TRIBUN-MEDAN-BLOGWIKI: 5 Kuliner Tradisional Unik Wajib Dicicipi jika Berkunjung ke Medan

Ada lima kuliner tradisional unik yang wajib dicicipi bila berkunjung ke Kota Medan.

Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Aqmarul Akhyar
Bika Ambon 

Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar

TRIBUN-MEDAN-BLOGWIKI.com - Apabila berkunjung ke Kota Medan, rasanya tak lazim jika tak mencicipi kuliner khas daerah ini.

Ya, Kota Medan tak hanya terkenal dengan wisata landmark saja, melainkan kuliner khas daerahnya juga sangat populer.

Ada lima kuliner tradisional unik yang wajib dicicipi bila berkunjung ke Kota Medan.

Kuliner ini hampir tak ditemui selain di Kota Medan atau di Provinsi Sumut.

Kelimanya yakni Bika Ambon, Lemang, Putu Bambu, Ikan Saleh, Soto Udang.

1. Bika Ambon

Nah, untuk menikmati Bika Ambon yang merupakan penganan unik khas Medan dan oleh-oleh khas Medan. Para wisatawan dapat mengunjungi kawasan Jalan Mojopahit, Kota Medan.

Di kawasan jalan tersebut, wisatawan dapat memilih berbagai brand Bika Ambon dari pukul 09.00 Wib sampai pukul 22.00 WIB, setiap hari.

Sales store Bika Ambon Hajjah Lia, Rina, mengatakan harga Bika Ambon tersebut bervarian dari berbagai store yang ada di kawasan tersebut. Harga tersebut berkisar dari Rp 65 ribuan, untuk harga Bika Ambon yang rasa original.

Sementara, Bika Ambon yang rasa durian dan rasa pandan sebesar Rp 70 ribuan dan rasa keju Rp 75 ribuan.

Bika Ambon yang merupakan makanan jenis kue basah atau penganan ini memiliki ciri khas dengan warnanya yang kuning dan memiliki rongga-rongga di bagian dalamnya.

Selain itu, kue Bika Ambon juga memiliki citarasa dan aroma yang khas sehingga membuat pecinta kuliner ketagihan untuk menyantapnya.

Bika Ambon juga memiliki rasa yang legit berpadu dengan teksturnya yang kenyal. Hal ini tentu menimbulkan sensasi tersendiri saat pecinta kuliner menyantapnya.

Bika Ambon
Bika Ambon (Tribun-Medan.com/Aqmarul Akhyar)

2. Lemang

Lemang merupakan makanan tradisional dari bahan beras ketan yang dimasak dalam seruas bambu, sebelum dimasak beras ketan tersebut di letak di dalam bambu dengan beralasakan selembar daun pisang.

Gulungan daun pisang di dalam bambu berisi beras ketan dicampur santan kelapa ini kemudian dibakar sampai matang.

Lemang lebih nikmat di santap hangat-hangat, banyak para pecinta kuliner Medan mengkomsumsi lemang dengan berbeda-beda berdasakan daerah asalnya. Ada yang menikmati lemang dengan ditambahkan selai, kinca, serikaya.

Ada pula dengan cara yang asin, seperti dicampur rendang, telur serta lauk-pauk lainnya. Kemudian ada pula yang menyantapnya dengan buah durian.

Nah, untuk merasakan lemang di Medan, parawisatawan dapat berkunjung ke Jalan Gatot Subroto, dekat bundaran Tugu SIB. Ada sepuluh tenant pedagang lemang di kawasan jalan tersebut, yang beroperasional dari pukul 12.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB.

Satu di antara pedagang, Ibu Mis, mengatakan untuk per batang lemang dijual Rp 30 ribuan. Sementara untuk harga selai dan tapainya per bungkus Rp 15 ribuan.

Penganan lemang ini bisa bertahan selama dua hari, jadi wajar banyak wisatawan membawa lemang dari Medan untuk oleh-oleh.

Selain itu, lemang ini juga sering dibuat untuk penganan pesta dan acara keluarga.

Lemang
Lemang (Tribun-Medan.com/Aqmarul Akhyar)

3. Putu Bambu

Nah untuk makanan Putu Bambu ini dapat dirasakan di Putu Bambu Asia Sudi Mampir, Jalan Asia Kota Medan. Putu Bambu ini merupakan pedagang putu bambu yang legendaris dan tersohor di Kota Medan.

Sebab, Putu Bambu Asia Sudi Mampir sudah ada semenjak tahun 1969 di Kota Medan dan sekarang dikelola oleh generasi kedua.

Kemudian, Putu Bambu Asia Sudi Mampir selalu ramai dengan pembelinya.

Karena, hampir rata para pembeli mengatakan Putu Bambu Asia Sudi Mampir, merupakan kudapan atau kue putu yang terenak di Kota Medan dan tak ada tandingannya.

Tak hanya itu saja, kudapan putu bambu ini juga terlihat unik dari sebutannya. Karena putu bambu ini merupakan kudapan atau kue tradisional dan melekat ditelinga masyarakat Medan dengan sebutan Putu Bambu.

Sementara, Putu Bambu ini merupakan kue putu yang bahasanya berasal dari bahasa Jawa, yaitu puthu.

Puthu ialah jenis makan tradisional nusantara yang berupa kue dengan isian gula jawa, dibalut dengan parutan kelapa, dan tepung beras butiran kasar. Penganan ini dijual dengan harga Rp 3.000 per piece.

Putu Bambu
Putu Bambu (Tribun-Medan.com/Aqmarul Akhyar)

4. Ikan Saleh

Nah, kalau menu yang satu ini merupakan kuliner yang paling favorit dan khas suku Mandailing. Biasanya Ikan Saleh Gulai ini dapat ditemui di rumah-rumah makan Mandailing di Kota Medan. Baik di Jalan Sei Blutu maupun di Jalan SM Raja. Kuliner ini sangat wajib dicicipi bila ke Kota Medan.

Karena, Ikan Saleh Gulai memiliki cita rasa yang sangat enak dan nikmat. Baik dari perpaduang ikan lele asap dan gulainya ya g begitu kental santannya dan nikmat. Apalagi dengan cita rasa pedasnya yang dapat menggugah selerah para pecinta kuliner.

Wajar saja memiliki rasa nikmat, karena Ikan Saleh Gulai terdiri dari Ikan Lele Akar, yang di asapi selama beberapa hari dengan kayu-kayu tertentu agar aroma ikan asapnya. Kemudian setelah di asapi selama dua hari, Ikan Lele Akar tersebut dibakar lalu digulai dengan rempah-rempah khas Tapsel.

Untuk menu Ikan Saleh Gulai ini biasanya di rumah-rumah makan Padang Sidempuan dibandrol dengan harga Rp 15 ribuan per porsi. Apabila tambah dengan nasi satu porsi maka menambah uang senilai Rp 5 ribuan.

Ikan saleh khas Mandailing
Ikan saleh khas Mandailing (Tribun-Medan.com/Aqmarul Akhyar)

5. Soto Udang

Selanjutnya, Soto Udang, yang merupakan kuliner yang tak bisa ditinggalkan bila ke Medan. Soto ini daoat dinikmati di kawasan Kesawan Medan, dengan nama Soto Kesawan. Soto Kesawan Medan ini merupakan soto terfavorit dan populer di Kota Medan.

Hal itu juga terbukti dari pembeli yang datang ke Soto tersebut. Baik dari kalangan artis ternama, maupun pejabat di negara Indonesia serta wisatawan mancanegara, seperti Malaysia, Singapura dan negara Eropa lainnya.

Soto Kesawan ini digandrungi masyarakat Medan dan wisatawan. Karena soto khas Medan ini berbeda dengan soto yang ada di daerah Jawa.

Hal tersebut karena soto Medan ini bahan dasarnya memakai santan untuk kuahnya, sedangkan kuah soto di Jawa kuahnya tak memakai santan.

Soto Udang
Soto Udang (Tribun-Medan.com/Aqmarul Akhyar)

Sebagain masyarakat Medan mengenal Soto Kesawan ini dengan menu khasnya yaitu Soto Udang.

Walaupun dahulu pertama kali Soto Kesawan ini buka lebih kurang pada tahun 1950 di Kota Medan, hanya menjual soto ayam, daging sapi, dan jeroan sapi.

Namun, saat ini sangat terkenal dengan soto udangnya. Untuk per porsi Soto Udang dibanderol dengan harga Rp 28 ribuan. Harga-harga tersebut sudah termasuk satu porsi Soto dengan nasi putih.

(cr22/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved