Pertama Kali dalam Sejarah, Api Abadi Mrapen Padam Total, Ini Dugaan Penyebabnya

Padamnya api tersebut secara total baru pertama kali terjadi dalam sejarah Api Abadi Mrapen. Api Abadi Mrapen dilaporkan padam total pada Jumat (25/9)

KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTO
Umat Buddha melakuan ritual pengambilan Api Dhamma Tri Suci Waisak 2562 BE 2018 di obyek wisata Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Minggu (27/5/2018). Api yang diambil ini akan disemayamkan di Candi Mendut hingga keesokan harinya dibawa ke Candi Borobudur sebagai sarana peribadatan perayaan Waisak 

TRI BUN-MEDAN.com -  Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mati total.

Padamnya api tersebut secara total baru pertama kali terjadi dalam sejarah Api Abadi Mrapen.

Api Abadi Mrapen dilaporkan padam total pada Jumat (25/9) lalu.

Dulu, Api Abadi Mrapen pernah meredup tapi tak sampai padam.

"Api padam total baru terjadi kali ini. Di tahun 1990-an atau kalau tidak salah ingat di tahun 1996, Api Abadi Mrapen pernah berkurang Intensitas debit gasnya, tapi tidak sampai membuat padam," kata Kasi Energi ESDM Wilayah Kendeng Selatan Sinung Sugeng Arianto saat saat meninjau lokasi, Jumat (2/10).

Rachel Maryam Dikabarkan Koma, Pihak Keluarga Membantah dan Ungkap Kondisinya setelah Melahirkan

Reino Barack Ungkap Sifat Luna Maya yang Buatnya Ogah Lanjutkan Hubungan & Lebih Pilih Syahrini

Sinung menyebut pada 1996 itu, upaya memulihkan api abadi dilakukan dengan pengeboran sehingga gas kembali keluar.

tribunnews
Umat Buddha melakuan ritual pengambilan Api Dhamma Tri Suci Waisak 2562 BE 2018 di obyek wisata Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Minggu (27/5/2018). Api yang diambil ini akan disemayamkan di Candi Mendut hingga keesokan harinya dibawa ke Candi Borobudur sebagai sarana peribadatan perayaan Waisak. (KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTO)

Pengeboran itu dilakukan hingga kedalaman 20 meter.

"Setelah dibor ternyata keluar gasnya, intensitas nyala api kembali berkobar. Di tahun itu tidak sampai padam, padam total baru terjadi kali ini," jelas Sinung.

Kepala Desa Manggarmas Ahmad Mufid menyebut api sempat meredup hingga padam total.

"Sudah sepekan ini apinya padam dan belum menunjukkan tanda-tanda nyala api," kata Mufid.

Di sisi lain, Sinung Sugeng Arianto, mengungkap dugaan penyebabnya.

"Adapun dari pengecekan awal itu memang apinya padam karena tidak ada suplai gasnya. Laporan yang kami terima," ujar Sinung.

Pria Ini Putar Video Perselingkuhan Istrinya di Hari Pernikahan, Bercumbu Mesra dengan Ipar Sendiri

Dia mendapat laporan Api Abadi Mrapen padam sejak 25 September 2020.

Dia menyebut terdapat aktivitas pengeboran untuk mencari sumber mata air di dekat lokasi sebelum api abadi ini padam total.

Jarak lokasi keduanya sekitar 200 meter.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved