News Video
Warga Kampung Titi Payung Kembali Geruduk Kantor Bupati, Tuntut Listrik Masuk ke Kampung Mereka
Puluhan warga Kampung Titi Payung, Desa Naga Timbul, Kecamatan Tanjung Morawa kembali melakukan aksi unjukrasa
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Hendrik Naipospos
TRIBUN-MEDAN.COM - Puluhan warga Kampung Titi Payung, Desa Naga Timbul, Kecamatan Tanjung Morawa kembali melakukan aksi unjukrasa di Kantor Bupati Deliserdang, Senin (28/9/2020).
Aksi ini merupakan aksi yang ketiga kalinya dalam dua bulan terakhir.
Tuntutannya masih sama seperti sebelumnya mengharapkan agar kampung mereka bisa dialiri listik PLN secepatnya.
Semangat masyarakat untuk menyampaikan aspirasi masih tampak menggebu-gebu.
Beragam hal yang disampaikan mulai dari ucapan dengan kalimat lembut sampai yang kasar.
Pada intinya mereka mengharapkan agar Pemkab bisa punya belas kasih untuk mereka.
Salah satu pihak yang tampak paling semangat menyampaikan aspirasi adalah Wati.
Perempuan berhijab ini menyebut jangan hanya pada saat masa Pilkada saja masyarakat didekati dan setelah itu masyarakat dicueki.
Disebut sudah dari 2014 masyarakat berjuang untuk mendapatkan haknya.
"Kami butuh listrik, sekarang sistem belajar sudah daring. Dari mana anak kami mau belajar listrik enggak ada. Masyarakat ini perlu diperhatikan Pak Bupati, perlu ditolong bukan diabaikan. Tolong lihat kami di kampung, jangan takut sama Corona,"ujar Wati.
Karena begitu semangat, ucapan-ucapan yang dilontarkan oleh Wati pun membuat yang lainnya ikut semangat.
Tidak hanya yang anak-anak yang sudah lanjut usia pun ikut tampak menggebu-gebu ketika menyampaikan aspirasinya.
Beragam lontaran yang kembali mereka ucapkan dimana persoalan ini mereka kait-kaitkan dengan kemerdekaan Republik Indonesia.
"Sudah 75 tahun Indonesia merdeka tapi kami belum juga merasakan kemerdekaan. Kami butuh penerangan listrik. Jangan kalian butakan mata kalian,"teriak warga.
Diawal aksi terlebih dahulu massa menyanyikan bersama-sama lagu Indonesia Raya.
Meski mereka menganggap dirinya sendiri belum merdeka namun dengan suara yang kencang mereka pun menyanyikan lagu kebangsaan itu dengan sempurna.
Sementara itu perwakilan massa, Hutabarat menyebut sampai sekarang mereka belum puas dengan apa yang sudah disampaikan oleh pihak PLN maupun Pemkab.
Ia juga heran mengapa beberapa hari lalu mereka ada mendapatkan surat dari PLN yang menyebut kalau pembangunan jaringan listrik akan dilakukan tahun 2020 ini juga.
"Padahal sebelumnya dibilang tahun 2021. Ada apa ini?. Kenapa disaat kami mau melakukan aksi kembali ada surat yang kami terima kalau pembangunannya akan dilakukan 2020. Kami minta kepastian kapan sebenarnya akan dibangun?. Warga hanya ingin dapatkan kepastian saja," kata Hutabarat.
(dra/tribun-medan.com).