Heboh Kisah WNI Jalan Kaki Pulang ke Indonesia, Kerjanya Tak Digaji di Malaysia, Ditemukan Lemas
Syamsuddin terpaksa jalan kaki karena tidak memiliki uang. Ia menyusuri hutan berhari-hari hanya berbekal garam dan air.
TRI BUN-MEDAN.com - Sedang viral kisah seorang Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia yang nekat pulang ke Indonesia dari negeri Jiran dengan jalan kaki.
Kisah WNI yang nekat pulang jalan kaki dari Malaysia langsung jadi sorotan di media sosial.
Yakni seorang tukang bangunan bernama Syamsuddin (51) nekat pulang berjalan kaki melewati Hutan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara yang berbatasan dengan Malaysia.
Syamsuddin terpaksa jalan kaki karena tidak memiliki uang.
Ia menyusuri hutan berhari-hari hanya berbekal garam dan air.
Pria asal Makassar yang sebelumnya bekerja di Malaysia itu memberanikan diri menerobos hutan belantara agar bisa kembali pulang ke Indonesia.
Ia pun berhari-hari berada di hutan belantara seorang diri.
• BREAKING NEWS: Sumut Akan Terima Bantuan Lab PCR dari Satgas Covid-19 Pusat, Ditempatkan di Nias
• Pengakuan Chef Renatta Terkait Isu Settingan di Masterchef hingga Seputar Kehidupan Pribadinya
Sebelumnya, Syamsuddin bekerja di Malaysia sekitar sebulan sebagai tukang bangunan.
Namun selama satu bulan bekerja, ia merasa ditipu.
Bahkan Syamsuddin tidak diberi upah.
Karena itulah, ia pun bertekad kembali ke Krayan, Nunukan meski harus berjalan kaki menembus hutan.
Sekira 8 hari Syamsuddin berada di hutan.
Banyak hal yang dialaminya selama di hutan.
Seperti mendengar suara hewan buas hingga sulitnya menemukan makanan di hutan.
Tak temukan makanan
Tak temukan makanan
Syamsuddin hanya berbekal air minum, vetsin dan garam selama perjalanannya menyusuri hutan.
Sebab, ia tak memiliki cukup uang.
Selama berjalan berhari-hari, Syamsuddin tak menemukan satu pun buah-buahan yang dapat dimakan.
Dia hanya menaburkan garam atau vetsin ke lidahnya, kemudian meminum air putih untuk mengganjal perut yang lapar.
"Jadi dia rasa-rasa saja itu garam dan vetsin.
Nah, hanya itu saja dia bawa bekal, tidak ada dia bilang jumpa pohon buah, hewan juga tidak ada dijumpa selama jalan kaki berapa malam itu," kata Nursiah, istri Syamsuddin.
• Seorang Pengusaha Toko Bangunan di Samosir Sekap Karyawan Perempuanya Selama Dua Minggu
• Man City Vs Leicester Malam Ini, Pep Guardiola Keluhkan Jadwal Kompetisi yang Tak Manuasiawi
Dihantui suara hewan buas
Hutan Krayan dikenal masih dihuni hewan-hewan buas seperti harimau hingga babi hutan.
Dalam perjalanannya, Syamsuddin kerap mendengarkan suara-suara hewan buas.
Namun beruntung, tak satu pun hewan buas dia temui.
Nursiah menduga suaminya terlindungi karena tidak pernah meninggalkan ibadah meski berada di tengah hutan.
"Memang dari dulu dia (Syamsuddin) tidak pernah itu yang namanya tinggalkan shalat,
selalu dia bangun malam tahajud, itu juga yang dia cerita.
Kenapa jelas sekali banyak suara binatang buas, tapi tidak ada sedikit pun sentuh dia,
biar di hutan, tahajud dia selalunya," kata dia.

Ditemukan lemas oleh warga
Anak Syamsuddin, Suryaningsih kemudian melaporkan ke Pos SAR Nunukan bahwa ayahnya hilang pada 16 September 2020.
Sebab, sudah berhari-hari tak ada kabar dari sang ayah.
Untungnya Syamsuddin ditemukan oleh warga dan langsung dievakuasi.
Saat ditemukan, kondisi tubuhnya lemas dan kelaparan di bawah sebuah pohon besar.
Baru pada 23 September 2020, Syamsuddin menghubungi keluarga dan mengabarkan bahwa kondisinya baik-baik saja.
Nursiah dan Ningsih pun mulai berpuasa sesuai dengan hajatnya jika Syamsuddin selamat.
"Kami dapat kabar, langsung bapak yang menelepon kalau dia selamat,
itu mukjizat karena doa kami diijabah,
kami hari ini mulai puasa," kata dia.
Syamsuddin sebenarnya sudah sembilan tahun bekerja sebagai pemborong bangunan di Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara.
Kemudian, dia mendapatkan tawaran pekerjaan di Malaysia.
Namun ternyata, Syamsuddin tidak pernah digaji saat bekerja di sana.
Syamsuddin biasanya selalu mengirimkan uang kepada istri dan anaknya di Makassar.
Tetapi sebulan terakhir, Syamsuddin tidak melakukannya karena tak mendapat upah.
Syamsuddin pun memutuskan untuk kembali ke Indonesia karena merasa ditipu.
Setelah ditemukan warga di hutan, Syamsuddin mengaku belum ingin kembali ke tempat asalnya di Makassar.
Dia ingin kembali bekerja di Krayan, tempat kerja Syamsuddin sebelumya.
• Bikin Geleng Kepala, Kerumunan Orang-orang Ini Malah Asyik Berjoget di Tengah Pandemi Covid-19
• Penyebab Timbulnya Jerawat setelah Pakai Masker, Ini Tips Perawatan dari Dokter Kulit
• Irwansyah Bahas Kenangan dengan Acha Septriasa saat Istri Hamil, Zaskia Sungkar: Jahat Banget!
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Syamsuddin Hilang 8 Hari di Hutan Perbatasan Malaysia, Dihantui Suara Hewan Buas, Ditemukan Lemas"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-rimba-belantara-hutan-indonesia.jpg)