Tiga Rumah di Simpangempat Terbakar, Dua Rata Dengan Tanah

Sejumlah warga di Desa Lingga sempat panik saat melihat kobaran api dari tiga rumah milik masyarakat setempat

Editor: Array A Argus
T R IBUN-MEDAN.com/M Nasrul
Personel gabungan pemadam kebakaran Kabupaten Karo, bersama Polsek Simpangempat dan Koramil 04/SE, melakukan proses pendinginan unit rumah yang mengalami kebakaran di Desa Lingga, Kecamatan Simpangempat, Kamis (17/9/2020) 

T R I B U N-M E D A N.Com,SIMPANGEMPAT-Tiga unit rumah di Desa Lingga, Kecamatan Simpangempat, Kabupaten Tanahkaro terbakar.

Dari tiga rumah warga itu, dua di antaranya rata dengan tanah.

Menurut Kapolsek Simpangempat AKP Ridwan Harahap, kebakaran ini terjadi pukul 13.00 WIB.

KEBAKARAN di Perumahan Torganda, Api Lalap 1 Unit Rumah dan Mobil

"Kami masih menyelidiki darimana sumber api. Sampai saat ini, kami masih memintai keterangan warga," kata Ridwan, Kamis (17/9/2020).

Perwira berpangkat tiga balok emas di pundak ini mengatakan, adapun dua rumah yang rata dengan tanah milik Nopalinda br Ginting (38) dan Nurhlimah br Sitepu (38).

Sementara satu rumah lain milik Edison Sembiring (45) hanya bagian dinding yang dijilat api.

"Saya bersama anggota masih berada di lokasi untuk memastikan proses pemadaman berjalan lancar," kata Ridwan.

TERUNGKAP Penyebab Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung, Polri Beber Ada Unsur Pidana

Terpisah, Kepala Satpol-PP yang juga menjabat sebagai Kepala Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Karo Hendrik P Tarigan mengungkapkan mengatakan, pihaknya sempat mengerahkan dua unit mobil pemadam ke lokasi.

"Selain menghanguskan dua unit rumah, motor bebek milik salah satu korban juga ikut terbakar," kata Hendrik.

Ia mengatakan, api baru bisa dipadamkan pukul 13.35 WIB. Untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang menyala, petugas damkar tetap melakukan penyiraman air di tengah puing yang terbakar.

Dari pengakuan warga sekitar, mereka juga tidak tahu darimana sumber api.

Tiba-tiba saja api menyala dan membubung tinggi dari salah satu rumah korban.

Begitu melihat kepulan asap dan api, warga yang tinggal di lokasi sempat panik.

Nasib Karyawan PT Indomarco Adi Prima Belum Jelas, Manajemen Masih Memikirkan Tragedi Kebakaran

Mereka kocar-kacir mencari wadah untuk mengangkut air, dan menyiramkannya ke rumah yang terbakar.

"Sejauh ini tidak ada korban jiwa," kata Hendrik.

Akibat peristiwa ini, ditaksir mencapai kurang lebih Rp 200 juta.(cr4)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved