Mengenal Tupai Vampir Asal Kalimantan, Disebut Pengisap Darah dan Pemakan Organ Tubuh

Namun yang jadi pertanyaan, benarkah hewan itu minum darah dan memangsa organ seperti yang diceritakan dalam legenda?

Iflscience
Tupai tanah berumbai tertangkap kamera perangkap di habitat aslinya. 

TRIBUN-MEDAN.com - Ada legenda menarik tentang mahluk misterius yang hidup di hutan hujan Kalimantan.

Konon katanya, mahluk yang merupakan tupai itu memiliki gigi seperti gergaji, meminum darah hewan lain, dan memakan organ mangsanya.

Cerita yang berkembang menyebutkan, tupai ini bertengger di dahan rendah agar dapat melompat ke punggung rusa, memotong urat leher mereka, dan mengeluarkan isi perut serta memakan organnya.

Inilah kenapa tupai itu dijuluki tupai vampir Kalimantan.

Di kehidupan nyata, tupai vampir memang benar-benar ada.

Namun yang jadi pertanyaan, benarkah hewan itu minum darah dan memangsa organ seperti yang diceritakan dalam legenda?

Seperti dikutip dari IFL Science, Rabu (23/9/2020) untuk pertama kalinya ilmuwan melakukan studi tentang pola makan tupai vampir atau tupai tanah berjambul Kalimantan (Rheithrosciurus macrotis).

Dalam studi yang diketuai oleh Andrew Marshall dari University of Michigan, tim peneliti mempelajari tupai di habitat alami mereka di Taman Nasional Gunung Palung, Kalimantan.

Selama beberapa tahun, tim mengamati kebiasaan makan tupai vampir sebanyak 79 kali.

Dalam pengamatan tersebut, tentu saja peneliti tidak menemukan jika tupai memangsa kijang. Namun ada hal yang tetap membuat para peneliti tertarik.

Tupai tanah berumbai ternyata memiliki pola makan yang sangat spesifik.

Mereka memilih untuk memakan biji C. decumanum dan M.leptopoda. Dua tanaman ini dikenal memiliki biji yang paling keras di hutan.

Pilihan makanan yang sangat spesifik ini kemungkinan didorong karena persaingan di alam liar.

Biji yang sangat keras tidak dapat dikonsumsi oleh tupai lain sehingga persaingan untuk mendapatkan makanan menjadi lebih terbatas dibandingkan jika harus memakan biji dan buah yang lebih mudah diproses.

"Biji itu begitu keras dan tidak dapat dikonsumsi oleh spesies tupai lain. Manusia bahkan harus menggunakan palu untuk menghancurkannya," papar Marshall.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved