Punya Pengalaman Mumpuni, Tiga Kiper PSMS Bersaing Masuk Tim Utama
Tim Ayam Kinantan telah memiliki tiga penjaga gawang yang memiliki prestasi di Liga 1 atau pun tim nasional.
Penulis: Chandra Simarmata | Editor: Tommy Simatupang
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Persaingan menjadi kiper utama tampak mulai ketat. Pelatih kiper PSMS Medan, M Halim, bakal menentukan penjaga gawang terbaik untuk masuk skuad inti. Tim Ayam Kinantan telah memiliki tiga penjaga gawang yang memiliki prestasi di Liga 1 atau pun tim nasional. Tiga penjaga gawang itu yakni Abdul Rohim, Herlian Arif Laksono, dan David Ariyanto.
David Ariyanto yang merupakan mantan kiper Kalteng Putra FC baru saja menandatangani kontrak dengan manajemen PSMS Medan.
Kepada www.tribun-medan.com, David yang memiliki postur 188 sentimeter ini mengatakan akan menunjukkan kualitas agar terpilih menjadi kiper utama. Ia hanya berharap dapat membawa PSMS menunjukkan impian bermain di Liga 1 lagi. David menilai dua rekannya memiliki performa yang baik menjaga jaring gawang agar tidak kebobolan. Namun, kiper berusia 33 tahun ini mengaku siap bersaing.
"Semua kiper PSMS bagus. Jadi sebagai pemain yang dilakukan hanya kerja keras dalam latihan, tapi semua keputusan ada ditangan pelatih kiper," ucapnya, Minggu (30/8).
David yang lebih tua dari Abdul Rohim dan Herlian Laksono tetap memberikan dukungan penuh setiap laga di Liga 2. Ia tidak akan kecil hati jika pelatih tidak menunjuknya sebagai kiper inti.
"Menurut saya siapapun yang main akan selalu saya dukung. Semua untuk kemenangan PSMS,"katanya.
Diketahui, David Ariyanto menjadi rekrutan terakhir PSMS untuk posisi penjaga gawang. Pemain kelahiran 1987 ini sudah tiba di Medan sejak Kamis (27/8) kemarin.
Senada dengan David, Abdul Rohim yang sudah cukup lama di PSMS Medan mulai merasa atmosfer persaingan. Abdul kelahiran tahun 1992 ini melihat situasi ini menjadi momentum untuk bersaing dengan seniornya, David.
"Bakal menambah persaingan semakin ketat pastinya. Karena kita kedatangan kiper berpengalaman," katanya.
Ia menampik persaingan menjadi masalah dalam karirnya. Abdul menilai pelatih dapat memilih dengan objektif. Adanya tiga kiper justru semakin membuatnya semangat untuk masuk dalam starting eleven.
"Ya bagi saya tak ada masalah. Cukup bagus juga adanya persaingan di posisi kiper,"ujar pria berusia 28 tahun ini.
Abdul tetap berharap keharmonisan sesama kiper tetap terjalin dalam mengarungi kasta kedua Indonesia.
"Intinya tetap harus saling mendukung siapapun nanti nya yang dipercaya oleh pelatih,"ujarnya.
Sementara, manajer PSMS, Mulyadi Simatupang mengungkapkan keunggulan David Ariyanto yang sudah melalangbuana di sejumlah klub besar. Mulyadi mengatakan tenaga David sangat dibutuhkan dalam ketatnya Liga 2 musim ini.
"Dia tahun 2016 pernah di PSM Makassar, Borneo FC 2017-2018. Kemudian Kalteng Putra 2019. Dan setelah itu dia free maka kita tarik kemari (PSMS)," ujarnya.
Mulyadi menambahkan pemilihan David sudah melalui pembahasan yang matang. David juga diplot untuk menggantikan kiper muda PSMS, Adi Satryo yang saat ini tengah mengikuti Pemusatan Latihan Tim Nasional U-19 di bawah asuhan Shin Tae-yong.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/28082020_latihan_psms_medan_danil_siregar-7.jpg)