Keluarga Sarpan Akui Terima Rp 120 Juta dari Personel Polsek Percutseituan

Penganiayaan yang dialami saksi kasus pembunuhan, Sarpan, oleh oknum personel Polsek Percutseituan, berakhir dengan perdamaian dan pencabutan laporan

HO
Sarpan mencabut pengaduan di Ruang Penyidik dan Ruang Pidum Sat Reskrim Polrestabes Medan hari ini, Senin (31/8/2020). 

Sarpan adalah saksi kasus pembunuhan yang mendapat penyiksaan oleh oknum polisi di Polsek Percutseituan. Ia dipukuli hingga disetrum oleh oknum.

Akibat peristiwa ini beberapa pejabat di Polsek Percutseituan dicopot dari jabatannya, termasuk kapolsek.

Teranyar, Sarpan mencabut laporan penyiksaan dirinya.

Sarpan mengatakan, tak ada paksaan dalam pencabutan laporan tersebut.

Pernyataan Sarpan tertuang dalam dalam video berdurasi selama 51 detik.

Ia mengatakan bahwa kedua belah pihak, baik keluarga Sarpan maupun kepolisian tidak ada tuntutan ataupun paksaan.

"Saya, Sarpan sudah mencabut laporan saya yang berada di Polsek Percutseituan, Polrestabes Medan, dan dari kedua belah pihak tidak ada tuntutan apapun," ungkap Sarpan.

Dia menjelaskan bahwa dirinya tidak akan melanjutkan laporan tersebut ke ranah hukum di pengadilan.

"Saya sudah menyelesaikan dan tidak lagi membawanya ke proses hukum pengadilan, saya juga kedua belah pihak sudah menyetujui tidak akan ada tuntutan apa lagi," lanjutnya.

Dan permasalahan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

"Dan tidak ada paksaan apapun, secara kekeluargaan," pungkasnya.

Sebelumnya saat memenuhi panggilan pertama atas laporannya, Rabu (29/7/2020) lalu, Sarpan mengisahkan penganiayaan yang ia alami oleh oknum personel Polsek Percutseituan.

Sarpan menyebutkan bahwa dirinya dibawa oleh polisi dalam kondisi mengenakan pakaian basah yang dipakainya saat kejadian pembunuhan yang merenggut nyawa Dodi Sumanto.

"Setiap hari saya dipukuli di situ, sebetulnya si pelaku (pembunuhan) sudah jelas. Karena sebagai saksi, saya orang awam gak tahu permasalahannya saya langsung didudukkan dibawa ke TKP jam 7 malam. Sekitar jam 9 malam datang pak Kanit saya ditarik dari belakang, masih baju basah saya waktu pakai kerja," ungkapnya seusai diperiksa penyidik di Mapolrestabes Medan, Rabu (29/7/2020).

Setelah itu, dirinya dipukuli oleh para oknum polisi tersebut. Ketika itu, ia belum mengungkapkan pelaku kejadian tersebut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved