Anggota Dewan Takut Tertular Covid-19, Ramai-ramai Ikut Swab Test
Anggota DPRD Sumut ada yang dinyatakan positif Covid-19. Mereka yang positif saat ini menjalani isolasi
T R I B U N-M E D A N.com,MEDAN-Anggota DPRD Sumut ramai-ramai mengikuti tes usap (swab) massal di kantornya. Ini dilakukan guna mencegah penularan Covid-19 di lungkungan DPRD Sumut.
Di sela kegiatan tes usap, Tribun Medan sempat mewawancarai Benny Sihotang, anggota Komisi C DPRD Sumut.
Kata Benny, dia sendiri takut tertular Covid-19. Maka dari itu, Benny merasa perlu mengikuti tes usap ini.
Selain untuk mengetahui kondisi kesehatannya, Benny tidak ingin keluarganya ikut tertular, bilamana dirinya ternyata terpapar corona saat bertugas.
• Positif Covid-19, Pejabat Asal Aceh Ini Terciduk Berkeliaran di Tempat Hiburan Malam Kota Medan
"Ini kan sudah diprogram Sekretariat DPRD Sumatera Utara.
Selain anggota dewan, saya juga harus patuhi dan ikut.
Kedua, ini supaya saya mengetahui kondisi saya dan keluarga.
Saya juga khawatir, takut juga terkait Covid-19 ini," kata Benny, Selasa (29/9/2020).
Disinggung mengenai kondisi terkini DPRD Sumut, Benny tak menampik jika sejumlah rekannya sesama anggota dewan ada yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Dia juga mengakui bahwa dirinya sempat melakukan kontak dengan orang yang positif corona itu.
• Pantas Tak Nongol Saat Laga Liverpool Vs Arsenal, Thiago Alcantara Dinyatakan Positif COVID-19
Maka dari itu, dia pun secara sukarela mengikuti program tes usap (swab) ini.
"Beberapa teman yang sudah terkonfirmasi positif, saya pernah ada dengan mereka.
Saya pernah kontak fisik," katanya.
Karena virus ini bisa menyerang siapa saja, dia pun mengingatkan kepada semua anggota dewan dan masyarakat untuk sama-sama menjaga kesehatan.
Dia mengajak semua pihak untuk mematuhi protokol kesehatan.
• Ayu Ting Ting Diisukan Menghilang setelah Lakoni Tes Swab, ART Bantah Majikannya Terkena Covid-19
"Dimana-mana bisa kena, bukan hanya waktu raker.
Artinya, karena saya juga sering seperti yang saya bilang tadi, sering berinteraksi dengan masyarakat," kata Benny.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani mengatakan, tes swab ini tidak hanya diikuti oleh anggota dewan saja.
Semua Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN di lingkungan DPRD Sumut juga ikut melakukan tes swab.
"Dalam surat yang kami terima, semua anggota DPRD, ASN maupun non ASN di lingkungan DPRD Sumut akan dilibatkan dalam swab," kata Rahmansyah.
• 67 Ribu Mahasiswa PTS di Sumut Cuti Akibat Covid-19, Ini Imbauan LLDIKTI
Namun, ketika disinggung berapa banyak anggota DPRD yang terkonfirmasi positif, Rahmansyah enggan menjelaskannya.
"Itu hak Gugus Tugas ya rekan-rekan.
Sampai hari ini, saya mohon maaf rekan-rekan pers, berapa anggota DPRD ataupun di lingkungan DPRD Sumut yang terkonfirmasi positif Covid-19 silakan ditanya kepada Gugus Tugas," kata Rahmansyah.
Namun, sambungnya, mereka yang terbukti positif saat ini sudah menjalani isolasi mandiri.
"Yang kami tahu, semuanya telah isolasi mandiri dan perawatan baik di rumah sakit maupun di rumah sendiri," ungkapnya.
• Tahanan KPK Japorman Saragih Positif Covid-19, Sebelumnya Sang Putri Meryl Saragih Kena Corona
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Sumut Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, ada empat orang anggota DPRD Sumut yang terindikasi positif Covid-19.
Katanya, untuk mencegah penularan di lingkungan DPRD Sumut, maka dilakukan tes usap.
"Dari Dinkes kami sediakan untuk 50 orang," kata Alwi.
Disinggung lebih lanjut mengenai hasil tes ini, Alwi mengatakan bahwa hasilnya baru diketahui beberapa hari kedepan.
Minimal, mereka butuh waktu lima hari untuk memperoleh hasil tes usap ini.
• Japorman Saragih dan Anaknya Meryl Saragih Positif Terpapar Covid-19
"Paling cepat lima hari (hasilnya keluar)," sambungnya.
Kemudian, dia juga menjelaskan bagaimana penanganan yang bakal dilakukan bagi anggota dewan yang dinyatakan positif Covid-19 usai swab test hari ini.
"Biasa aja, dah biasa orang positif kan, kita lakukan tracing, kita lakukan penyelidikan epidemiologi, kontak erat, kita swab lagi.
Kalau dia positif, akan diisolasi, kan itu sudah standard," katanya.
Informasi diperoleh Tribun Medan, adapun anggota dewan yang positif itu di antaranya Meryl Saragih.
Kabar berembus, Meryl dinyatakan positif selepas mengikuti rapat kerja (Raker) di Hotel Labersa, Balige, Kabupaten Toba belum lama ini.
• TERBARU, Angka Covid-19 di Sumut Bertambah 88 Kasus Baru, Total 10.123, Sembuh 168 Orang Sehari
"Iya benar, bu Mery yang kena setelah raker lalu.
Beliau langsung periksakan diri ke rumah sakit, dan hasilnya positif," Kata Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting.
Namun, Baskami membantah adanya kabar belasan anggota dewan lain yang terpapar.
Ia menyebut, hanya ada dua anggota DPRD Sumut yang terpapari Covid-19 ini.
"Enggak benar itu. Dari mana pula belasan orang, siapa yang bilang?
Setahu kami hanya Bu Meryl dan Dimas Tri Adji (Ketua Komisi E)," jelasnya.
• Perwira Polrestabes Ini Tidak Tahu, Pejabat Pemkab Aceh yang Ditangkap Positif Corona
Lalu, ia mengimbau kepada seluruh anggotanya, ASN dan tenaga pendukung di lingkungan DPRD Sumut agar bisa mengikuti pemeriksaan swab guna memutus rantai penyebaran virus.
Akan tetapi, ia tidak bisa dengan tegas memaksa seluruh anggota dewan untuk mengikuti pemeriksaan tersebut.
"Kita tidak bisa memaksa orang untuk swab, bagi yang mau saja.
Tapi kita harus mengetahui kondisi kesehatan kita, maka saya imbau ikut swab," katanya.
Anggota DPRD Sumut Dimas Tri Adji membenarkan kabar dirinya terkonfirmasi positif Covid-19.
Akan tetapi, ia mengaku, tertular bukan dari mengikuti raker di Balige.
• GTPP Covid-19 Sumut Benarkan Ketua KPID Meninggal Akibat Corona, Sebagian Keluarga juga Positif
"Saya positif, tapi saya tidak ikut dalam Raker tersebut," ucapnya.
Saat ini, dirinya juga sudah melakukan pemeriksaan swab dan isolasi untuk mencegah penularan virus kepada orang lain.
Beri Apresiasi
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumut dr Edy Ardiansyah mengapresiasi langkah yang diambil DPRD Sumut dalam kegiatan tes usap (swab) massal.
Katanya, pendeteksian Covid-19 ini lebih mudah dideteksi menggunakan metode tes usap.
"Mereka berpikir mungkin dengan hanya rapid test, namun mereka langsung lakukan swab test, itu sebuah langkah yang bagus.
Karena memang rapid test ini, kalau ada sedikit gejala, langsung reaktif, deteksinya sebenarnya ke swab, bukan ke rapid," kata Edy.
• Terdampak Pandemi Covid-19, Penerimaan Mahasiswa Baru PTS di Sumut Menurun hingga 70 Persen
Ia mengatakan, apa yang dilakukan DPRD Sumut kiranya menjadi contoh dan sekaligus imbauan bagi masyarakat untuk dapat mengikuti test massal.
"Artinya, mungkin langkah mereka tidak mau dua kali, dan itu bagus.
Dimana-mana pun pengawasannya memang swab, temasuk kita lihat kalau mau keluar kota, diswab," sambungnya.
Di gedung DPRD Sumut, sejumlah anggota DPRD Sumut masuk dalam ruangan pemeriksaan swab.
Di sana tim medis tampak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.(cr3/wen)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/semua-anggota-dprd-sumut-lakukan-swab-test.jpg)