelas kepada Beijing bahwa rakyat Taiwan dan tentaranya benar-benar berkomitmen mempertahankan Taiwan,” kata Helvey.
Dia mengomentari bahwa peningkatan anggaran belanja militer Taiwan sudah berada pada jalur yang tepat.
“Namun tidak cukup untuk memastikan bahwa Taiwan dapat memanfaatkan geografi, teknologi canggih, tenaga kerja, dan populasi patriotiknya untuk menyalurkan keunggulan inheren Taiwan yang diperlukan untuk pertahanan yang tangguh,” sambung Helvey.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jet-tempur-taiwan-bayangi-pesawat-pembom-china.jpg)