Update Covid19 Sumut 3 Oktober 2020

Jumlah Terpapar Covid di Sumut Naik 86 Kasus dan kini Tembus 10.599 Kasus

Juru Bicara GTPP Covid19 Sumut, Aris Yudhariansyah menuturkan, pihaknya terus menggalakkan program pembagian masker bagi lima juta masyarakat.

Sreenshoot youtube humas Permprov Sumut/Maurits
Juru bicara Satuan Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara dr Aris Yudhariansyah 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus Covid19 di Provinsi Sumatera Utara bertambah 86 kasus dan menembus angka 10.599 kasus hingga Sabtu (3/11/2020).

Sementara untuk pasien sembuh bertambah 130 pasien menjadi 7436 orang.

Untuk pasien meninggal bertambah 6 orang menjadi 438 orang.

Berikut ini, jumlah kasus Covid-19 hingga hari ini untuk Provinsi Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu:

Aceh
Positif: 4927
Sembuh: 2642
Meninggal: 187

Sumut
Positif: 10599
Sembuh: 7436
Meninggal: 438

Sumbar
Positif: 6872
Sembuh: 3539
Meninggal: 142

Riau
Positif: 8240
Sembuh: 4771
Meninggal: 177

Kepri
Positif: 2306
Sembuh: 1462
Meninggal: 56

Jambi
Positif: 571
Sembuh: 276
Meninggal: 14

Bengkulu
Positif: 724
Sembuh: 466
Meninggal: 37

Juru Bicara GTPP Covid19 Sumut, Aris Yudhariansyah menuturkan, hingga saat ini pihaknya terus menggalakkan program pembagian masker bagi lima juta masyarakat.

GTPP Covid-19 Sumut Akui Masyarakat Masih Minim Kesadaran Pakai Masker

"Yang pasti Gubernur sudah melaunching gerakan lima juta masker, artinya kita secara bertahap sudah membagi masker sesuai dengan jumlah yang kita rencanakan," katanya kepada Tri bun, Sabtu (3/10/2020).

Ia mengakui, tingkat kepatuhan masyarakat menggunakan masker di semua daerah di Sumut masih terbilang minim.

Bahkan Aris menyebutkan terdapat fenomena bahwa masyarakat menggunakan masker hanya untuk menghindari razia yang dilakukan tim gabungan.

"Nah di masyarakat memang untuk membiasakan menggunakan masker yang benar ini masih agak minim. Tapi kita Gugus Tugas masih tetap terus memantau penggunaan masker-masker. Kalau kita melihat ya masih belum sadar dan terbiasa menggunakan masker. Malah cenderung seperti ini, masyarakat hanya menggunakan masker jika ada petugas yang sedang merazia. Lalu pengendara itu baru memakai masker, ini fenomena yang terjadi sekarang," sebutnya.

Meski begitu saat ini Gugus Tugas masih terus menggalakkan razia khusus masker di semua kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

Aris mengakui bahwa butuh waktu untuk membuat masyarakat sadar pentingnya masker di tengah masa pendemi Covid-19 saat ini.

Jangan Sepele 3M Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan Cegah Covid19 hingga 85 Persen

"Artinya keinginan masyarakat untuk menggunakan masker secara sukarela ini masih butuh waktu saya kira," cetus Aris.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Pemprov Sumut ini juga menyebutkan bahwa pihaknya juga telah memberikan hukuman bagi masyarakat.

"Kita juga sudah memberikanpunishment terhadap masyarakat yang tidak menggunakan masker. Kita masih teguran lisan, lalu ada push up secara administratif berbeda-beda. Kita belum ada denda di Medan dan Deliserdang sudah menggunakan sanksi. Jadi masing-masing berbeda penindakannnya tergantung mereka mengartikan Pergub itu," tuturnya.

Aris menuturkan masker yang baik untu masyarakat minimal menggunakan masker kain tiga lapis.

"Masker kain tiga lapis yang sebaiknya digunakan masyarakat. Bukan masker scuba," jelasnya.(vic/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved