Breaking News

Gudang Gas di Siantar Terbakar

Pengakuan Saksi di Lokasi Kebakaran Gudang Gas Siantar: Korban Hampir Selamat, Tapi Masuk Rumah Lagi

Menurut tetangga, Imran Saragih, yang juga saksi mata pada peristiwa ini mengatakan, bahwa si kakek (Aminuddin alias Ameng) hampir berhasil selamat.

TRIBUN MEDAN/ALIJA
KETUA RT, Imran Saragih menjelaskan kronologi kebakaran gudang gas Pematangsiantar. 

TRI BUN-MEDAN.com, SIANTAR - Sejumlah warga masih memadati Jalan Panyabungan, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Minggu (27/9/2020) siang.

Bangunan gudang gas sekaligus hunian yang berada di lokasi kejadian mengalami kebakaran hebat, Sabtu (26/9/2020) malam.

Petugas kepolisian telah memasang garis polisi guna menjaga tempat kejadian perkara agar tidak diganggu oleh kehadiran warga yang menyaksikan puing-puing sisa kebakaran.

Akhir dari peristiwa ini, lima korban meninggal, tiga diantaranya merupakan anak-anak atau cucu dari pemilik usaha gas sekaligus bengkel dan hunian.

Menurut tetangga, Imran Saragih, yang juga saksi mata pada peristiwa ini mengatakan, bahwa si kakek (Aminuddin alias Ameng) hampir berhasil selamat. Ia sempat mengeluarkan satu unit mobil Pikap merk Grand Max. Saat itupula, Imran bahkan mengaku ikut membantu Ameng untuk mengeluarkan mobil tersebut.

Gudang Gas Terbakar Tewaskan Lima Orang, Saksi Sebut Korban Minta Tolong Sebelum Meninggal

Namun ia kembali masuk ke rumah berniat menyelamatkan menantu dan ketiga cucunya yang kelihatan meminta tolong dari jendela kamar di lantai dua.

Imran sempat mengejar agar si kakek tidak masuk lagi, namun tidak berhasil.

"Ya saya coba membantu korban, korban sempat keluar. Habis itu dia masuk lagi. Saya kejar nggak dapat. Kejadian kebakaran dia sempat mengeluarkan mobil. Malah saya sempat bantu buka gerbang. Habis itu mobilnya dikeluarkan. Habis itu dia lari balik lagi ke dalam. Itu si kakek," ujar Imran.

"Cucu dan menantunya di atas. Mereka minta tolong di lantai dua dari kamar jendela. Saya suruh lompat dia nggak mau," tutur pria yang juga sebagai Ketua RT setempat.

BREAKING NEWS: Gudang Gas di Siantar Terbakar, Mertua, Menantu dan Tiga Cucu Ditemukan Meninggal

Imran berulang kali mendengar ledakan dari gas elpiji yang meledak mirip ban pecah. Memang Ameng sendiri dikenal sebagai penyuplai gas berbagai ukuran.

"Ledakannya sebenarnya tidak terlalu besar. Macam ban pecah gitu. Setelah pecah langsung meledak baru nyambar api, ke sisi gedung. Iya betul jualan gas elpiji," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, para korban meninggal disemayamkan di Yayasan Bakti Kesejahteraan Sosial Balai Persemayaman di Jalan Tjokroaminoto Pematangsiantar. Dikabarkan seluruh korban akan dimakamkan hari ini.(alj/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved