Ciptakan Tes Antiplagiat Tesis, Asisten Profesor Penyandang PhD Dianiaya Mahasiswa hingga Pingsan
Asisten Profesor berusia 37 tahun adalah MTech dari IIT Kanpur dan memegang gelar PhD bidang fisika dari Mississippi State University di Amerika
Ciptakan Tes Antiplagiat Tesis, Asisten Profesor Penyandang PhD Dianiaya Mahasiswa hingga Pingsan
Seorang Asisten Profesor Fisika di Departemen Pascasarjana Universitas Veer Kunwar Singh, Distrik Bhojpur, Bihar, India, dipukuli pemimpin mahasiswa (semacan ketua senat) Vikas Pandey alias Jeetendra Pandey, 13 Agustus 2020.
Amrendra Narayan (37), Asisten Profesor di Universitas Veer Kunwar Singh, dipukuli Vikas Pandey dan teman-temannya saat korban keluar dari pusat komputer Universitas Veer Kunwar Singh.
“Dia tidak menjelaskan apa yang dia inginkan.
Ketika dia tidak diizinkan mengakses pusat komputer, dia merasa tersinggung dan dia dan rekannya memukuli saya sampai saya pingsan, ” kata Amrendra Narayan.
Amrendra Narayan yang bergabung dengan Universitas Veer Kunwar Singh tiga tahun lalu, setelah pulang dari Amerika Serikat.
Amrendra Narayan menjadi sasaran Vikas Pandeyatas inisiatif reformasi yang dia lakukan di Universitas Veer Kunwar Singh.
"Keluarga saya tidak pernah ingin saya kembali dari Amerika Serikat dengan mengatakan bahwa Bihar tidak dimaksudkan untuk saya.
Kejadian ini (dianiaya) justru saya alami di kampung halaman saya dari tempat saya berasal.
Orang yang menyerang saya adalah bagian dari hubungan yang lebih besar yang beroperasi," kata Amrendra Narayan, Asisten Profesor di Universitas Veer Kunwar Singh.
Asisten Profesor berusia 37 tahun adalah MTech dari IIT Kanpur dan memegang gelar PhD bidang fisika dari Mississippi State University di Amerika Serikat.
Amrendra Narayan setelah bergabung dengan universitas telah melakukan banyak langkah reformasi untuk memastikan hasil belajar para mahasiswanya tidak tertunda karena kurangnya pusat komputer di universitas.
Inisiatifnya membantu universitas mengembangkan kemampuan komputer untuk mempercepat proses dan penerbitan hasil ujian membantu universitas dalam menghemat miliaran rupee yang biasanya digunakan untuk outsourcing pekerjaan ini.
Amrendra Narayan juga berjasa memperkenalkan tes plagiarisme sebelum penyerahan tesis PhD oleh mahasiswanya.
Namun dia menjadi sasaran kelompok yang kehilangan kontrak miliaran rupee karena langkah reformasinya.
Yang mengejutkan, pemimpin mahasiswa Vikas Pandey malah mengadukan Amrendra Narayan ke polisi 15 Agustus atas tuduhan pelecehan seksual dalam lingkungan universitas. Namun, tuduhan ini ternyata tidak benar setelah diselidiki polisi.
"Tidak ada benarnya semua tuduhan pelecehan seks terhadap saya," kata Amrendra Narayan
Akhirnya, pada 17 Agustus, Amrendra Narayan mengadukan Vikas Pandey ke kantor polisi setempat.
Vikas Pandey melarikan diri setelah kejadian ini.
Polisi sedang melakukan pencarian untuk menangkapnya.
Pengawas Universitas Veer Kunwar Singh SP Singh mengatakan, “Polisi setempat menganggap tuduhan yang pelecehan seks terhadap Narayan tidak berdasar dan termotivasi. Kami membuat pengaduan penyerangan tersebut 17 Agustus, karena universitas ditutup pada 15 Agustus (hari libur Kemerdekaan India) dan 16 Agustus hari Minggu. ”
Ditanya apakah Amrendra Narayan mungkin menjadi sasaran karena inisiatifnya merugikan kepentingan orang-orang yang menghasilkan uang, Singh berkata, “Itu bisa menjadi alasan yang mungkin.
Vivek Pandey telah mengikuti ujian Magister Pendidikan dan telah menjadi sosok yang kontroversial.
Kami mendukung Narayan. ”
Kepala Kepolisian Bihar DGP Gupteshwar Pandey mengatakan kasus penyerangan yang dialami Amrendra Narayan terbukti benar.
''Surat perintah penahanan sedang diperoleh dari pengadilan karena Pandey melarikan diri.
Kami mencoba menangkapnya.
Kasus ini sedang dipantau oleh pemerintah federal India.''(india express)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/asisten-profesor-penyandang-phd-dianiaya-mahasiswa-hingga-pingsan.jpg)