Kronologi Penangkapan Sepasang Kekasih Pelaku Pembunuhan Rinaldi HW, Dihabisi saat Berhubungan Intim

Tim Jatanras Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus pembunuhan Manajer HRD Rinaldi Harley Wismanu (32 tahun) yang jasadnya dimutilasi 11 Bagian

Editor: AbdiTumanggor
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim/Facebook.com
Foto korban, Rinaldi (insert) dan Foto sosok Djumadil Al Fajri (DAF) dan Laeli Atik Supriyatin (LAS), tersangka pembunuhan dan mutilasi mayat pria di Apartemen Kalibata City saat dihadirkan dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Kamis (17/9/2020). (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim) 

Manajaer HRD Rinaldi Harley Wismanu (32) Dibunuh saat Berhubungan Intim, Dua Pelaku Kuras ATM Beli Logam Mulia dan NMax. Berikut Kronologinya. 

TRIBUN-MEDAN.COM -  Tim Jatanras Polda Metro Jaya berhasil mengungkap  kasus pembunuhan Manajer HRD Rinaldi Harley Wismanu (32 tahun) yang jasadnya dimutilasi jadi 11 bagian dan disimpan di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

Dua pelaku adalah sepasang kekasih bernama Djumadil Al Fajri (DAF) dan Laeli Atik Supriyatin (LAS).  

Dalam kasus ini, LAS berperan merayu RHW hingga korban mau memberitahu pin ATM-nya.

Setelah dibunuh dan jenazahnya dimutilasi, rekening korban dikuras oleh kedua tersangka.

LAS menguras rekening senilai Rp 97 juta yang diambil lewat ATM korban. 

Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, uang tersebut digunakan pelaku untuk menyewa satu unit kamar apartemen dan rumah yang rencananya untuk mengubur korban di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Uang tersebut juga sudah digunakan pelaku untuk membeli barang berharga lainnya.

"Mereka menguras rekening korban dengan membeli logam mulia, motor Yamaha Nmax, dan sewa rumah di Cimanggis, Depok," kata Nana saat merilis kasus ini, Kamis (17/9/2020).

"Ada 11 emas antam kurang lebih totalnya 11,5 gram, dua laptop, jam tangan perhiasan dan motor NMax," katanya.

Dua tersangka pembunuhan dan mutilasi mayat pria di Apartemen Kalibata City saat dihadirkan dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Kamis (17/9/2020).
Dua tersangka pembunuhan dan mutilasi mayat pria di Apartemen Kalibata City saat dihadirkan dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Kamis (17/9/2020). (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

Pembunuhan ini bermula ketika korban berkenalan dengan LAS melalui aplikasi Tinder.

Setelah intens berkomunikasi, RHW dan LAS memutuskan untuk bertemu pada Senin (7/9/2020).

Pada Rabu (9/9/2020), keduanya menyewa kamar di apartemen di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Kamar itu disewa selama tiga hari hingga Sabtu (12/9/2020).

"Saat masuk kamar di tanggal 9 September, ternyata DAF sudah lebih dulu masuk.

Dia bersembunyi di kamar mandi," ujar Nana.

Ketika korban dan LAS sedang berhubungan intim, DAF keluar dari tempat persembunyiannya.

DAF langsung menghampiri LAS dan memukul kepala bagian belakang korban menggunakan batu bata sebanyak tiga kali.

Selain itu, jelas Nana, DAF juga melakukan tujuh tusukan kepada RHW hingga korban meninggal dunia.

Di hari dan lokasi yang sama, jenazah RHW dimutilasi menggunakan gergaji dan sebilah golok.

Dua tersangka pembunuhan dan mutilasi mayat pria di Apartemen Kalibata City saat dihadirkan dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Kamis (17/9/2020).
Sosok pasangan kekasih, Djumadil Al Fajri (DAF) dan Laeli Atik Supriyatin (LAS), tersangka pembunuhan dan mutilasi mayat pria di Apartemen Kalibata City saat dihadirkan dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Kamis (17/9/2020). (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

Pada Sabtu (12/9/2020), potongan tubuh korban yang dibungkus plastik kresek dan dimasukkan ke koper dibawa ke Apartemen Kalibata City.

Itu adalah hari di mana keluarga korban melapor ke Polda Metro Jaya terkait orang hilang.

Empat hari kemudian, jenazah korban yang sudah dimutilasi ditemukan di sebuah kamar di lantai 16 Tower Ebony.

Sebelumnya polisi mengamankan dua tersangka seorang pria dan seorang wanita di Perumahan Permata Cimanggis, Cimpaeun, Tapos, Kota Depok, pada Rabu (16/9/2020) sore sekira pukul 17.00 WIB

Diduga, keduanya terlibat kasus pembunuhan Manajer HRD perusahaan kontraktor PT Jaya Obayashi, Rinaldi Harley Wismanu (RHW), 32, yang jasadnya dimutilasi dan ditemukan di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

Menurut kesaksian salah satu warga bernama Arnet, kedua terduga ini sempat melarikan diri saat dikejar polisi.

Bahkan, keduanya nekat memanjat atap rumahnya hingga ke atas genting demi meloloskan diri.

"Mereka naik ke atas genting, jadi bisa naik gitu rumahnya,"

"Tapi dibawah sudah dikepung petugas," kata Arnet di lokasi kejadian, Kamis (17/9/2020) dini hari.

Terduga pria, lanjut Arnet, hanya mengenakan handuk yang menutupi bagian tubuhnya ketika diamankan.

"Yang laki-laki cuma pakai handuk pas sudah ditangkap di bawah, tapi tangannya ke belakang gitu sudah diborgol," jelasnya.

Arnet menuturkan, ia mengetahui penangkapan tersebut saat dirinya baru saja pulang kerja.

"Saya baru balik kerja, gak tahunya dekat rumah ramai banyak polisi. Akhirnya saya masuk ke dalam rumah," bebernya.

Kemudian, Arnet memutuskan untuk mencaritahu apa yang sedang terjadi di kawasan rumahnya.

"Pas saya keluar lagi pada lari-lari, terus ditangkap cowoknya. Yang ceweknya udah duluan," kata Arnet lagi.

"Pas saya tanya-tanya, katanya itu yang ditangkap ada hubungannya sama yang pembunuhan mutilasi di Kalibata," timpalnya lagi.

Setelah itu, Arnet mengatakan bahwa ke-duanya pun dibawa oleh aparat Kepolisian.

"Langsung dibawa, nah tadi pukul 23.00 WIB datang lagi."

"Kaya reka ulang penangkapan gitu bang ada juga laki-laki sama wanitanya yang tadi ditangkap," ujarnya.

Rinaldi Harley Wismanu

Alumni UGM

Rinaldi Harvey Wismanu (RHW) korban mutilasi di Apartemn Kalibata City merupakan alumni Universitas Gadjah Mada (UGM).

RHW tercatat masuk Fakultas Ilmu Budaya UGM pada tahun 2006.

"Iya benar, terkonfirmasi tercatat sebagai alumni Universitas Gadjah Mada (UGM)," ujar Kabag Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani, Kamis (17/09/2020).

RHW yang bekerja sebagai HRD perusahaan kontraktor PT Jaya Obayashi ini masuk Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 2006. Ia masuk di Fakultas Ilmu Budaya.

"Alumni dari Fakultas Ilmu Budaya angkatan 2006," urainya.

Iva menyampaikan mendengar kabar tersebut, keluarga besar Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan turut berduka cita yang mendalam.

"Keluarga besar Universitas Gadjah Mada (UGM) turut berduka cita, kita kaget, kita sedih, semoga mendapatkan tempat terindah di sisi Tuhan, keluarga yang ditunggalkan diberikan kesabaran," ucapnya.

Duka Orangtua Rinaldi Harvey Wismanu

Suasana duka menyelimuti rumah Sulistiyani yang berada di Jalan Nologaten, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Sleman sejak Kamis (17/9/2020).

Banyak kerabat dan sanak saudara mulai berdatangan untuk memberikan bela sungkawa kepada keluarga Sulistiyani yang kini masih menanti kedatangan jenazah putranya bernama Rinaldi Harley Wismanu (32) yang diduga menjadi korban mutilasi di apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan Rabu (16/9/2020) kemarin.

Ibu korban masih belum bisa ditemui, kecuali untuk menyambut para kerabat yang melayat.

Berkali-kali ibu yang akrab disapa Lisa tersebut menceritakan kesedihannya kepada pelayat satu persatu.

Ia masih belum menyangka, anak pertamanya itu harus meninggal di masa muda dengan cara yang tragis.

"Ibu belum bisa ditemui. Masih shock kondisinya," kata keponakan Rinaldy, bernama Aden Putera Ichlasul Amal saat ditemui Tribunjogja.com.

Aden menjelaskan, saat ini pihak keluarga masih menunggu jumpa pers dari pihak kepolisian terkait motif pembunuhan terhadap Rinaldy.

Ia berharap polisi memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku atas apa yang dilakukan kepada Rinaldy.

"Ya harus dihukum yang setimpal. Saat ini kami masih menanti kabar dari Jakarta. Papa-nya om Rinaldy sudah berangkat ke Jakarta kemarin siang untuk test DNA. Sekarang tinggal kejelasan pelaku saja," tegas Aden.

Hingga pukul 13.59 WIB, rumah duka di Jalan Nologaten, Sleman tersebut masih didatangi kerabat yang hendak melayat.

Komunikasi Terakhir 

Pihak keluarga terduga korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan terakhir berkomunikasi dengan Rinaldy Harley Wismanu pada Rabu (9/9/2020).

Kala itu sang ibu bernama Sulistyani masih sempat berkomunikasi dengan putranya siang hari.

Bahkan, Rinaldy memiliki keinginan agar ibu dan bapaknya segera berangkat umroh.

Tak disangka, obrolan tersebut justru menjadi obrolan terakhir Rinaldy dengan keluarga karena Rabu malamnya pihak keluarga sudah tidak dapat menghubungi Rinaldy.

"Terakhir itu hari Rabu masih komunikasi. Om Rinaldy bilang, pokoknya ibu harus segera umroh biar saya yang biayai. Sudah ya bu, Har pergi meeting dulu," kata keponakan Rinaldy, bernama Aden Putera Ichlasul Amal di rumah duka, menirukan percakapan Rinaldy dengan ibunya.

Seusai percakapan tersebut, pihak keluarga mulai putus komunikasi.

Semua keluarga besar pun merasa khawatir.

"Karena om Rinaldy ini anak pertama. Baik sekali kepada adik-adiknya dan keponakan. Kalau keponakan paling dekat dengan saya. Ya kami mulai khawatir semenjak itu kok hp-nya tidak bisa dihubungi," katanya.

Selang tiga hari, tepatnya pada Sabtu (12/9/2020) pihak keluarga mendapat kabar Rinaldy dinyatakan hilang.

"Saya dapat kabar dari kakak saya di Jakarta. Om Rinaldy beberapa hari tidak kembali ke kamarnya, itu sejak kami sekeluarga putus komunikasi," imbuh Aden.

Sebagai orang terdekat almarhum, Aden sangat merasa kehilangan.

Saat diwawancara beberapa saat air matanya menetes.

Ada satu hal yang sulit ia lupakan.

Sejak menetap di Jakarta, ia selalu rutin dua bulan sekali bermain ke apartemen Rinaldy.

"Paling suka main game, dan nonton film," kenangnya.

Kebiasaan voting untuk menentukan jenis film yang ingin ditonton pun sepertinya sudah tidak bisa lagi diulang oleh Aden bersama almarhum.

"Selama ini ya saya sering main ke apartemennya. Hampir dua bulan sekali saya pasti ke sana. Paling suka om itu nonton film. Kami selalu voting untuk menentukan film yang ingin ditonton. Kebetulan ada adik-adiknya juga di sana," kata Aden.

Menurut Aden, Rinaldy menetap di Jakarta sudah hampir dua tahun.

Sebelumnya ia sempat menyelesaikan studi S2 di Jepang.

Setelah itu, Rinaldy bekerja di perusahaan kontraktor Jepang yang membuka cabang di Indonesia.

"Di Jakarta hampir dua tahun. Karena apartemennya dulu kan di Tamansari Sudirman, dan sekarang pindah di Semanggi ini," pungkasnya. (*)

Akhirnya Pelaku Pembunuhan HRD Rinaldi Harley Wismanu Ditangkap Polda Metro Jaya di Depok Jawa Barat

Kabar Terbaru Kasus Dua PNS Ditemukan Pingsan di Dalam Mobil Tanpa Celana Dalam, Kini Disidang PN

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Kuras Rekening Korban Mutilasi di Apartemen Kalibata, Pelaku Borong Emas hingga Beli Motor,  dari Tribunjogja.com dengan judul Sebelum Menghilang, Rinaldy Sempat Pamit Ingin Meeting dan Paksa Orang Tuanya Umroh, Keluarga Rinaldy Ingin Pelaku Pembunuhan Mendapat Hukuman Setimpal

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved