Bermodal Foto Anaknya yang Sudah Meninggal, Pasutri Mengemis untuk Beli Sabu, Begini Nasibnya

Pasutri MN (25) dan BT (28), yang berasal dari Padang Pariaman mengaku baru pertama kali melakukan aksinya di Bukittinggi.

Editor: Tariden Turnip
istimewa
Bermodal Foto Anaknya yang Sudah Meninggal, Pasutri Mengemis untuk Beli Sabu, Begini Nasibnya Pasutri mengemis di Bukittinggi untuk membeli sabu dan akhirnya terjaring Satpol PP 

Bermodal Foto Anaknya yang Sudah Meninggal, Pasutri Ini Mengemis di Bukit Tinggi untuk Beli Sabu

Pasangan suami-istri (pasutri), MN (25) dan BT (28), yang nekat mengemis untuk membeli narkoba ternyata membawa foto anaknya yang sudah meninggal.

Anak perempuannya yang meninggal itu dijadikan alat untuk menarik belas kasihan orang.

Uang hasil mengemis itu ternyata digunakan oleh pasutri yang baru pertama kali mengemis di Bukittinggi, Sumatera Barat, untuk membeli sabu.

"Dari pengakuan mereka, foto yang mereka bawa itu anaknya yang sudah meninggal," kata Kepala Satpol PP Bukittinggi Aldiasnur yang dihubungi Kompas.com, Jumat (21/8/2020).

Aldiasnur mengatakan, dari pengakuan pasutri itu, anak mereka sudah meninggal beberapa bulan yang lalu karena menderita kanker.

"Memang karena penyakit kanker, katanya," jelas Aldiasnur.

Menurut Aldiasnur, pasutri tersebut sudah diberi peringatan tertulis untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Jika masih nekat melakukan aksinya di Bukittinggi, mereka akan dikenai tindak pidana ringan (tipiring).

Pasutri MN (25) dan BT (28), yang berasal dari Padang Pariaman mengaku baru pertama kali melakukan aksinya di Bukittinggi.

Saat datang ke Bukittinggi, mereka langsung mengemis dan malamnya terjaring razia tim Satpol PP Bukittinggi.

"Mereka baru datang dari Padang Pariaman, kemudian mengemis dan malamnya langsung kena razia," kata Aldiasnur.

Aldiasnur mengatakan mereka datang dengan membawa tas besar berisikan baju dan kotak sedekah yang terbuat dari karton serta foto-foto anak yang sakit kanker.

Kemudian, mereka mengemis di perempatan jalan Kecamatan Mandiangin, Kota Selayan, Bukittinggi, hingga malam sampai akhirnya terjaring razia.

Sebelumnya diberitakan, sepasang suami-istri MN (25) dan BT (28) nekat mengemis di perempatan jalan di Bukittinggi, Sumatera Barat, untuk membeli narkoba.

Keduanya terjaring saat petugas Satpol PP Bukittinggi melakukan razia, Rabu (19/8/2020) malam.

Dari kantong celana pengemis itu, petugas menemukan alat isap sabu dan plastik bekas bungkusan sabu.

"Kemudian mereka kita bawa ke kantor dan diinterogasi petugas.

Dia mengaku mengemis untuk membeli sabu," kata Kepala Satpol PP Bukittinggi Aldiasnur yang dihubungi Kompas.com, Kamis (20/8/2020).

Dari pengakuan pengemis itu, mereka meminta sumbangan dengan dalih untuk pengobatan anaknya yang menderita kanker.

Pengemis itu meyakinkan orang-orang yang ingin membantunya dengan membawa foto-foto anak yang sakit.

"Tapi itu hanya dalihnya saja. Tidak ada anaknya yang sakit," kata Aldiasnur.

Karena ada menyangkut persoalan narkoba, menurut Aldiasnur, pihaknya membawa kedua pengemis itu ke Polres Bukittinggi.

Kapolres Bukittinggi AKBP Iman P Santoso yang dihubungi mengakui pihaknya menerima dua pengemis itu dari Satpol PP.

"Namun setelah diperiksa tidak ditemukan narkoba dan mereka kita kembalikan ke Satpol PP lagi," kata Iman.

Selain itu, kata Iman, kedua pengemis itu diduga mengalami gangguan jiwa karena saat diperiksa sering melantur memberikan jawaban.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pasutri Mengemis Sambil Bawa Foto Almarhum Anaknya untuk Beli Sabu"
Penulis : Kontributor Padang, Perdana Putra

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved