Update Covid19 Sumut 3 Oktober 2020
GTPP Covid-19 Sumut Akui Masyarakat Masih Minim Kesadaran Pakai Masker
Terdapat fenomena bahwa masyarakat menggunakan masker hanya untuk menghindari razia yang dilakukan tim gabungan.
Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Sumatera Utara mengakui hingga saat ini kepatuhan masyarakat di Sumut masih minim.
Juru Bicara GTPP Covid19 Sumut, Aris Yudhariansyah menuturkan hingga saat ini pihaknya terus menggalakkan program pembagian masker bagi 5 juta masyarakat.
"Yang pasti Gubernur sudah melaunching gerakan lima juta masker, artinya kita secara bertahap sudah membagi masker sesuai dengan jumlah yang kita rencanakan," tutur Jujur kepada Tri bun, Sabtu (3/10/2020).
Ia mengakui, tingkat kepatuhan masyarakat menggunakan masker di semua daerah di Sumut masih terbilang minim.
Bahkan Aris menyebutkan terdapat fenomena bahwa masyarakat menggunakan masker hanya untuk menghindari razia yang dilakukan oleh tim gabungan.
• Mahfud MD Prihatin 17 Persen Masyarakat Tidak Percaya COVID-19 padahal Korbannya Sudah Berjuta-juta
"Nah di masyarakat memang untuk membiasakan menggunakan masker yang benar ini masih agak minim. Tapi kita Gugus Tugas masih tetap terus memantau. Terkait penggunaan masker-masker, kalau kita melihat ya masih belum kesadaran dan terbiasa menggunakan masker. Malah cenderung seperti ini masyarakat hanya menggunakan masker jika ada petugas yang sedang merazia. Lalu pengendara itu baru memakai masker, ini fenomena yang terjadi sekarang," katanya.
Meski begitu saat ini Gugus Tugas masih terus menggalakkan razia khusus masker di semua kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
"Seperti yang kita ketahui setiap malam, sudah ada razia khusus masker yang dilakukan oleh Gugus Tugas Provinsi. Sudah semua daerah, Gugus Tugasnya mengadopsi apa yang dilakukan provinsi, hampir setiap malam ada juga yag terjadwal tapi setiap daerah sudah mulai tergerak melakukan itu. Karena mereka di daerah sudah rata-rata mengeluarkan Perbup dan Perwal terkait penindakan pelanggaran protokol kesehatan," ungkap Aris.
Aris mengakui bahwa butuh waktu untuk membuat masyarakat sadar pentingnya masker di tengah masa pendemi Covid19 saat ini.
"Artinya keinginan masyarakat untuk menggunakan masker secara sukarela ini masih butuh waktu saya kira," cetus Aris.
Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Pemprov Sumut ini juga menyebutkan bahwa pihaknya juga telah memberikan hukuman bagi masyarakat.
• Terima Kunjungan BPK RI Sumut, Gubernur Sebut Penanganan Covid-19 Harus Transparan dan Akuntabilitas
"Kita juga kan juga sudah diberikan punishment terhadap masyarakat yang tidak menggunakan masker. Kita masih teguran lisan, lalu ada push up secara administratif berbeda-beda. Kita belum ada denda diberikan, di Medan dan Deliserdang sudah menggunakan sanksi. Jadi masing-masing berbeda penindakannnya tergantung mereka mengartikan Pergub itu," tuturnya.
Aris menuturkan masker yang baik untuk masyarakat minimal menggunakan masker kain tiga lapis.
"Masker kain tiga lapis yang sebaiknya digunakan masyarakat. Bukan masker scuba," jelasnya.(vic/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jubir-satuan-gugus-percepatan-penanganan-covid-19-sumatera-utara-dr-aris-yudhariansyah.jpg)