Heboh Kisah WNI Jalan Kaki Pulang ke Indonesia, Kerjanya Tak Digaji di Malaysia, Ditemukan Lemas
Syamsuddin terpaksa jalan kaki karena tidak memiliki uang. Ia menyusuri hutan berhari-hari hanya berbekal garam dan air.
Ditemukan lemas oleh warga
Anak Syamsuddin, Suryaningsih kemudian melaporkan ke Pos SAR Nunukan bahwa ayahnya hilang pada 16 September 2020.
Sebab, sudah berhari-hari tak ada kabar dari sang ayah.
Untungnya Syamsuddin ditemukan oleh warga dan langsung dievakuasi.
Saat ditemukan, kondisi tubuhnya lemas dan kelaparan di bawah sebuah pohon besar.
Baru pada 23 September 2020, Syamsuddin menghubungi keluarga dan mengabarkan bahwa kondisinya baik-baik saja.
Nursiah dan Ningsih pun mulai berpuasa sesuai dengan hajatnya jika Syamsuddin selamat.
"Kami dapat kabar, langsung bapak yang menelepon kalau dia selamat,
itu mukjizat karena doa kami diijabah,
kami hari ini mulai puasa," kata dia.
Syamsuddin sebenarnya sudah sembilan tahun bekerja sebagai pemborong bangunan di Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara.
Kemudian, dia mendapatkan tawaran pekerjaan di Malaysia.
Namun ternyata, Syamsuddin tidak pernah digaji saat bekerja di sana.
Syamsuddin biasanya selalu mengirimkan uang kepada istri dan anaknya di Makassar.
Tetapi sebulan terakhir, Syamsuddin tidak melakukannya karena tak mendapat upah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-rimba-belantara-hutan-indonesia.jpg)