Update Covid19 Sumut 17 September 2020
Bupati Nias Sokhiatulo Laoli Akui Daerahnya Kekurangan APD, Alat Rapid Tes hingga Swab
Karena kekurangan APD, lebih kurang 20 tenaga kesehatan se - Kepulauan Nias terpapar virus Corona.
Penulis: Satia | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRI BUN MEDAN.COM, MEDAN - Bupati Nias, Sokhiatulo Laoli menyatakan se-Kepuluan Nias masih kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) terhadap tenaga kesehatan.
Karena kekurangan APD, lebih kurang 20 tenaga kesehatan se - Kepulauan Nias terpapar virus Corona.
"Kekurangan APD untuk tenaga kesehatan. Dan tenaga kesehatan kita terpapar di Nias," katanya usai rapat nota kesepakatan, bersama dengan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, di Rumah Dinas, Jalan Sudirman, Kota Medan, Rabu (16/9/2020).
Melakukan nota kesepakatan ini, ia juga menyampaikan, bahwa pemeriksaan dengan metode Rapid Tes untuk mendeteksi warga juga masih kurang.
Bahkan, lebih parahnya, alat PCR atau SWAB se-Kepuluan Nias sudah mulai menipis.
Artinya, pihaknya tidak bisa melakukan pemeriksaan kepada warga yang diduga terpapar wabah.
• BATAL Tutup Jalur Laut dan Udara ke Nias, Ini Aturan yang Diberlakukan Gubernur Edy Rahmayadi
"Alat rapid tes kita terbatas, apalagi alat untuk swab. Kita sudah tidak punya lagi, tinggal sedikit stoknya," jelasnya.
Dengan keterbatasan stok alat PCR, pihaknya hanya memeriksa kepada warga yang sudah mengalami gejala berat. Atas kekurangan alat pemeriksaan ini, ia meminta kepada Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi untuk mendistribusikannya ke Kepulauan Nias.
"Kita hanya periksa kepada pasien yang sudah bergejala berat. Saya sampaikan kepada Gubernur bahwa alat PCR yang kami butuhkan," ujarnya.
Sudah seminggu ini kita kekurangan swab. Sokhiatulo mengatakan, alat pemeriksa Rapid Tes dan PCR sudah mulai kurang sejak seminggu lalu. Ia berharap, alat pemeriksaan ini segera didistribusikan, agar dapat memeriksa warga lain yang diduga terpapar virus.
• GUBERNUR EDY RAHMAYADI Bakal Isolasi Nias, Ini Syarat yang Harus Dilewati Kalau Mau Datang ke Nias
"Akan tetapi yang jadi permasalahan, bagaimana alat ini bisa terpenuhi, karena masih berkeliaran di luar, ini yang membahayakan. Kita harus tindaklanjut, dan harus kerjasama," ujarnya.
Sampai dengan saat ini, pihaknya mengaku masih kekurangan tempat isolasi bagi warga yang terpapar virus Corona. Bahkan, pihaknya juga belum menyediakan lokasi pemakaman bagi jenazah Covid-19.
"Kita berupaya ruang isolasi dan tempat pemakaman di masing-masing kabupaten dan kota," ungkapnya.(wen/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/nias-apd-ini.jpg)